
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh pasangan suami istri yang sebentar lagi akan menjadi orang tua. Begitu pun dengan pasangan paruh baya yang juga ikut menunggu hari ini, mereka sudah tidak sabar ingin melihat calon cucu mereka.
"Niel, dinda nya udah belum?" Tanya Mama nya yang sedari subuh sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit.
"Astaga Ma, ini itu baru jam enam. Dinda juga baru bangun tidur." Ucap daniel dengan kesal kepada Mama nya itu.
"Ya bagus dong kalau kita berangkat nya pagi pagi, biar gak ngantri." Ucap Mama nya dengan santai.
"Ma, aku dan dinda udah dari kemarin daftar nya. Jadi kita gak perlu ngantri." Ketus daniel yang jengah dengan orang tua nya itu.
"Ada apa ini, kok pagi pagi udah pada debat?" Tanya dinda yang baru saja datang dari kamar.
"Ini loh sayang, Mama gak sabar banget pengen ke rumah sakit. Pada hal kita udah punya janji dengan dokter nya, jadi kita akan berangkat nya siang bukan pagi pagi." Ucap daniel panjang lebar. Sedang kan dinda mengangguk kan kepala nya saja pertanda mengerti. Lalu dia pun berjalan menuju Mama nya dan duduk di samping nya.
"Mama, kita udah janji dengan dokter nya akan ke sana siang antara jam sembilan dan jam sepuluh. Jadi kita akan berangkat nya jam sembilan, nanti kalau kita sampai di sana langsung di tangani oleh dokter nya." Ucap dinda dengan lembut, dia berharap Mama mertua nya bisa mengerti.
"Ya sudah kalau gitu Mama harus ganti baju lagi." Ucap Mama nya mengalah.
"Iya sana, pasti mama gerah banget pake baju kayak gini." Ucap dinda menyuruh mama mertua nya agar pergi dan mengganti pakaian nya yang kini sedang dia pakai.
"Mama ganti baju dulu." Setelah mengata kan itu mama nya pergi menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar dinda yang ada di lantai bawah.
Di ruang keluarga, daniel bernafas lega saat Mama nya mengerti saat sudah di jelas kan oleh istri nya itu.
"Mama dan Papa ingin ikut kita mas?" Tanya dinda saat semua nya sudah pergi dari ruang keluarga.
"Iya sayang, kata Mama kalau Mama gak ikut dia akan mogok makan selama seminggu." Ucap daniel sambil menghela nafas berat.
"Ya udah mending kita ajak dari pada mogok makan seperti dulu." Ucap dinda sambil berkekeh saat mengingat kembali kejadian itu.
"Mama mah orang nya pemaksa, kalau gak di bolehin pasti ujung ujung nya ngancem mogok makan." Gerutu daniel membuat dinda tambah tertawa keras.
"Sayang mas kan selalu turuti apa yang kamu mau, jadi jangan ngancem mas dengan kata kata nya mama." Ucap daniel melotot horor ke arah istri nya, sedang kan dinda langsung tergelak keras melihat suami nya tampak marah karna ucapan nya.
"Becanda mas." Ucap dinda dengan sisa sisa tawa nya.
"Ouh iya, Papa kemana? Kok aku gak liat Papa dari tadi?" Tanya dinda saat tidak menemu kan Papa mertua nya.
"Papa ke kantor." Jawab daniel sambil mengambil kue yang berada di hadapan nya.
"Ke kantor?" Tanya dinda memasti kan.
"Iya, tadi kata nya ada beberapa masalah dalam perusahan nya. Jadi Papa harus turun tangan sendiri." Ucap daniel yang kini sudah menyimpan kepala nya pada paha istri nya.
Sedang kan dinda hanya mengagguk saja sambil mengelus rambut suami nya.
"Kita ke kamar yuk sayang." Ajak daniel berdiri dari berbaring nya.
"Mau ngapain?" Tanya dinda bingung.
"Ya tidur lah." Jawab daniel.
"Kan ini masih pagi, masa mau tidur lagi." Ucap dinda yang tak habis fikir pada suami nya itu. Pada hal mereka baru saja bangun tidur karena di ganggu oleh Mama nya tapi kini daniel mengajak nya kembali ke kamar untuk tidur lagi.
"Sayang mas belum puas tidur nya, tapi mama tadi ganggu kita tidur." Ucap daniel sambil menarik tangan istri nya lalu membawa nya menuju kamar nya yang ada di lantai bawah.
Sedang kan dinda yang di tarik oleh suami nya, hanya bisa pasrah saja mengikuti langkah suami nya menuju kamar.
Sesampai nya di sana daniel benar benar membawa dinda ke arah kasur dan membaring kan tubuh istri nya dan juga diri nya, setelah itu daniel langsung memeluk nya dengan fosesif, dan langsung terlelap. Sedang kan dinda hanya bisa memandang wajah suami nya yang tengah tertidur tanpa ada niat untuk ikut suami nya yang tertidur.
jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komem dan jangan lupa juga gift nya agar author tambah semangatš„