
Mama Daniel, Papa Daniel dan juga Dinda tampak sedang menyiap kan segala nya untuk kejutan yang akan di beri kan untuk Daniel.
"Semua sudah siap?" Tanya Mama nya saat melihat semua nya tampak sudah rapih.
"Sudah Ma." Jawab Dinda, sedang kan Papa nya tampak sedang mencari sesuatu dalam saku nya.
"Mas kamu nyari apa?" Tanya Mama nya yang melihat suami nya itu.
"Aku lagi cari korek yank" Jawab Papa nya.
"Untuk apa korek?" Tanya Mama nya dengan bingung.
"Ya buat nyalain lilin nya dong Ma." Bukan Mama nya yang menjawab melain kan Dinda yang sejak tadi diam dan menyimak pembicaraan mertua nya.
"Ouh astaga, Mama sampai lupa." Ucap Mama nya sambil menepuk kening nya sendiri.
"Dasar pikun." Kini giliran suami nya yang membalas ucapan istri nya.
"Enak aja, Mama ini belum pikun seperti Papa." Sungut nya dengan kesal. Sedang kan orang yang tadi menjawab nya hanya mengangkat bahu nya dengan acuh.
"Udah udah jangan ribut terus, ini kapan kita masuk nya nanti Mas Daniel keburu bangun dong" Ucap Dinda menenangkan mertua nya agar tidak terjadi perdebatan yang akan berlansung panjang, dan Dinda tidak bisa menebak kapan perdebatan nya akan selesai.
"Ya udah sekarang kita masuk." Perintah Papa nya dengan membawa kue ulang tahun nya.
"Tapi kunci nya mana?"Tanya Mama nya.
"Aduh aku menyimpan nya di mana ya?" Petik Dinda dengan panik.
"Kamu gak ingat di mana kunci nya?" Tanya Mama nya yang juga ikut panik.
"Enggak Ma. Tapi kalau di ingat ingat Dinda menyimpan nya di ruang belakang lemari deh." Ucap Dinda sambil mengingat ingat lagi.
"Astaga sayang kenapa bisa ketinggalan segala sih." Gerutu Mama nya dengan kesal.
"Ya udah sekarang Mama dan Dinda ambil dulu ke sana." Perintah Papa nya.
"Baik lah." Dengan langkah yang berat Dinda dan Mama nya melangkah menuju kamar milik Dinda dan Daniel, sesampai nya di sana Dinda dan Mama nya pergi menuju ruang belakang lemari itu.
"Sayang kamu duluan ya yang masuk." Ucap Mama nya sambil menunggu menantu nya yang tampak sedang mengutak atik nomor agar ruangan nya terbuka.
"Kita barengan aja." Usul Dinda dan di angguki oleh Mama nya.
Setelah pintu terbuka dengan lebar, Dinda menggandeng tangan Mama nya dan mulai memasuki ruangan yang sunyi dan menyeram kan menurut Dinda.
"Di mana kamu meletak kan nya sayang?" Tanya Mama nya sambil memgedar kan pandangan nya.
"Aku meletak kan nya dekat komputer Ma." Ucap Dinda dengan menunjuk ke arah komputer.
"Ayo kita ke sana." Ajak Mama nya sambil menarik tangan menantu nya dan menghampiri meja komputer itu.
"Mana?" Tanya Mama nya yang tak melihat ada nya kunci di meja tersebut.
"Coba cari lagi." Ucap Dinda yang juga ikut mencari.
Mereka pun kembali mencari kunci tersebut, sampai akhir nya Dinda lah yang menemukan nya.
"Nah ini Ma kunci nya." Ucap Dinda pada Mertua nya.
"Ya udah yuk kita keluar, Mama udah gak betah di sini." Ajak Mama nya dengan menyeret tangan menantu nya agar keluar dari ruangan tersebut.
'Uh akhir nya.' Gumam Mama nya sambil berjalan menghampiri suami nya yang tengah menunggu nya di ruang keluarga.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya supaya author tambah semangatš„