My Sexy Boss

My Sexy Boss
Membuat kue.



Hari menjelang sore, daniel dan dinda pun sekarang sudah bersiap untuk pulang kembali karena mereka merasa sangat cukup untuk melepas rindu bersama Mama dan Papa nya.


" Hati hati sayang." Ucap Mama nya sambil memeluk tubuh menantu nya dan mengelus punggung nya dengan lembut.


" Iya Ma." Balas dinda sambil mengulas senyum ke arah mertua nya.


" Kalau ada apa apa bilang kepada kami ya." Ucap Papa nya.


" Iya Pa." Kali ini daniel yang menjawab ucapan Papa nya.


" Ya udah yuk kita pulang sayang." Ajak daniel menggenggam tangan istri nya dan membawa nya menuju mobil yang sudah terpakir di sana.


" Aku pulang dulu ya Ma, Pa." Pamit dinda sekali lagi.


" Iya." Balas pasangan suami istri itu.


Dinda dan daniel pun masuk ke dalam mobil dan mulai menjalan kan nya meninggal kan rumah orang tua nya daniel.


" Mas nanti kita mampir dulu ya ke tukang baso yang ada di pertigaan rumah kita." Ucap dinda.


" Iya sayang." Balas daniel masih fokus dengan menyetir nya.


Sesampai nya di tempat yang di ingin kan oleh dinda, daniel dan dinda pun turun dan memesan apa yang di ingin kan oleh dinda.


" Pak baso nya satu bungkus ya." Ucap daniel pada tukang baso tersebut.


" Iya." Balas tukang baso itu.


" Jadi berapa pak ?" Tanya daniel saat sudah mendapat kan baso nya.


" Lima belas ribu Mas." Ucap tukang baso itu.


Daniel pun mengambil dompet nya lalu mengambil salah satu uang yang berwarna merah.


" Ini pak " Ucap daniel sambil mengulur kan uang nya.


" Tapi mas ini gak ada kembalian nya." Tolak tukang baso itu.


" Buat bapak saja kembalian nya." Ucap daniel dengan memaksa tukang baso itu agar menerima uang nya.


" Makasih banyak pak." Ucap tukang baso itu.


Sedang kan daniel hanya mengangguk dan mengulas senyum saja membalas ucapan tukang baso tersebut.


Setelah itu dinda dan daniel pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi menuju rumah nya.


Sesampai di sana dinda langsung pergi menuju meja makan dan langsung menuangkan baso milik nya di atas mangkuk lalu melahap nya dengan cepat.


" Sayang." Panggil daniel nenghampiri istri nya yang tengah memakan baso dengan lahap nya.


" Sayang hati hati makan nya, gak bakal ada yang ngambil." Tegur Daniel saat melihat istri nya begitu terburu buru memakan baso nya.


" Ini enak sekali mas." Ucap dinda masih dengan mulut yang penuh dengan baso.


" Iya mas tau." Ucap daniel dengan mengelus rambut istri nya.


" Mas ke kamar dulu ya." Ucap daniel sebelum pergi meninggal kan istri nya.


" Iya mas."


" Hallo." Panggil Raka saat panggilan nya sudah terhubung.


" Jadi bagaimana? Apa kau sudah yakin kalau dia tidak akan mengganggu rumah tangga ku lagi ?" Tanya daniel langsung ke inti nya.


" Gue yakin seratus persen." Jawab Raka di seberang sana.


" Baik lah gue percaya sama kerja loh " Setelah mengata kan itu daniel langsung memutus kan sambungan telpon nya.


" Lagi ngobrol sama siapa sih mas ?" Tanya dinda yang tiba tiba ada di belakang tubuh daniel.


" Eh sayang, udah makan baso nya ?" Tanya daniel, dan di angguki oleh dinda.


" Ngobrol sama siapa sih mas ?" Tanya dinda sekali lagi.


" Ouh ini sama Raka sayang." Ucap daniel sambil memperhati kan layar ponsel nya agar istri percaya, dinda pun mengangguk kembali saat sudah melihat layar ponsel suami nya.


" Mas bikin kue yuk " Ajak dinda tiba tiba.


" Kue ?" Tanya daniel memastikan.


" Iya."


" Emang kamu belum kenyang ?" Tanya daniel heran melihat istri nya yang tidak pernah kenyang kalau urusan makan.


" Belum mas " Balas dinda dengan menggeleng kan kepala nya lucu.


" Baik lah, kamu ingin bikin kue apa hmm?" Tanya daniel sambil membingbing istri nya masuk ke dalak kamar.


" Bronis ?" Tanya dinda.


" Baik lah, ayo kita bikin." Daniel pun menggendong tubuh istri nya untuk turun ke lantai satu.


" Mas turunin." Ucap dinda dengan berontak dalam gendongan suami nya.


" Sayang kalau kamu turun, mas takut saat kamu melewati tangga nya." Ucap daniel mampu membuat dinda terdiam dari gendongan suami nya.


Sesampai di dapur dinda dan daniel langsung menyiap kan bahan bahan yang di butuh kan, saat semua sudah siap mereka pun mulai membuat kue yang tadi di kata kan oleh dinda.


Satu jam lebih dinda dan daniel sudah selesai membuat kue nya. Kini mereka berdua sedang duduk di sofa panjang yang ada di ruang keluarga, sambil membawa kue hasil mereka.


" Em, Ini sangat enak." Ucap dinda masih dengan kunyahan nya.


" Iya." Balas daniel yang juga ikut menikmati kue buatan dia dan istri nya.


Dinda dan daniel menyelesai kan makan kue nya sampai jam tujuh malam.


" Mas bantu aku mandi ya." Ucap dinda yang bersandar di sofa dengan dengan perut kenyang nya.


" Iya sayang." Daniel pun mengangkat tubuh istri nya dan menggendong nya sampai kamar mereka.


" Kita mandi bareng aja sayang." Ucap daniel yang kini sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun.


Sedang kan dinda hanya mampu mengagguk kan kepala saja.


Setelah selesai mandi, dinda dan daniel pun langsung membaring kan tubuh nya karena mereka merasa sangat mengantuk dan juga lelah, tenaga mereka juga terkuras abis karena membuat kue.


Jangan lupa vote, like, komen dan juga giftnya.