My Sexy Boss

My Sexy Boss
Nginap lagi.



Siang ini dinda dan daniel memutuskan untuk pulang ke kediaman nya.


Sebenar nya Mama nya daniel menyuruh pada dinda dan daniel untuk menginap lagi, tapi daniel menolak karena dia akhir akhir ini sangat di sibuk kan dengan pekerjaan nya di kantor.


" Niel sebaik nya dinda nginap aja di sini " Ucapan Mama nya berulang kali terdengar di telinga dinda dan daniel.


" Iya niel, Kan kamu di kantor lagi sibuk, otomatis pulang juga pasti larut terus. lalu dinda di rumah sendiri, kalau lagi butuh apa apa nanti gak ada yang bisa bantu dia. Kan kalau dinda di sini, pasti kalau ada sesuatu Mama sama Papa bisa bantu." Ucap Papa nya panjang lebar yang ikut mendukung apa kata istri nya.


Daniel hanya bisa menghembus kan nafas saja mendengar ceramahan Papa nya itu.


Tapi kalau di fikir fikir ucapan Papa nya benar juga.


dia akan sibuk di kantor, kalau dinda di rumah nya otomatis dinda akan sendirian, ya walaupun di rumah nya ada bi ani tapi tetap saja dinda butuh teman mengobrol seperti Mama nya.


" Ya udah sekarang gimana menurut kamu sayang ?" Tanya daniel yang menyerah kan semua nya kepada dinda, karena yang akan menjalan kan nya kan dinda.


Jadi daniel menyerah kan semua nya pada dinda.


" Menurut aku, ucapan Papa ada bener nya juga.


nanti kalau aku tinggal di rumah, aku bakal sendirian selama kamu sibuk di kantor. Tapi yang aku pikirin, Mas gak capek bulak balik ke kantor dan ke rumah Mama ?" Jelas dinda sekaligus bertanya.


" Kamu nyaman nya di mana ?" Bukan nya menjawab pertanyaan dinda, daniel malah berbalik tanya.


" Ya aku mah di mana aja nyaman asal sama kamu mas " Ucap dinda seadanya, tapi emang benar yang di kata kan dirinya. dia akan nyaman di mana saja asal kan dengan suami nya.


" Ya udah selama mas lagi sibuk di kantor, kamu nginap aja di sini " Ucap daniel.


" Nanti mas pulang ke mana ?" Tanya dinda.


" Ya kalau ke buru pulang, Mas akan ke sini. Tapi kalau enggak paling juga tidur di kantor " Ucap daniel.


" Jadi ?" Tanya Papa nya memastikan.


" Dinda akan nginap di sini selama daniel sibuk di kantor. " Ucap daniel.


" Tapi kamu juga jangan terlalu pulang malam niel, Istri kamu juga butuh kamu. Jadi usahakan untuk bisa pulang " Nasehat Mama nya pada anak semata mayang nya.


" Iya Ma."


" Ya udah sekarang kita makan siang dulu, Mama udah nyiapin makanan ke sukaan kamu dan dinda "


Mereka pun pergi menuju meja makan.


" Wow ayam kecap " Mata daniel berbinar saat melihat makanan ke sukaan nya sudah tersaji di meja makan.


" Iya Mama udah nyiapin nya spesial buat kamu " Ucap mama nya dengan tersenyum saat melihat mata anak nya berbinar melihat ayam kecap ke sukaan nya.


" Sayang ayo duduk sini " Ucapan daniel mampu menyedar kan dari lamunan nya.


" Kok bengong sih sayang " Tegur Mama nya yang melihat menantu nya hanya berdiri tanpa ada niat untuk duduk.


" Eh Iy-a Ma " Dinda begitu terkejut mendengar ucapan suami nya dan Mama mertua nya.


"Kok gugup gitu sih ?" Tanya Mama nya curiga dengan tingkah menantu nya.


" Ah enggak kok Ma, tadi cuma kaget aja pas Mama sama mas daniel panggil aku." Ucap dinda.


" Jangan banyak ngelamun sayang, itu gak baik untuk baby nya." Nasehat Mama nya.


" Iya Ma " Dinda hanya bisa menjawab dengan kata iya saja ketika Mama mertua nya menasehati diri nya.


" Ya udah sekarang makan " Perintah Papa nya yang tak bisa di bantah.


Selesai makan siang dinda dan daniel pergi menuju kamar nya, sedang kan Papa dan Mama nya pergi ke belakang tempat Mama nya menanam berbagai jenis sayuran.


Di kamar dinda.


Mereka berdua sedang berbaring dengan posisi kepala dinda di baring kan di atas tangan suami nya.


" Sayang " Panggil Daniel memecah kan keheningan di antara mereka.


" Hmm " Dinda hanya berdeham saja menjawab panggilan daniel.


" Kamu kenapa ?" Tanya daniel heran ketika melihat istri nya yang tampak murung.


" Gak apa apa " Jawab dinda yang kini menenggelam kan wajah nya di perut kotak kotak milik daniel.


" Jangan bohong " Ketus daniel yang tak suka jika istri nya berbohong.


" Bener mas, Aku gak apa apa " Ucap Dinda sambil menatap suami nya agar percaya kalau diri nya baik baik saja.


" Tapi mas liat kamu lagi gak baik baik aja " Ucap daniel.


Dinda pun menghela nafas ketika mendengar ucapan suami nya. Dia paling tidak bisa berbohong pada suami nya, walaupun dia menutupi nya tapi suami nya selalu saja tau kalau dia sedang berbohong atau sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.


" Kenapa ?" Tanya daniel dengan suara lembut, agar istri nya menceritakan apa yang membuat nya murung.


" Besok hari kematian orang tua aku mas " Ucap dinda pelan nyaris berbisik.


" Lalu ?" Dengan sabar daniel mendengar kan apa yang ingin dinda sampai kan.


" Aku ingin ke makam kedua orang tua ku mas." Ucap Dinda.


" Lalu apa masalah nya. ?" Tanya daniel lagi.


" Aku ingin ke sana, Tapi " Dinda menggantung kan ucapan nya.


" Tapi apa ?"


" Tapi aku lagi hamil mas, jadi aku takut terjadi apa apa di sana." Ucap dinda pelan.


" Terjadi apa apa gimana ?"


" Ya aku takut terjadi apa apa sama janin aku mas " Ucap dinda.


" Ya semoga aja enggak sayang." Ucap daniel menenagkan ke takuatan dalam diri istri nya.


" Nanti kita ajak aja Mama sama Papa ke sana, Ya itung itung biar rame." Lanjut nya lagi.


" Mama sama Papa kan sibuk mas " Ucap Dinda, Ya Mama mertua nya selalu sibuk dengan urusan butik nya dan Papa nya sibuk memantau perkembangan perusahaan nya yang ada di luar negri setiap hari.


" Ya kita minta waktu nya aja sebentar." Ucap daniel.


" Aku sih terserah Mama sama Papa aja " Ucap dinda yang tak mau ambil pusing.


" Ya udah sekarang kamu tidur dulu, Jangan terlalu banyak pikiran, Nanti itu mempengaruhi anak kita." Ucap daniel sambil mengelus perut istri nya yang sudah sedikit membuncit.


" Iya." Setelah itu dinda pun terlelap, karena dia sudah tidak kuat lagi menahan kantuk nya.


Daniel pun sama yang menyusul istri nya ke alam mimpi.


Jangan lupa vote, like, komen dan juga hadiah nya.