
Pagi pagi di rumah mewah sedang di buat pusing karena keinginan ibu hamil itu, Bagaimana tidak pusing dinda mengingin kan nasi goreng dengan toping buah mangga dan anggur di atas nya. Dan dinda ingin minuman nya di pakai kan kecap.
Bisa di bayang kan bagaimana rasa itu nasi goreng dan jus mangga di kecapin ?...
" Sayang pliss jangan yang aneh aneh " Daniel masih saja membujuk istri nya.
" Tapi aku ingin mas " Ucap dinda dengan mata berkaca kaca.
" Huhh, Baiklah aku akan membuat nya untuk mu " Daniel hanya bisa pasrah saja dengan ke inginan aneh calon anak nya.
" Eh, Suruh siapa kamu yang masak nya ?" Tanya dinda.
" Ya aku hanya ingin memasakan untuk kamu."
" Tapi aku ingin papa yang memasak nya mas " Ucap dinda dengan lirih tapi masih terdengar oleh daniel.
" Apa?!! " Teriak daniel mengaget kan seluruh rumah.
" Mas kenapa berteriak " Ketus dinda.
" Apa tadi kamu tidak salah ngomong sayang ?" Tanya daniel memastikan.
" Emang aku ngomong apa mas ?" Tanya dinda tak mengerti.
" Kamu ingin makan nasi goreng buatan papa ?" Tanya daniel masih memastikan.
Dinda pun hanya mengangguk sambil tertunduk.
" Sayang apa keinginan mu bisa di ubah ?" Tanya daniel frustasi.
" Gak bisa mas "
" Tapi papa gak bisa masak sayang " Ucap daniel.
" Tapi aku ingin mas. " Dinda mulai mengeluar kan jurus andalan nya.
" Huh baiklah " Dengan pasrah daniel pun pergi ke kamar nya untuk mencari kunci motor nya.
" Mas ke rumah papa mama dulu ya " Ucap daniel saat sudah ada di samping istri nya.
" Aku ikut mas " Dinda sudah berdiri dan bergelayut manja di tangan suami nya.
" Tapi mas akan sebentar sayang " Bujuk daniel.
" Enggak, pokok nya dinda ingin ikut. dinda takut nanti yang bikin nasi goreng nya bukan papa melain kan mama " Ucap dinda dengan keukeuh.
" Tuh kan dia tau aja kalau gue mau minta mama buat bikinin nasi goreng nya." Batin daniel.
" Baiklah " Mereka pun pergi menuju rumah orang tua nya daniel.
Sesampai di sana dengan tidak sabaran dinda memanggil papa nya dengan suara berteriak dan membuat orang yang ada di masion itu mengelus dada masing masing.
" Paa " Teriak dinda dengan tak tau malu nya.
Sedangkan yang sedang di cari nya masih ada di dalam selimut tebal menutupi semua tubuh nya.
" Itu seperti teriakan dinda ". Papa nya daniel pun mulai mengumpul kan semua nyawa nya dan turun dari kasur untuk melihat apa yang terjadi.
" Papa di sini nak " Teriak papa nya dari lantai atas.
Dinda dan daniel pun melangkah menghampiri teriakan papa nya.
" Ada apa ?" Tanya papa nya dengan muka kantuk nya.
" Ini pa, dinda ingin makan nasi goreng tapi nasi goreng nya ingin buatan papa " Daniel menyampai kan semua nya kepada papa nya.
" Nak, tapi papa tidak bisa memasak " Ucap papa nya ikut membujuk menantu nya.
" Tapi--" Ucapan papa nya terputus saat melihat dinda nenangis dan berlari nenuruni tangga dan berteriak memanggil mama mertua nya.
" Mama hiks...hiks..." Dinda terus menangis sambil berkeliling masion mencari mama mertua nya.
" Eh ada apa non ?" Tanya bi asih art di rumah papa mama nya.
" Mama hiks...hiks... Dimana hiks..." Dinda bertanya masih dengan tangisan nya.
" Ouh ibu ada di belakang non, mari bibi antar kan ke sana " Bi asih pun menuntun bumil yang tengah menangis menuju mama mertua nya.
Sesampai di sana dinda langsung berlari dan memeluk tubuh mama nertua nya sambil menangis.
" Eh sayang kamu kenapa ?" Mama nya cukup terkejut dengab kedatangan menantu nya yang tiba tiba dan terlebih lagi dinda dengan keadaan menangis.
" Papa ma hiks..hiks...papa dan mas daniel hiks hiks " Ucap dinda masih dengan tangisan nya.
" Kenapa sama papa dan daniel nak ?" Mama nya tampak panik mendengar nama suami dan anak nya di sebut oleh dinda, dia berfikir daniel dan suami nya terjadi sesuatu pada kedua nya.
" Papa ma hiks...hiks papa gak mau bikinin dinda nasi goreng ma hiks..hiks..." Ucap dinda dengan sesunggukan.
Sedang nya mama nya yang tadi panik langsung berubah ingin tertawa, tapi dia tahan karena takut membuat menantu nya semakin menangis.
" Ouh, jadi kamu mau di bikinin nasi goreng oleh papa hm ?" Tanya mama nya yang kini sudah duduk bersampingan dengan dinda.
" Iya ma " Ucap dinda dengan sisa sisa tangisan nya.
" Baiklah mama akan bujuk ayah agar mau memasak kan nasi goreng untuk kamu " Ucap mama nya sebelum pergi.
Mama nya pun pergi mencari anak dan suami nya, sesampai di sana dia melihat suami dan anak nya sedang ketar ketir bersembunyi karena takut di marahi oleh ibu presiden.
" Hai mau kemana kalian berdua ?" Teriak mama nya ketika melihat anak dan suami nya akan pergi melalui jalan tersembunyi
Sedangkan dua pria yang berbeda generasi itu mengumpat karena ketahuan oleh ibu presiden.
" Mampus " Batin papa nya dan daniel.
" Kesini kalian " Perintah mama nya sambil berkacak pinggang.
Pria beda generasi pun menurut saja sambil menundukan kepala nya karena takut melihat wajah garang mama nya.
" Kau " Tunjuk mama nya ke arah suami nya sendiri.
" Kenapa kau tidak mau memenuhi keinginan calon cucu ku ?" Tanya mama nya.
" Ma, mama tau kan kalau papa tidak bisa memasak dan satu lagi itu juga cucu papa bukan cucu mama saja " Ucap papa nya dan di akhiri perotesan karena istri nya menganggap kalau anak nya di kandung dinda hanya cucu nya sendiri.
" Tapi ini permintaan cucumu juga pa, jadi tolong kabul kan lah " Ucap mama nya memohon.
" Baiklah " Papa nya pun tak tega melihat menantu nya menangis dan istri nya memohon mohon pada nya.
" Nah gitu dong, nanti cucu kita gak jadi ileran nya " Ucap mama nya sambil melangkah pergi meninggal kan dua pria yang beda generasi yang sedang melongo mendengar ucapan akhir mama nya.
" Apa yang tadi mama katakan ?" Tanya papa nya kepada anak nya.
" Ileran pa " Jawab daniel.
Mereka berdua pun hening dan membayang kan anak dan cucu nya ileran.
" Ihh, papa gak mau punya cucu ileran nanti " Teriak papa nya sambil menuruni tangga untuk membuat kan nasi goreng.
" Ihh, aku juga tidak ingin punya anak ileran nanti " Batin daniel yang ikut menyusul papa nya yang sudah turun lebih dulu.
Jangan lupa vote dan like nya.