
Matahari tampak sudah menenggelam kan diri nya di ufuk barat, cahaya yang sejak tadi menyinari bumi kini sudah surut dan di ganti kan dengan sinar bulan yang sangat indah.
Di sebuah kamar bernuasa anak anak, ada seorang wanita muda sedang menyusui anak nya dengan keadaan tertidur. Entah karena faktor lelah atau karena faktor kurang tidur, membuat diri nya tertidur dengan posisi masih menyusui anak nya. Dari raut wajah nya juga terlihat bahwa wanita itu sangat kelelahan.
Tiba tiba pintu kamar di buka dan menampil kan seorang laki laki muda yang masuk dan mendapati istri nya tengah tertidur dengan menyusui anak nya, dengan sangat hati hati laki laki itu pun melepas kan anak nya dari wanita itu dan menidur kan nya di box berwarna biru laut itu.
Setelah menidur kan anak nya, laki laki itu pun segera menghampiri istri nya dan menggendong nya menuju kasur yang ada di sana. Dengan hati hati laki laki itu membaring kan tubuh istri nya di atas kasur king size nya, agar tidak mengganggu istri nya tidur.
"Eghh.."Wanita itu melenguh dari tidur nya karena ada sesuatu yang menempel di bibir nya, dengan perasaan berat wanita itu pun membuka mata nya dan mendapati suami nya sedang mencium bibir nya.
"Mas Daniel." Ucap wanita itu dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ya sayang." Balas Daniel dengan terus mengecupi bibir istri nya itu yang selalu dia bilang manis.
Wanita tadi adalah Dinda dan laki laki yang sudah menidur kan nya adalah suami nya, Daniel. Sepasang suami istri yang baru saja di karuniai seorang anak laki laki tampan nan lucu itu.
Mereka berdua sudah ada di rumah sejak Dinda di nyatakan sudah bisa pulang beberapa hari yang lalu. Dan kini mereka pulang ke rumah Daniel yang lama, yang sedang di tempati oleh Mama dan Papa nya Daniel. Mereka sudah sepakat akan merawat bayi di rumah Mama dan Papa nya Daniel, agar Mama nya Daniel bisa melihat cucu dan mengurus nya tanpa harus bolak balik lagi. Begitu pun dengan Bibi dan Paman nya Dinda yang juga ikut mengurus cucu nya dan tinggal di rumah Mama dan Papa Daniel.
"Kemana Al?" Tanya Dinda dengan bangun dari berbaring nya dan bersandar di ding ding kasur.
"Dia sudah tidur saat kamu menyusui nya, jadi Mas menyimpan nya di box kembali." Balas Daniel dengan mengusap kepala istri nya dengan sayang.
Dinda dan Daniel sudah menamai anak nya bernama Alaric Sebastian Pratama. Itu lah nama anak pertama mereka.
"Maaf aku ketiduran tadi." Ucap Dinda dengan perasaan tidak enak karena selalu tidur saat menyusui anak nya.
"Tidak apa apa, Mas ngerti kok. Pasti kamu capek banget dan kurang tidur, jadi nya kamu selalu tidur saat menyusui dia." Ucap Daniel.
Dia mengerti posisi Dinda yang selalu menyusui anak nya di tengah malam atau dini hari. Dia juga terkadang menemani istri nya untuk menyusui anak nya saat anak nya bangun tengah malam atau dini hari.
"Ya udah sana lanjutin tidur nya, mumpung Al masih tidur. Kalau nanti Al sudah bangun pasti kamu gak bisa tidur lagi." Lanjut Daniel.
"Tapi bagaimana kalau dia bangun?" Tanya Dinda dengan cemas. Dinda tidak ingin anak nya merepot kan Daniel yang sejak bekerja nanti.
"Baik lah kalau dia rewel terus bangunin aku aja." Pesan Dinda sebelum kembali terlelap.
"Iya." Balas Daniel sambil menyelimuti kembali tubuh istri nya dengan selimut tebal mereka.
Dinda pun membaring kan kembali tubuh nya dan mulai memejam kan mata nya, tak lama kemudian dia pun sudah kembali lagi merajut mimpi nya. Sedang kan Daniel langsung beranjak dari kasur dan melangkah menuju sofa dekat box anak nya dan mulai membuka laptop nya dan memeriksa beberapa pekerjaan yang di kirim oleh asisten nya, Raka.
Menjadi orang tua baru bukan lah hal mudah bagi Dinda dan Daniel, begitu pun dengan kita semua. Mereka berdua sama sama belajar dari orang tua mereka agar bisa mengurus anak mereka, seiring nya berjalan waktu akhir nya Dinda dan Daniel pun mulai terbiasa mengurus anak mereka. Mereka juga selalu siap siaga saat anak nya meminta ASI saat tengah malam mau pun dini hari.
Jika Dinda tidur dengan total saat siang, maka Dinda lah yang selalu bangun untuk menimang atau menyusui anak nya. Jika Daniel tidak tidur terlalu larut maka Daniel yang akan mengurus anak nya di saat anak nya bangun di tengah malam atau dini hari.
Sering juga Dinda dan Daniel rela bangun berdua karena melihat anak mereka yang tampak rewel dan tidak mau ini itu. Mereka berdua selalu berkerja sama saat mengurus anak pertama mereka.
Maka jangan lah sekali kali kalian durhaka pada orang tua kalian, terlebih lagi kepala seorang ibu yang rela mengandung mu hingga sembilan bulan, ibu juga yang mempertaruh kan nyawa nya hanya untuk melahirkan kalian ke dunia. Bahkan ada banyak seorang ibu setelah melahirkan anak nya langsung meninggal dunia hanya agar kalian selamat dan bisa melihat dunia.
Begitu pun dengan seorang ayah, kalian jangan pernah durhaka pada ayah kalian yang sudah rela banting tulang untuk memenuhi segala kebutuhan mu. Ayah kalian rela terkena sinar matahari yang sangat panas hanya untuk bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan kalian. Ayah kalian juga rela kehujanan agar bisa terus mencukupi kebutuhan kalian.
Maka hormati lah orang tua kalian yang sudah berjuang hanya untuk kalian semua.
Jika kalian membenci dari salah satu orang tua kalian, maka kalian sangat durhaka pada nya. Kalian tidak berfikir kalau kalian bisa ada di dunia ini berkat mereka berdua, maka jangan lah kalian membenci orang tau kalian.
Bagaimana pun dia adalah orang tua kalian yang sudah menghadir kan kalian
Ke dunia ini.
Pesan author cuma satu, cintai dan sayangi lah orang tua kalian. Berkat mereka kita bisa ada di dunia ini.
Jangan sekali kali kalian punya pemikiran membenci orang tua kalian, karena mereka adalah jalan menuju surga untuk kalian semua.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis cerita nya.