My Sexy Boss

My Sexy Boss
Ikut ke kantor.



Setelah drama nasi goreng tadi pagi, kini dinda sedang merayu kepada suami nya agar di izin kan untuk ikut ke kantor nya.


Bukan nya daniel tidak ingin mengajak istri nya, tapi daniel takut istri nya membuat onar lagi di sana.


" Ya mas aku ingin ikut " Dinda terus saja merengek tanpa memperduli kan kepala suami nya yang ingin pecah karena ulah nya itu.


" Sayang nanti di kantor kamu bosan " Bujuk daniel.


" Enggak bakal mas." Ucap dinda dengan kukuh.


" Sayang mas ada pertemuan di luar, nanti kamu sendiri di kantor " Ucap daniel masih dengan bujukan nya.


" Ya gak apa apa, nanti tinggal panggil astri buat nemenin aku di sana " Ucap dinda dengan santai.


" Huh baiklah " Daniel pun akhir nya kalah.


" Hore, makasih mas " Secepat kilat dinda langsung berlari menuju kamar nya untuk bersiap siap ikut ke kantor dengan suami nya.


Setelah selesai dinda pun turun dan menemui suami nya yang tengah menunggu nya.


" Ayo mas " Ucap dinda membuyar kan lamunan suami nya.


" Ayo." Daniel pun menggandeng tangan istri nya menuju mobil nya.


" Mas ada pertemuan di mana ?" Tanya dinda saat sudah duduk di kursi mobil.


" Mas ada pertemuan di restoran yang cukup jauh dari kantor sayang " Balas daniel yang kini sudah menjalan kan mesin mobil nya.


" Lama gak ?" Tanya dinda lagi.


" Gak tau sayang "


Tak terasa mobil yang daniel kendarai sudah sampai di parkiran kantor.


" Mas langsung ke sana ?" Tanya dinda saat ini sedang berjalan menuju ruangan daniel sambil bergandengan tangan.


" Enggak, Jam sepuluhan ke sana nya "


Kini mereka berdua sudah ada di ruangan milik daniel.


" Kamu di sini aja ya, mas mau kerja dulu " Ucap daniel sambil mengecup kening istri nya dan tak lupa juga dia mencium perut istri nya yang sudah sedikit nenonjol.


" Iya mas."


Daniel pun pergi untuk bekerja dan membiar kan istri nya yang sedang berkeliling ruangan.


Tak lama kemudian pintu dari luar pun di ketuk, dengan segea dinda menghampiri pintu itu dan membuka nya, dinda melihat Raka sedang berdiri dan membawa beberapa berkas kan map di tangan kiri dan kanan nya.


" Eh, Raka silahkan masuk " Dinda pun melebar kan pintu nya agar Raka bisa leluasa masuk.


" Terima kasih " Ucap Raka saat melewati dinda, sedangkan dinda hanya mengangguk.


Dinda kembali melangkah menuju sofa yang ada di ruangan itu danbekerja memperduli kan suami dan asisten nya yang sedang bekerja.


Sedangkan Raka dia menjelas kan sambil mencuri curi pandang ke arah dinda yang sedang memain kan ponsel nya, sampai akhir nya daniel menepuk bahu nya cukup keras karena risih melihat Raka yang mencuri curi pandangan pada istri nya.


" Fokus " Ucap daniel dengan dingin dan datar.


" Kalau begitu saya permisi pak " Saat sudah menjelas kan semua nya Raka pun dengan buru buru keluar dari ruangan daniel, Dinda yang sedang duduk di sofa di buat menyerit dengan tingkah asisten suami nya itu.


" Kenapa dengan dia ?" Batin Dinda heran.


" Sayang " Panggilan daniel mampu membuat dinda tersadar kembali.


" Iya mas " Sahut dinda menghampiri suami nya yang duduk di kursi kebesaran nya dan menghadap ke arah nya.


" Aku mau berangkat sekarang, Gak apa apa kan ?" Tanya daniel mendudukan dinda di pangkuan nya.


" Gak apa apa kok " Balas dinda sambil membelai rahang tegas milik suami nya.


" Beneran? Nanti kamu bosan di sini sendiri " Ucap daniel tak rela meninggal kan istri nya sendiri di kantor nya.


" Nanti kalau bosan aku panggil aja astri " Balas dinda.


" Ya udah yuk kita ke ruangan nya " Ajak daniel yang kini sudah berdiri.


" Kemana mas ?" Tanya dinda bingung.


" Ke ruangan temen kamu, Aku gak tega ninggalin kamu sendiri di ruangan ini " Ucap daniel.


" Baiklah " Dinda pun hanya mengikuti apa yang di perintah kan oleh daniel.


Mereka pun berjalan menuju ruangan nya astri, di sepanjang jalan banyak karyawan berdecak kagum dengan ke romantisan boss nya pada istri nya itu.


Bagaimana tidak kagum, boss mereka yang dulu dingin kini berubah jadi hangat.


Sesampai di ruangan astri, dinda langsung di serang dengan teriakan heboh dan pelukan kencang dari teman nya.


" Jangan terlalu erat, dinda nya gak bisa nafas " Ucap daniel dengan wajah dingin dan datar.


" Ah iya maaf " Ucap astri dengan salah tingkah karena di tegur oleh boss nya.


" Gimana kabar kamu ?" Tanya dinda memulai pembicaraan.


" Aku baik, kamu bagimana ?" Tanya balik.


" Aku baik kok "


" Terus keponakan aku gimana kabar nya ?" Tanya astri dengan mengelus perut rata teman nya.


" Dia juga baik kok "


Belum sempat astri menjawab, daniel sudah lebih dulu menyela.


" Sayang mas berangkat dulu ya " Daniel pun nengecup seluruh wajah istri nya dan perut nya di hadapan semua karyawan yang ada di sana tanpa malu.


" Iya mas hati hati." Pesan dinda kepada suami nya, sedangkan daniel hanya mengangguk dan mengelus sekilah kepala istri nya, setelah itu daniel keluar dari ruangan bersama teman nya.


Dinda dan astri pun melanjut kan mengobrol nya tanpa memikir kan pekerjaan nya, karena daniel sudah menyuruh astri untuk menjaga istri nya dan melarang nya untuk bekerja selama dengan dinda.


Jangan lupa vote, like, komen dan juga lupa hadiah nya.