
Hari ini Daniel dan Dinda akan melakukan piknik keluarga bersama sang anak mereka.
Mereka merasa dua bulan yang mereka lewati begitu sibuk dengan urusan masing masing, Dinda sibuk dengan mengurusi Al yang mulai bisa merangkak dan Daniel sibuk dengan pekerjaan kantor nya yang sangat padat.
"Sayang, semua barang barang nya sudah kamu masukan ke dalam tas?" Tanya Daniel yang kini sedang menggendong sang anak sembari memperhatikan istri nya yang baru saja selesai memasukan barang barang mereka yang akan di bawa piknik nanti.
"Sudah Mas." Balas Dinda dengan menghampiri suami nya.
"Capek gak?" Tanya Daniel saat melihat istri nya mengusap kening nya yang basah karena keringat.
"Enggak kok Mas." Balas Dinda sambil tersenyum tipis.
"Kalau capek gantian aja, biar Mas sekarang yang nyiapin barang barang nya." Ucap Daniel tidak tega dengan melihat istri nya yang kelelahan.
"Mau nyiapin apa lagi, kan semua nya udah aku masukin ke dalam tas." Ucap Dinda.
"Sudah semua?" Tanya Daniel sekali lagi, sedang kan Dinda hanya mengangguk saja membalas pertanyaan suami nya itu.
"Ya sudah mau ngapain lagi, ayo kita berangkat." Ucap Daniel sambil berdiri dari duduk nya dan di ikuti oleh Dinda.
"Mas tunggu." Cegah Dinda membuat Daniel menyerit kan dahi nya.
"Kenapa?" Tanya Daniel dengan bingung.
"Mas mau piknik pakai baju tidur?" Tanya Dinda dengan menahan tawa saat melihat penampilan suami nya yang masih memakai baju tidur.
"Astaga Mas lupa sayang." Ucap Daniel dengan menepuk pelan kepala nya.
"Ya udah sana ganti dulu, Al biar sama aku aja." Ucap Dinda sambil mengambil Al dari gendongan Daniel.
Daniel pun pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian nya terlebih dulu, setelah selesai dia pun kembali menghampiri anak dan istri nya yang tengah becanda.
"Ayo yank." Ucap Daniel dengan membawa barang barang yang sudah Dinda kemas tadi.
"Ayo."
Mereka pun turun menuju lantai bawah dan bertepatan sekali saat Mama, Papa Daniel dan juga Bibi Paman nya Dinda sedang ada di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Kalian mau kemana? Kok rapih banget dandan nya?" Tanya Mama nya mengerut kan kening nya saat melihat anak, menantu dan juga cucu nya sudah rapih dengan pakaian couple nya.
"Kami mau piknik Ma." Jawab Dinda
"Piknik? Kenapa tidak mengajak kami?" Tanya Mama nya dengan nada tak suka saat anak dan menantu nya tidak memberitahu nya kalau mereka akan pergi piknik.
"Kami ingin pergi bertiga saja Ma, jadi tolong mengerti lah. Kalau Mama ingin pergi piknik juga, Mama bisa ajak Bibi dan juga Paman untuk ikut." Ucap Daniel dengan panjang lebar.
"Kau ini sangat menyebal kan." Ucap Mama nya dengan wajah masam.
"Sudah lah sayang, kita bisa pergi piknik berdua nanti." Ucap Papa Daniel yang juga ikut membujuk istri nya yang tengah kesal.
"Tapi aku ingin merasa kan piknik dengan cucu ku Mas." Ucap Mama Daniel sambil menatap cucu nya yang kini sudah besar di umur nya yang baru enam bulan itu.
"Sekarang biar kan mereka dulu yang piknik, nanti kalau mereka sudah, baru kita piknik dengan cucu kita. Bagaimana?" Usul Papa Daniel.
"Ya kau benar besan, kalian saja dulu pergi piknik nya. Nanti kalau Al sudah piknik dengan kalian, berarti giliran kami untuk mengajak Al piknik. Ya kan sayang?" Ucap Paman Dinda sekaligus meminta persetujuan dari istri nya.
Sedang kan Dinda dan Daniel hanya saling lirik dan menggeleng kan kepala mereka. Dinda maupun Daniel sudah terbiasa saat melihat mereka tidak ingin kalah dari nya kalau menyangkut cucu mereka.
"Ya sudah kalau gitu kami mau pergi dulu." Pamit Daniel pada semua orang yang ada di ruangan itu.
"Ya hati hati." Balas mereka dengan kompak.
"Pasti."
Daniel dan Dinda pun meneruskan langkah nya menuju mobil yang sudah Terparkir rapih di halaman rumah mereka.
"Loh mang Ujang mana Mas?" Tanya Dinda saat tidak melihat sopir pribadi rumah mereka di sana.
"Mang Ujang lagi libur yank." Balas Daniel sambil memasuk masukan barang barang nya ke dalam bagasi mobil.
"Terus kita cuma bertiga doang gitu?" Tanya Dinda lagi.
"Iya, Mas sengaja liburin dulu mang Ujang biar kita bisa ngabisin waktu kita bertiga tanpa ada lagi orang lain." Ucap Daniel sambil menghampiri istri nya.
Sedang kan Dinda hanya mengangguk angguk saja mendengar ucapan suami nya.
"Ya udah masuk yank, kenapa berdiri terus di sana." Ucap Daniel membuat Dinda menurut dan langsung masuk dan duduk di kursi samping kemudi.
Setelah melihat istri nya masuk Daniel pun berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam nya.
"Kamu ngajak piknik nya terlalu tiba tiba Mas." Ucap Dinda saat Daniel mulai menjalan kan mesin mobil nya.
"Sebenar nya ini bukan tiba tiba yank, aku udah ngerencanain ini dari dua minggu yang lalu. Tapi karena tidak sempat memberitahu kamu, kamu jadi ngira kalau ini dadakan banget." Ucap Daniel sambil fokus menyetir nya.
"Kenapa gak dari dua minggu yang lalu ngomong nya?" Tanya Dinda.
"Mas selalu lupa yank, saat di kantor ingat mau ngasih tau kamu, tapi sampai rumah tiba tiba lupa lagi." Ucap Daniel membuat Dinda tertawa.
"Kok ketawa sih? Memang nya ada yang lucu?" Tanya Daniel dengan bingung.
"Kamu kayak aki aki aja yang selalu lupa apa yang mau di omongin." Ucap Dinda dengan tawa nya yang masih di bibir nya.
"Apa aki aki? Yang benar aja aku di samain dengan aki aki." Ucap Daniel menatap istri nya tak percaya.
"Sifat kamu yang pelupa mirip kayak aki aki Mas. Tapi kalau untuk urusan tenaga, kamu tidak seperti aki aki kok." Ucap Dinda membuat Daniel menatap Dinda dengan tatapan penuh arti.
"Ya iyalah tenaga aku mah kuat, bahkan bisa bikin kamu tepar setiap malam." Balas Daniel dengan vulgar nya, membuat Dinda yang tadi nya nya menatap keluar jendela langsung mencubiy pinggang suami nya dengan kencang.
"Dasar mesum." Ketus Dinda sambil menatap suami nya dengan tajam.
"Yank sakit." Ringis Daniel dengan wajah memelas nya, tapi tidak di hiraukan oleh Dinda.
"Yank aku lagi nyetir loh." Ucap Daniel membuat Dinda tersadar dan langsung melepas kan cubitan maut nya.
"Maka nya jangan nyebelin jadi orang." Ketus Dinda tanpa menatap ke arah suami nya.
Sedang kan Daniel hanya tersenyum sambil menahan tawa saat melihat wajah masam istri nya itu. Al yang berada di tengah tengah orang tua nya hanya menatap heran pada mereka yang selalu saat berdebat di setiap saat.
Jangan lupa tinggal kan terus jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan cerita Daniel dan Dinda.