My Sexy Boss

My Sexy Boss
Pending.



"Jadi bagaimana?" Tanya Mama nya kembali serius.


"Ya udah kita tunggu WO dulu." Jawab Papa nya membuat Dinda dan Mama nya mendengus kesal.


"Pa, ini itu hanya ulang tahun bukan acara nikahan." Ucap Mama nya dengan kesal.


"Jadi bagaimana ini?" Tanya Papa dengan bingung karena harus dari mana memulai nya.


"Kita tinggal tunggu kue nya aja, udah beres deh." Sahut Dinda membuat kedua mertua nya menoleh ke arah menantu nya.


"Kamu pesen kue?" Tanya Mama nya.


"Iya Ma." Jawab Dinda.


"Yah bagaimana ini, Mama juga pesen kue buat Daniel." Ucap Mama nya.


"Ya udah kenapa harus cemas, kita tinggal kasih ke Mas Daniel dua dua nya." Ucap Dinda menenang kan Mama mertua nya.


"Terus nanti yang di pake nya kue siapa? Punya Mama atau punya kamu?" Tanya Mama nya lagi.


"Dua dua nya."Jawab Papa nya dan mengalih kan pembicaraan nya karena kalau dia tidak bersuara, maka akan berakhir perdebatan yang sangat panjang seperti tadi.


"Lalu sekarang kita harus ngapain?" Tanya Mama nya lagi.


"Ya udah kita tunggu kue yang Dinda pesan, kalau udah datang baru kita kasih kejutan buat Mas Daniel." Ucap Dinda.


"Coba kamu lihat di cctv, Sedang apa Daniel di ruang kerja nya." Perintah Papa nya pada Dinda.


"Memang nya di ruang kerja ada cctv nya Pa?" Tanya Dinda dengan raut wajah terkejut saat mendengar kalau di ruang kerja suami nya ada cctv nya.


"Ya ada lah sayang, Masa sih kita gak pasang cctv. Nanti kalau ada apa apa kita bisa langsung melihat di sana." Ucap Mama nya.


"Kenapa Dinda gak pernah lihat?" Tanya Dinda dengan bingung karena selama ini dia selalu menemani suami nya lembur dan dia tidak pernah menemukan ada nya cctv, dan itu juga membuat Dinda bingung karena kalau di ruang kerja suami nya tidak ada cctv nya, Dia takut kalau ada yang mencuri berkas berkas penting milik suami nya.


"Cctv nya kita letakan di tempat rahasia." Ucap Papa nya membuat Dinda mengerti.


"Lalu di mana Dinda bisa lihat Mas Daniel Ma?" Tanya Dinda pada Mama mertua nya.


"Papa meletak kan nya di dalam kamar kamu, terletak di belakang lemari." Ucap Mama nya kembali membuat Dinda terkejut karena selama ini dia tidak pernah tau kalau di belakang lemari pakaian nya ada ruangan rahasia.


"Kok Dinda gak pernah tau kalau ruangan itu ada di kamar aku sama Mas Daniel?" Tanya Dinda pada mertua nya.


"Kan Papa membuat nya sebelum kamu dan Daniel menikah. Jadi wajar aja kalau kamu gak tau letak nya." Ujar Papa nya. Sedang kan Dinda hanya mengangguk saja saat mendengar jawaban Papa mertua nya.


"Ya udah kalau gitu Dinda ke sana dulu ya." Ucap Dinda sambil bangkit dari duduk nya.


"Iya Ma." Setelah itu Dinda pun pergi ke kamar nya, saat sampai di sana Dinda mendekati lemari pakaian nya dan mengamati nya lekat lekat. Dia baru sadar kalau di samping lemari nya ada sebuah angka dan itu di yakini oleh Dinda kalau itu kode untuk membuka ruangan tersebut.


Dengan hati hati Dinda menekan angka demi angka dan setelah semua sudah dia tekan, baru lah sebuah pintu terbuka dengan lebar di hadapan nya. Sedang kan Dinda kembali terkejut melihat isi ruangan tersebut yang sangat rapi dan terawat.


Dengan perlahan Dinda memasuki ruangan bernuansa putih itu, Dinda mengedar kan pandangan nya ke setiap sudut ruangan tersebut. Dinda juga bisa melihat ada sebuah lemari kayu yang terkunci dengan rapat, dan Dinda tau kalau di sana pasti banyak berkas berkas penting milik suami nya dan juga Papa mertua nya.


Dia melangkah menuju komputer yang sudah di nyala kan, Entah siapa yang menyala kan. Jemari Dinda mulai menari nari di atas keyboard itu, dengan raut wajah serius Dinda mengamati layar komputer yang ada di hadapan nya.


Dan akhir nya Dinda menemukan suami nya yang tengah tertidur pulas dengan kepala yang ada di atas meja dan tangan yang masih memegang pulpen kerja milik nya. Setelah selesai melihat semua nya Dinda pun mematikan kembali komputer tersebut dan dengan buru buru Dinda keluar dari ruangan tersebut lantaran dia merasa hawa dingin menyentuh kulit mulus nya, dan itu membuat Dinda ingin cepat cepat keluar dari ruangan itu.


Dengan nafas yang terengah–engah Dinda kembali duduk di sofa dekat Mama mertua nya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Mama nya yang heran melihat menatu nya yang tampak terengah engah seperti baru saja lari maraton.


"Enggak apa apa Ma." Jawab Dinda dengan mengulas senyuman nya.


"Tapi Mama lihat kamu kayak lagi takut sih. Apa terjadi sesuatu saat kamu di ruangan itu?" Tebak Mama nya membuat Dinda dengan reflek mengangguk kan kepala nya.


"Hahahaha." Tawa Mama dan Papa nya pecah saat melihat menantu mereka ketakutan saat sudah kembali dan ruangan itu. Sedang kan Dinda yang tengah mengatur nafas nya, menyerit heran menatap mertua nya yang tengah tertawa keras.


"Kenapa?" Tanya Dinda menatap mertua nya dengan tatapan bingung nya.


"Kamu takut ya sendirian di ruangan itu?" Tanya Papa nya. Dan di jawab anggukan dari Dinda.


"Wajar aja sih kamu meresa takut, Papa juga kalau di sana sendirian pasti hawa nya dingin terus." Ucap Papa nya menjelas kan pada menantu nya itu.


"Apa di sana ada penghuni nya Pa?" Tanya Dinda dengan polos tapi membuat mertua nya kembali tergelak dengan pertanyaan yang di lontar kan menantu nya itu.


"Papa gak tau sayang, Tapi mungkin saja ada. Karna kan di ruangan itu jarang dan nyaris tidak pernah di injak oleh kita." Ucap Papa nya membuat Dinda kembali ketakutan.


"Papa jangan nakutin Dinda dong." Ucap Dinda dengan menyembunyi kan wajah nya di pundak Mama mertua nya yang tengah tertawa pelan melihat reaksi menantu nya yang ketakutan itu.


"Papa tidak menakuti nakuti kamu, tapi memang itu kenyataan nya." Jawab Papa nya dengan santai, Tapi membuat Dinda bertambah takut.


"Sudah sudah, mau sampai kapan kita begini terus? Nanti yang ada gagal dong ngasih kejutan nya." Ucap Mama nya.


"Ma, Mas Daniel yang lagi tidur tadi di ruang kerja nya." Ucap Dinda yang baru ingat akan tujuan utama nya.


"Benarkah? Basus dong, jadi kita gak perlu sembunyi sembunyi memberi kejutan nya." Ucap Mama nya membuat Dinda dan suami nya mengangguk kan kepala nya pertanda kalau mereka mengerti apa yang di katakan oleh Mama nya itu.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. agar Author tambah semangat🔥