My Sexy Boss

My Sexy Boss
Kesal.



Pagi hari di kediaman Daniel sudah terjadi keributan dengan datang nya Mama dan Papa nya Daniel.


"Ma, Pa. Kalian ini mau apa sih ke sini?" Tanya Daniel dengan jengah saat melihat Mama dan Papa nya yang kini sudah memonopoli istri nya.


"Jadi kamu gak seneng Mama sama Papa datang ke sini?" Tanya Mama nya dengan sinis.


"Bukan nya gak seneng. Tapi kalian aja yang nyebelin kalau ke sini." Jawab Daniel dengan jujur. Karena apa yang tadi dia katakan itu adalah kenyataan nya.


"Dari mana Mama dan Papa nyebelin nya?" Tanya Mama nya lagi.


"Ya seperti sekarang, Mama dan Papa menyebalkan kan." Gerutu Daniel.


"Seperti sekarang bagaimana?" Kini Papa nya yang bertanya pada anak nya, karena dia tidak mengerti apa yang di kata kan anak nya.


"Mama dan Papa me monopoli istri ku." Jawab Daniel dengan kesal.


"Mama dan Papa ini bukan nya me monopoli istri mu, tapi Mama dan Papa hanya sedang melepas rindu sama menantu kita. Ya kan Mas?" Ucap Mama nya sekaligus bertanya pada suami nya itu.


"Iya sayang." Balas Papa nya membuat Daniel ingin muntah dengan ucapan Papa nya yang terakhir.


"Cih sudah bau tanah masih aja pada ganjen."Cibir Daniel membuat Mama dan Papa nya mengalih kan pandangan nya pada Daniel.


"Itu nama nya selalu harmonis. Ya kan Mas?" Ucap Mama nya sekaligus bertanya kembali pada suami nya.


"Iya dong sayang." Jawab Papa membuat Daniel lagi lagi ingin muntah mendengar nya.


"Kapan pulang?" Tanya Daniel membuat orang tua nya melotot tajam ke arah nya.


"Kau ini kejam sekali pada orang tua mu. Kita ini baru saja sampai tapi kau sudah mengusir lagi kami." Gerutu Papa nya pada anak nya yang kurang ajar itu. Sedang kan yang tadi bertanya hanya mengangkat bahu nya dengan acuh.


"Kami ini akan menginap sampai Dinda selesai lahiran." Jawab Mama nya final, tapi membuat Daniel hampir saja jantungan mendengar nya.


"What!!!"Petik Daniel begitu keras membuat Dinda dan orang tua nya yang ada di sana menutup telinga nya.


"Daniel!!"


"Mas!!!"


Teriakan begitu kompak di lontar kan pada Daniel yang masih syok dengan jawaban Mama nya itu.


"Enggak Mama tidak boleh menginap di sini. Apa pun itu alasan nya." Ucap Daniel dengan tegas.


"Kenapa?" Tanya Mama nya yang tak santai lagi menjawab nya.


"Ya karna Daniel tidak mengijin kan Mama dan Papa nginap di sini." Jawab Daniel.


"Kenapa harus minta izin sama kamu. Tanpa meminta izin sama kamu juga Mama dan Papa sudah ada di sini. Ya kan Mas, sayang?" Tanya Mama nya pada suami nya dan juga menantu nya.


"Iya Ma."


"Kalian menyebalkan kan." Setelah mengatakan itu Daniel keluar dari ruang keluarga dan pergi ke ruang kerja nya.


Sedang kan Dinda dan Orang tua nya Daniel hanya bisa tersenyum saja ketika melihat Daniel yang kesal dan memilih pergi.


"Jadi bagaimana? Kita mulai dari mana?" Tanya Mama nya dengan serius.


"Kita kunci Daniel dulu. Baru kita siap kan semua nya."Usul Papa nya dan di setujui oleh Istri nya dan juga menantu nya.


"Baik lah, tapi bagaimana kalau mas Daniel mendobrak pintu nya?" Tanya Dinda dengan cemas.


"Gak bakal bisa, itu pintu nya keras sayang. Jadi susah untuk di dobrak."Jawab Mama nya membuat Dinda sedikit lega.


"Sekarang siapa yang akan ngunci Daniel di ruang kerja?" Tanya Papa nya.


"Biar Dinda aja Pa."Jawab Dinda.


"Ya sudah ambil kunci nya di lemari yang ada di ruang kerja. Kalau kamu udah dapat baru kunci itu pintu nya." Ucap Papa nya memberi instruksi pada Dinda.


"Baik lah."Dinda pun mulai melancarkan rencana nya yang sudah dia dan mertua nya buat untuk memberi kejutan pada suami nya. Karena hari ini suami nya ulang tahun.


Tok...Tok...Tok...


Dinda mengetuk terlebih dulu pintu kerja suami nya karena kalau dia langsung masuk saja dan langsung mengambil kunci nya. Itu akan menimbul kan kecurigaan dari suami nya.


"Masuk."Teriak Daniel dari dalam.


Sedang kan Dinda langsung masuk ke dalam ruang kerja suami nya saat sudah di izin kan untuk masuk.


"Ada apa?" Tanya Daniel dengan menatap istri nya kesal.


"Aku ingin mengambil buku yang ada di lemari itu mas" Ucap Dinda dengan menunjuk lemari yang dia maksud.


"Ambil lah, kalau sudah silahkan keluar dan jangan lupa tutup pintu nya." Ucap Daniel tanpa menatap istri nya karena masih kesal.


"Baik Mas"Dinda pun melangkah dan pura pura mengambil salah satu buku yang ada di saja, lalu dia pun mengambil kunci pintu nya.


"Kalau gitu Dinda keluar dulu Mas." Pamit Dinda sebelum keluar dari ruangan suami nya.


"Iya"Jawab Daniel masih fokus pada berkas nya dan tidak menyadari tingkah aneh istri kecil nya itu.


Dinda pun keluar dari ruang kerja suami nya dan mengunci dengan sangat pelan karena dia takut suami nya tau kalau diri nya mengunci suami nya itu.


***Maaf kemarin tidak bisa up karena author sangat sibuk 🙏


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like,.komen dan jangan lupa juga gift nya supaya author semangat***.