
" Ya udah kalau gitu daniel pulang dulu." Pamit daniel kepada paman dan bibi nya dinda.
" Ya udah hati hati di jalan, Paman dan bibi titip salam buat dinda " Pesan Paman nya sebelum daniel pergi.
" Iya daniel akan sampai kan salam nya paman dan bibi." Jawab daniel dengan senyum di paksa kan.
Setelah berpamitan dengan paman dan bibi nya, daniel pun pergi dan melajukan mobil nya menuju satu tempat yang sangat dia yakini kalau dinda ada di sana.
Dua puluh menit daniel pun sampai di tempat tujuan nya, dia langsung turun dari mobil nya dan langsung memasuki kawasan makam umum.
Dia mengedar kan pandangan nya ke seluruh penjuru makam umum, pandangan nya berhenti tepat di mana sang istri sedang berjongkok di salah satu makam yang ada di sana.
Dengan langkah pelan daniel pun menghampiri istri nya, sesampai di belakang tubuh istri nya daniel tidak memanggil dinda karena dia ingin tau apa saja yang dinda curah kan di makam orang tua nya itu.
" Ma Pa, kenapa dinda harus menderita lagi seperti dulu? kenapa penderitaan ini tidak pernah hilang dalam hidup dinda? saat dinda kehilangan kalian kenapa tuhan juga mengambil orang yang dinda cintai ?" Lirih dinda di depan makam orang tua nya.
Sedang kan daniel yang masih setia di belakang tubuh dinda di buat menyerit saat istri nya berkata ' Mengambil orang yang di cintai istri nya.' daniel bingung siapa laki laki yang di cintai istri nya di masa lalu, karena daniel tidak tau kalau dinda pernah mencintai pria lain di dalam hidup nya. daniel kira dia adalah laki laki pertama yang di cintai istri nya, tapi ternyata daniel salah.
" Andai dia masih hidup, aku pasti akan sangat bahagia, Tapi tuhan lebih sayang kepada nya. Kau tau Ma, nama dia masih ada dalam hati aku yang paling dalam, aku gak bisa mengganti nama nya dengan siapa pun termasuk suami aku sendiri." Curhat dinda di makam orang tua nya.
Daniel yang sedang berdiri di belakang istri nya tampak mengepal kan tangan nya dengan kuat karena mendengar ucapan demi ucapan yang di lontar kan ke makam orang tua nya.
" Siapa laki laki itu ?" Tanya daniel mengaget kan dinda yang sedang curhat dengan orang tua nya.
" Mas!" Petik nya dengan wajah terkejut karena dia melihat suami nya ada di belakang nya yang entah sejak kapan ada di sana.
" Siapa laki laki itu ?" Tanya daniel lagi dengan suara dingin nya.
" Laki laki mana ?" Tanya dinda pura pura tidak tau.
" Yang kau sebut tadi. " Ucap daniel.
" Aku gak ngerti Mas " Setelah mengata kan itu dinda pun langsung pergi dari pemakaman orang tua nya.
Daniel yang berada di belakang dinda langsung menyusul istri nya lebih dulu pergi.
Sesampai di samping mobil dinda tampak mengutak ngatik ponsel nya, sedang kan daniel hanya memperhati kan nya saja.
Tak lama kemudia sebuah mobil tampak menghampiri mereka berdua, setelah itu mobil itu pun berhenti tepat di depan dinda, tanpa mengata kan apa pun dinda langsung naik ke dalam mobil itu dan menyuruh sopir itu untuk segera menjalan kan mobil nya.
" Jalan pak " Sahut dinda.
Sopir itu pun menjalan kan mobil nya dan meninggal kan daniel seorang diri.
dengan gerakan cepat daniel langsung masuk ke dalam mobil nya dan menjalan kan nya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul mobil yang di tumpangi oleh istri nya.
Mobil yang di tumpangi oleh dinda berhenti tepat di depan gerbang rumah nya, tak lama kemudia dinda tampak turun dari mobil itu dan memberi kan beberapa lembar uang kepada sopir itu.
setelah membayar nya dinda pun langsung masuk kedalam rumah nya tanpa memperduli kan daniel yang terus mengejar nya dan memanggil nama nya.
" Sayang." Daniel terus mengikuti langkah istri nya yang masuk ke dalam kamar mereka.
" Sayang dengar kan dulu penjelasan mas." Ucap daniel yang kini sudah ada di dalam kamar mereka.
" Penjelasan apa mas ?" Tanya dinda dengan suara dingin.
" Sayang, apa yang kau lihat tadi di kantor itu tidak seperti yang kamu lihat." Jelas daniel.
" Emang nya aku melihat apa ?" Sahut dinda masih dengan suara dingin nya.
" Sayang, jangan gitu dong." Ucap daniel dengan wajah Frustasi nya.
" Mas mandi lah dulu, aku sudah menyiap kan baju mu di sana " Setelah mengatakan itu dinda keluar dari kamar nya dan menuju dapur untuk menyiap kan makanan.
Sedang kan daniel yang masih ada di dalam kamar nya langsung bergegas mandi sesuai yang di perintah kan oleh istri nya. setelah selesai mandi, daniel pun langsung turun menghampiri istri nya yang ada di lantai bawah.
" Makan lah dulu mas, jangan menunggu ku." Setelah mengatakan itu dinda kembali melangkah pergi menuju kamar nya lagi untuk mandi.
Selesai mandi dinda langsung membaring kan tubuh nya yang lelah di atas kasur, tak lama kemudian dinda pun langsung terlelap karena saking lelah dan mengantuk nya.
Daniel yang baru saja selesai makan menyerit kan dahi nya ketika tidak melihat istri nya yang turun lagi ke lantai bawah. Daniel pun memutus kan untuk menyusul istri nya yang ada di kamar mereka.
Sesampai di dalam kamar daniel bernafas lega saat melihat istri nya yang tengah tertidur pulas di kasur nya, tadi dia berfikir kalau dinda akan pergi meninggal kan nya tapi ketakutan nya tidak jadi kenyataan.
Daniel pun menghampiri istri nya yang tengah tertidur pulas, sesampai di dekat tubuh istri nya daniel pun duduk di pinggir ranjang nya dan mengelus surai istri nya dengan lembut di kecup kedua mata mata nya yang terpejam erat dan turun ke bibir merah muda alami itu dan terakhir daniel mengecup perut istri nya yang sedikit membuncit itu.
" Maaf selalu membuat mu sedih, aku kan berusaha lagi agar membuag kamu bahagia dengan aku. maaf belum jadi suami yang sempurna, tapi asal kau tau aku sangat mencintai mu dan calon anak kita." Bisik daniel di depan telingat istri nya.
Daniel pun mengelus perut istri nya dan berbisik.
" Sehat sehat di dalam sana ya, daddy dan mommy mencintai mu." Bisik daniel.
Setelah itu daniel pun membaring kan tubuh nya di samping istri nya dan memeluk istri nya dengan fosesif.