My Sexy Boss

My Sexy Boss
Melahirkan



Hari ini adalah hari yang paling di tunggu tunggu oleh Dinda dan yang lain nya. Di mana hari ini adalah jadwal operasi caesar nya Dinda.


"Sayang baju sudah di masukin semua?" Pertanyaan yang sejak tadi Dinda tanya kan pada suami nya itu.


"Sudah sayang." Beruntung Dinda mendapat kan suami yang sabar menghadapi nya.


"Kalau selimut nya?" Tanya Dinda lagi.


"Sudah semua sayang, kita tinggal berangkat aja." Balas Daniel.


"Memang nya sekarang jam berapa?" Tanya Dinda.


"Sekarang baru jam setengah sepuluh. Jadi kita masih punya waktu tiga puluh menit lagi." Balas Daniel.


"Baik lah, aku akan bersiap siap dulu." Ucap Dinda dengan bangkit dari duduk nya dan pergi menuju ruang ganti baju untuk mengganti pakaian nya.


Setelah selesai semua nya Dinda, Daniel dan Bibi, Pama nya Dinda pun berangkat menuju rumah sakit tempat di mana Dinda akan melahirkan. Sedang kan untuk Mama dan Papa nya Daniel, mereka akan menyusul saat cucu mereka sudah lahir. Mereka berdua sebenar nya ingin sekali ikut dan menunggu kelahiran cucu mereka, tapi keadaan mereka membuat mereka tidak bisa datang.


Daniel, Dinda dan Bibi, Paman nya Dinda, kini sudah sampai di rumah sakit. Mereka pun mulai memasuki rumah sakit dan berjalan menuju ruangan yang akan di jadi kan tempat operasi Dinda nanti.


Satu jam kemudian.


Suara tangisan bayi begitu menggema di seluruh ruangan operasi Dinda. Mereka semua yang ada di sana mengucap syukur karena Dinda telah melahirkan seorang malaikat kecil berjenis kelamin laki laki.


"Makasih untuk semua nya sayang." Ucap Daniel dengan menghujani ciuman bertubi tubi di wajah istri nya. Sedang kan Dinda hanya mengangguk dengan lemah saja menjawab ucapan suami nya.


Setelah Dinda di bersih kan dan bayi nya pun sudah di bersih kan, mereka memindah kan Dinda ke ruangan VIP yang sudah Daniel pesan untuk kenyamanan semua orang.


"Wah, lucu sekali cucu nenek ini." Ucap Bibi nya Dinda dengan berdecak kagum saat melihat wajah cucu nya yang sangat tampan walaupun masih kecil.


"Iya, dia mirip sekali dengan Daddy nya." Ucap Paman nya Dinda yang juga kagum dengan cucu nya yang terlihat mirip sekali dengan Daniel.


"Benarkah?" Tanya Dinda dengan wajah yang bersinar.


"Iya, coba lihat deh. Dia mirip sekali dengan Daniel."


"Ya, iya lah Paman. Kan Daniel yang bikin nya juga." Ucap Daniel dengan tak tahu malu nya.


"Tapi aku yang ngandung dan melahirkan nya." Balas Dinda dengan mencubit pinggang suami nya dengan gemas.


"Aww sakit sayang." Rengek Daniel membuat Bibi dan Paman nya yang berada di sana meledak kan tawa nya.


"Udah jadi Daddy juga, masa masih aja manja sama istri." Sindir Paman nya.


"Tau tuh, malu dong sama anak." Ucap Bibi nya yang juga ikut meledek suami keponakan nya.


"Sayang." Bukan nya malu, Daniel malah bertambah manja dan kini dia tengah memeluk istri nya dengan manja.


"Mas, yang di katakan Bibi sama Paman itu benar. Kamu ini sekarang udah jadi Daddy, masa kamu masih aja manja sama aku. Malu dong sama anak nanti." Ucap Dinda pada suami nya.


"Aku tahu, tapi aku kayak gini juga pengen di kasih perhatian sama kamu." Ucap Daniel dengan bergelayut manja di tangan istri nya.


"Astaga Mas, baru aja beberapa menit bayi kita lahir. Eh kamu malah udah cemburu sama dia." Ucap Dinda yang tak habis pikir dengan fikiran suami nya itu.


"Mana mungkin begitu, aku bakal usahain supaya bisa meluang kan waktu dengan mu Mas." Balas Dinda.


"Bener?" Tanya Daniel dengan serius.


"Iya, beneran. Aku bakal berusaha agar kita bisa berduaan dan saling memerhati kan satu sama lain seperti kita dulu awal awal menikah sampai sekarang." Ucap Dinda membuat hati Daniel yang tadi nya gundah, seketika langsung tenang.


"Janji ya?" Tanya Daniel lagi.


"Iya janji."


Mereka berdua seakan melupakan kehadiran Bibi dan Paman nya Dinda yang sedang ada di sana sambil menimang nimang anak nya Daniel dan Dinda.


"Dunia serasa milik kita berdua ya gak sayang?" Sindir Paman nya Dinda sekaligus bertanya dan meminta dukungan dari istri nya.


"Iya, yang kain mah ngontrak." Balas Bibi nya Dinda yang juga ikut menyahuti sindiran suami nya.


Sedang kan mereka yang di sindir hanya tersenyum saja saat mendengar nya. Mereka juga membenar kan apa yang di katakan oleh Paman dan Bibi nya, saat mereka sudah bermesraan seperti itu, maka mereka tidak lagi melihat orang di sekitar mereka yang menatap nya dengan tatapan iri nya.


"Udah jangan mesra-mesraan mulu. Nih anak kalian juga butuh asupan nutrisi." Ucap Bibi nya sambil menyerah kan bayi mereka ke tangan Dinda.


Sedang kan Dinda menerima nya dengan tangan bergetar karena merasa haru sekaligus takut, karena ini pertama kali nya dia menggendong anak yang baru saja lahir.


"Iya benar, wajah mu seperti Daddy mu. Tapi semoga sifat mu seperti Mommy. Karena kalau sifat kamu seperti Daddy mu, maka kamu akan terus merugi kan semua orang di sekitar mu." Ucap Dinda pada bayi nya. Bibi dan Paman Dinda pun langsung tertawa mendengar ucapan Dinda. Sedang kan Daniel hanya bisa memasang wajah datar nya saat mendengar ucapan sang istri tercinta nya itu.


"Sayang aku yang buat dia, maka sifat nya juga harus kayak aku." Ucap Daniel dengan wajah cemberut nya.


"Kita Mas, Kita yang membuat nya bareng bareng. Bahkan aku yang mengandung dan melahirkan nya, jadi apa salah nya kalau aku berdoa, suatu hari sifat anak kita seperti ku." Balas Dinda. Sedang kan Daniel hanya mengangguk pasrah ketika kembali mendengar ceramahan istri nya itu.


"Baik lah, nanti sifat kamu seperti Mommy ya." Ucap Daniel pada bayi nya.


Yang lain hanya tersenyum saja melihat Daniel begitu patuh pada Dinda. Dalam hati mereka berkata, kalau Daniel sudah benar benar di jinakan oleh Dinda.


"Oke Daddy." Balas Dinda dengan menirukan suami anak kecil.


Daniel yang merasa gemas pun langsung mengecup bibir istri nya di jalan Paman, Bibi dan anak nya sekaligus.


"Mas!" Protes Dinda dengan wajah yang bersemu merah lantaran malu dengan tingkah suami nya yang selalu saja asal nyosor tanpa melihat orang di sekitar nya dan tempat di sekitar nya.


"Apa sayang? Kamu malu? Jangan malu, Paman dan Bibi juga pasti begitu saat muda. Iya kan Paman Bibi?" Tanya Daniel meminta persetujuan dari Paman dan Bibi nya.


"Iya, bahkan Paman sudah sangat puas." Ucap Paman nya Daniel dengan tak tahu malu nya.


"Tuh denger sayang, Paman juga begitu." Ucap Daniel membela diri nya nya.


Sedang kan kedua wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja saat mendengar dan melihat kelakuan suami mereka berdua.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat.


Mampir juga yuk ke karya author satu ini👇