
Hari semakin siang, Sepasang suami istri dan satu orang wanita paruh baya tapi masih terlihat muda, itu tampak masih betah mengobrol sampai mereka tidak menyadari kalau hari sudah menunjuk angka dua belas siang.
Tiba tiba obrolan mereka terhenti saat mendengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan rumah, sudah bisa meteka tebak siapa pemilik mobil tersebut.
Dan benar saja tak lama kemudian datang pria paruh baya tapi masih terlihat hot dan gagah mulai memasuki ruang keluarga.
Sesampai nya di sana pria itu langsung duduk di samping wanita paruh baya dan menyempat kan mencium kedua pipi nya terlebih dulu.
"Kalian sedang apa ?" Tanya Papa nya.
"Biasa Pa kami hanya sedang mengobrol saja." Ucap Daniel kepada Papa nya. Sedang kan Papa nya hanya mengagguk saja.
"Papa kenapa ke sini ?" Tanya Mama nya yang duduk di samping suami nya.
"Ya mau jemput kamu yank." Ucap Papa nya sambil menoleh dan menatap ke arah istri nya.
"Kan Mama gak minta di jemput." Ucap Mama nya yang tak merasa minta di jemput pada suami nya.
"Daniel yang nyuruh Papa bawa Mama pulang." Ucap Papa nya dengan santai sambil menunjuk ke arah anak nya.
"Daniel!!" Teriak Mama nya begitu menggema di seluruh masion milik daniel.
"Ma jangan berteriak, Nanti anak aku takut." Ucap Daniel sambil menutup telinga nya dengan satu tangan, dan tangan satu lagi nya mengusap perut dinda dengan lembut.
"Kau ini, Mama kan sudah bilang semalam kalau Mama mau nginap di sini selama tiga hari bukan satu hari." Ucap Mama dengan emosi.
"Sayang, Jangan lama lama nginap nya di sini. Nanti kalau kamu nginap di sini, siapa yang akan kelonin aku ?" Tanya Papa nya dengan wajah memelas.
"Mas kau ini sudah bangkotan, Kenapa masih ingin di kelonin sih." Gerutu Mama nya membuat dinda dan daniel tertawa pelan melihat raut wajah Papa nya yang tampak datar saat mendengar ucapan istri nya itu.
"Sayang ayo kita pulang sekarang." Ajak Papa nya sambil menarik tangan istri nya tanpa memperduli kan gerutuan istri nya.
"Mas aku belum pamit sama dinda dan cucu Mama." Ucap Mama nya menghenti kan langkah Papa nya.
"Ya udah mas juga mau pamit dulu sama cucu Papa dan menantu Papa." Ucap Papa nya yang menarik kembali istri nya dan menghampiri menantu dan anak nya yang sedang menatap nya.
"Kenapa?" Tanya Daniel pada orang tua nya yang kembali lagi.
"Mama dan Papa mau pamit dulu sama mantu dan cucu Mama Papa." Ucap Mama nya ketus.
"Sayang Mama pulang dulu ya, Kalau daniel melakukan hal aneh kamu bilang aja ya ke Mama." Ucap Mama nya sambil melirik sinis ke arah anak nya. Sedang kan daniel hanya mengangkat bahu acuh.
"Gue gak yakin kalau gue anak kandung Mama dan Papa." Batin daniel.
"Iya Ma." Ucap dinda sambil tersenyum.
"Hai cucu Mama, Mama mau pamit pulang nih. Sehat sehat ya di perut Mommy nya, Jangan buat Mommy kamu kesakitan ya." Ucap Mama nya sambil berbicara pada calon cucu nya.
"Iya Mama." Ucap dinda meniru kan suara anak kecil, Daniel dan orang tua nya hanya tersenyum mendengar nya.
"Hai cucu nya Papa, Kamu kangen gak sama Papa? Pasti kangen dong. Sayang sehat sehat ya di perut Mommy ya, jangan buat Mommy kesusahan seperti daddy mu selalu menyusah kan Mommy mu." Ucap Papa nya sambil menatap anak nya yang hanya memasang wajah datar nya.
"Ya udah kalau gitu Papa dan Mama pulang dulu, Kamu jangan lupa jaga kesehatan nya ya. Kalau ada apa apa langsung hubungi Papa dan Mama." Pesan Papa nya kepada menantu nya.
"Iya Pa." Jawab dinda dengan mengangguk kan kepala nya.
"Kalau gitu Papa dan Mama pulang dulu." Pamit Papa dan Mama nya.
"Iya, Hati hati di jalan." Ucap daniel dan dinda dengan kompak.
"Pasti."Ucap Papa nya, setelah mengatakan itu mereka pun keluar dan pergi meninggal kan kediaman daniel menuju kediaman nya.
"Sayang mau mampir dulu gak ke super market ?" Tanya Papa nya sambil fokus menyetir.
"Enggak deh Mas." Ucap Mama nya menoleh sebentar ke arah suami nya.
"Kenapa ?" Tanya Papa nya mengambil tangan istri nya lalu mengenggam nya dan sesekali mengecup nya.
"Siapa yang kenapa Mas ?" Tanya Mama nya bingung dengan pertanyaan suami nya.
"Kamu kenapa ?" Tanya Papa nya mengulangi lagi pertanyaan nya.
"Aku gak apa apa mas." Ucap Mama nya.
"Terus kenapa dari tadi diam aja? Kamu marah karna aku jemput kamu ?" Tanya Papa nya.
" Aku gak marah kok mas, cuma kesel aja sama anak kamu itu." Ucap Mama nya.
"Dia juga anak kamu sayang " Ucap Papa nya sambil mengelus surai indah milik istri nya.
"Iya iya dia anak ku." Ucap Mama nya dengan suara setengah ketus. Sedang kan Papa nya hanya tertawa kecil melihat wajah kesal istri nya.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah nya, Mereka pun turun dan langsung menuju kamar nya untuk mengistirahat kan tubuh mereka.
Sedang kan daniel dan dinda langsung pergi ke kamar yang ada di lantai bawah.
"Sayang kamu lelah gak ?" Tanya daniel yang kini sedang berbaring berdua dengan sang istri di atas kasur.
"Sedikit Mas."Jawab dinda.
"Ya udah tidur aja." Ucap daniel mengusap punggung istri nya dengan lembut.
"Mas juga tidur."Ucap dinda sebelum memejam kan mata nya.
"Iya." Mereka pun terlelap dengan posisi saling berpelukan.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa gift nya.