
Pagi hari pukul tujuh.
Di kediaman dinda dan daniel sudah terjadi keributan dengan datang nya angel ke rumah mereka.
" Apa yang kamu ingin kan sebenar nya ?" Tany daniel dengan emosi yang sudah di ubun ubun, sedang kan dinda hanya diam di samping suami nya sambil mengelus punggung suami nya agar tidar terlalu emosi.
" Niel aku ingin kita bersama lagi seperti dulu." Ucap angel dengan tidak tahu malu nya.
" Apa kau gila! Aku sudah menikah sekarang jadi mustahil untuk kita kembali lagi seperti dulu !" Teriak daniel membuat dinda ketakutan.
" Ma–s" Cicit dinda.
Daniel pun langsung tersadar saat menyadari kalau istri sedang ketakutan di samping nya.
" Sayang maaf kan mas, tadi mas cuma emosi aja sama dia." Ucap daniel sambil membawa tubuh istri nya ke dalam pelukan nya.
Sedang kan angel langsung langsung memaling kan wajah nya saat melihat laki laki yang masih dia cintai berpelukan dengan perempuan lain di hadapan nya.
" Niel." Panggil angel membuat pasangan suami istri itu melepas kan pelukan nya.
" Mau apa lagi kamu ?" Tanya daniel dengan suara dingin tanpa melihat ke arah mantan nya.
" Aku hanya ingin kita bersama lagi." Ucap angel dengan wajah memelas.
" Bukan nya kamu dulu yang pergi meninggal kan aku? Kenapa sekarang baru datang saat aku sudah mencintai lagi wanita lain." Ucap daniel masih dengan nada dingin.
" Aku pergi juga punya alasan nya." Ucap angel.
" Ya aku tau alasan kamu, Kamu itu terlalu terobsesi sama cita cita kamu itu." Ucap daniel.
" Aku tidak terobsesi niel." Sangkal angel.
" Kalau kau tidak terobsesi sama cita cita kamu, kamu tidak akan meninggal kan aku." Ucap daniel.
" Sekarang kau boleh pergi, Dan ingat kita sudah tidak ada hubungan apa pun. Jadi jangan pernah ganggu rumah tangga aku dan istri ku lagi." Usir daniel secara terang terangan.
" Ta– " Belum sempat angel menjawab ucapan daniel, tiba tiba ada seorang yang berpakaian sekuriti menarik diri nya sampai keluar.
Sedang kan daniel langsung menggendong tubuh istri nya dan membawa nya ke dalam kamar yang ada di lantai bawah.
Sesampai nya di kamar daniel menurun kan tubuh istri nya dengan hati hati di atas kasur.
" Maaf kan aku." Ucap daniel tiba tiba.
" Untuk ?" Tanya dinda bingung.
" Untuk semua yang sudah terjadi tadi." Ucap daniel yang juga ikut berbaring di samping istri nya dan memeluk nya dengan posesif.
" Kamu gak usah minta maaf mas." Ucap dinda sambil mengelus tangan suami nya yang berada di pinggang ramping nya.
" Ouh iya, itu tadi mantan mas ?" Tanya dinda dengan penasaran, karena dia tidak tau kalau suami nya mempunyai mantan secantil angel.
" Hmm." Daniel hanya menjawab dengan deheman saja.
" Cantik ya." Ucap dinda memancing suami nya.
" Enggak." Jawab daniel dengan singkat.
" Kalau di bandingin sama aku, dia lebih cantik mas."
" Kata siapa ?" Tanya daniel mengangkat wajah nya untuk bisa melihat wajah istri nya.
" Masa sih ?" Tanya dinda tak percaya.
" Iya, Angel itu cantik nya hasil operasi plastik." Ucap daniel.
" Oplas ?" Tanya dinda memastikan, sedang kan daniel hanya mengangguk saja.
" Dia model ya mas ?" Tanya dinda lagi.
" Iya sayang." Jawab daniel.
" Udah ah, jangan bahas dia lagi. Sekarang kamu tidur lagi aja, mas mau ke kantor sebentar." Ucap daniel sambil menyelimuti tubuh istri nya, setelah itu dia turun dari kasur dan menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuh nya. Selesai mandi daniel langsung memakai pakaian santai, karena dia ke kantor bukan untuk bekerja melain kan membicara kan sesuatu dengan Raka.
" Aku berangkat dulu ya." Pamit daniel pada dinda yang sedang berbaring di kasur.
" Iya mas."
Daniel pun pergi meninggal kan dinda dan pergi menuju kantor milik nya.
Dua puluh menit daniel sudah sampai di kantor nya, dia pun masuk ke dalam perusahaan dan langsung pergi menuju ruangan milik Raka.
Saat melewati meja sekertaris pengganti dinda, daniel pun menanya kan terlebih dulu. Apa Raka ada di ruangan nya atau tidak.
" Apa ada pak Raka di ruangan nya ?" Tanya daniel pada sekertaris laki laki itu.
" Ada pak." Ucap sekertaris daniel itu.
Daniel pun langsung melangkah pergi menuju ruangan Raka. Tanpa mengetuk pintu, daniel langsung menerobos masuk ke dalam ruangan asisten nya itu.
" Ka." Panggil daniel mengaget kan Raka yang sedang fokus pada berkas nya.
" Eh boss." Raka terkejut saat melihat boss nya ada di hadapan nya.
" Ada apa ?" Tanya Raka sambil menghampiri daniel yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan nya.
" Kemarin loh udah bilang kalau angel gak bakal ganggu rumah tangga gue lagi, tapi nyata nya dia tadi datang ke rumah gue." Ucap daniel dengan dingin tanpa menatap asisten nya itu lantaran kecewa akan kerja asisten nya yang tidak sesuai dengan apa yang di ucap kan nya tempo hari.
" Dia datang ke rumah loh ?" Tanya Raka dengan raut wajah terkejut, sedang kan daniel hanya mengangguk saja tanpa repot repot menoleh ke arah asisten nya itu.
" Niel sumpah gue udah bilang sama angel supaya gak ganggu lagi loh dan dinda, bahkan gue juga udah ancam dia. Tapi gue gak tau kalau dia nekat datang ke rumah loh." Ucap Raka dengan suara lemah. Dia tidak tau kalau mantan mantan daniel akan datang ke rumah nya daniel.
" Terus sekarang apa yang bakal loh lakuin pada angel ?" Tanya Raka saat dengan keheningan.
" Gue terpaksa bakal kirim dia ke swiss, tempat dia lahir." Ucap daniel.
" Loh yakin ?" Tanya Raka
" Iya, dari pada dia ganggu rumah tangga gue lagi. Mending gue kirim dia ke rumah orang tua nya." Ucap daniel.
" Tapi dia pasti nolak niel." Ucap Raka.
" Ya udah kita jangan kasih tau sama dia, kalau dia akan di kirim ke rumah orang tua nya."
" Gue gak mau tau pokok nya sore ini, loh harus bawa dia ke swiss. Kalau dia nolak loh bius atau apa kan kek, Loh urus semua nya. gue tunggu kabar baik nya nanti malam." Setelah mengata kan itu daniel langsung keluar meninggal kan Raka yang tengah bengong karena di beri kan tugas berat tapi jangka waktu nya sedikit oleh daniel.
Daniel mengendarai mobil nya menuju rumah nya kembali karena dia tidak sabar untuk memeluk kembali istri kecil nya itu.
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa gift nya.