My Sexy Boss

My Sexy Boss
Naik motor.



Matahari tampak sudah mulai muncul dari peraduan nya, tapi itu semua tidak membuat seorang pria yang sedang tidur di selimut tebal terbangun, sampai akhir nya usapan lembut membuat nya terpaksa membuka mata kedua mata nya.


" Mas ayo bangun ini sudah siang " Ucap wanita itu sambil tersenyum teduh.


" Sebentar lagi " Jawab pria itu, bahkan kini tangan nya sudah membelit di pinggang sang istri.


" Tapi ini sudah siang mas, waktu nya mandi kalau sudah mandi nanti aku ingin jalan jalan ke taman kota " Ucap wanita itu sambil berusaha membuka belitan tangan suami nya.


" Ck kau menyebal kan sayang " Setelah itu pria itu pun turun dari kasur king size nya dan menuju kamar mandi.


Sedangkan sang wanita hanya bisa menggeleng kan kepala saja melihat kelakuan suami nya yang semakin hari semakin manja kepada nya.


Ya wanita tadi adalah dinda dan yang pria itu adalah daniel.


Hari ini adalah hari libur jadi dinda memutus kan untuk berjalan jalan dan menghirup udara luar, dia memutus kan mengajak suami nya ke taman kota yang ada di dekat masion milik orang tua nya daniel.


Ceklek.


" Mana baju ganti punya ku sayang ?" Tanya daniel saat tak melihat baju ganti nya yang biasa nya ada di atas kasur.


" Sebentar mas " Dinda pun pergi ke ruang ganti untuk mrngambil pakaian suami nya dan memberikan nya kepada suami nya itu.


" Kamu mau kemana jalan ke mana sayang ?" Daniel bertanya sambil melangkah kan kaki nya menurini setiap tangga, jangan lupa kan tangan nya yang sudah anteng di pinggang ramping milik dinda.


" Ke taman kota aja mas " Jawab dinda.


" Taman mana ?" Tanya daniel yang kini sudah duduk di meja makan dan dinda sedang menyiap kan makanan untuk suami nya.


" Taman yang dekat dengan rumah mama mas " Ucap dinda meletak kan piring makanan nya di hadapan suami nya.


" Gak mau ke Mall ?" Tanya daniel sambil nenyuap kan makanan nya ke dalam mulut nya.


" Gak ah, bosen ke Mall mulu " Ucap dinda.


Daniel pun hanya berkekeh saja mendengar jawaban yang keluar dari mulut istri nya itu, sudah dia tebak kalau dinda tidak pernah ingin ke Mall, kalau sedang dengan mama nya baru dinda akan mau pergi ke sana.


Menurut daniel, dinda itu wanita yang berbeda dengan wanita lain lain nya, biasa nya para wanita itu hobby nya berbelanja baju, sepatu, tas, make up, atau perhiasan, tapi beda dengan dinda yang tak ingin memakai barang brand dan berbelanja barang seperti wanita di luaran sana, dinda lebih suka belanja sayuran ketimbang barang barang yanv menurut nya tak terlalu penting.


Dan sifat itu lah yang membuat daniel mencintai istri nya itu, selain cantik dan lemah lembut dinda pun wanita mandiri dan tidak boros.


Sambil menunggu suami nya yang sedang makan dinda pun pergi ke kamar untuk bersiap siap, setelah itu dia pun turun lagi dan melihat suami nya sudah ada di ruang keluarga sedang duduk menghadap ke arah tv dan tidak menyadari kalau dinda sedang memperhati kan nya dari belakang karena emang posisi sofa nya membelakangi pintu.


" Mas " Dinda menyentuh tangan daniel guna menyadar kan suami nya kalau dia ada di samping nya.


" Eh sayang, Kamu udah selesai siap siap nya ?" Tanya daniel yang kini sudah berdiri di hadapan sang istri.


" Udah "


" Ya udah yuk " Mereka pun keluar menuju garasi tempat mobil dan motor di simpan.


" Sayang mau pakai mobil atau motor ?" Tanya daniel yang melihat dinda tampak ingin sekali menaiki motor.


" Motor boleh ?" Tanya dinda tampak ragu.


" Makasih mas " Ucap dinda sambil mengecup pipi kanan suami nya itu.


" Sayang ini enggak ?" Tanya daniel menyentuh bibir nya.


" Ihh dasar " Gerutu dinda tapi dia juga menuturi apa yang di ingin kan suami nya itu.


" Jangan cemberut sayang, nanti mas pengen makan kamu nih dan gak jadi jalan nya. " Ucap daniel dengan wajah mesum nya.


" Ih dasar mesum " Gerutu dinda.


" Yang di mesumin nya juga mau ?" Goda daniel menaik turun kan alis nya.


" Ya ya terserah kamu deh mas " Dinda yang malas berdebat dengan suami nya, memutus kan untuk mengalah saja dari pada terus saja berdebat dan tidak jadi jalan.


" Kapan nih kita jalan nya kalau debat mulu kayak gini mas ?" Tanya dinda dengan kesal mood nya langsung rusak karena daniel mengajak nya berdebat.


" Ya sekarang dong sayang, kamu mau pilih yang mana motor nya yank ?" Tanya daniel menghibur sang istri agar tidak lagi kesal kepada nya.


" Yang itu " Tunjuk dinda ke arah motor yang berwarna hitam.


" Oke baik lah." Daniel pun mulai menyalakan mesin motor nya dan memanas kan nya sebentar.


" Ayo sayang naik " Ucap daniel mengulur kan tangan nya agar mempermudah dinda naik.


" Iya mas " Dinda pun dengan hati hati naik, karena dia baru pertama kali nya menaiki motor besar apalagi dengan seorang pria.


" Udah ?" Tanya daniel menoleh ke arah belakang nya.


" Udah mas " Jawab dinda sambil tersenyum manis.


" Baiklah pegangan yang kuat ya " Ucap daniel sebelum menjalan kan motor nya.


" Iya " Jawab dinda sambil mengerat kan pelukan nya.


Mereka pun berjalan jalan ke taman setelah itu mereka melanjut kan lagi mencari makan siang terlebih dahulu dan setelah makan siang mereka kembali berjalan jalan mengelilingi kota jakarta.


Jam menunjuk angka lima, itu arti nya hari sudah sore tapi daniel dan dinda tampak engan untuk pulang karena hanya hari libur saja dinda bisa bersama suami nya seharian dan oleh karna itu lah dinda tak ingin cepat pulang, dia ingin terus menghabis kan waktu berdua seperti remaja yang sedang pacaran.


" Sayang ini sudah mau Magrib sebaik nya kita pulang, karena tidak baik untuk wanita hamil keluar magrib magrib. " Ajak daniel yang kini berjalan menuju motor nya yang terparkir rapi di depan restoran sederhana.


" Baiklah " Dinda pu. menurut apa yang di kata kan suami nya walau pun dia sedikit kecewa karena harus kembali ke rumah lagi.


" Sayang mas janji kalau ada waktu luang lagi, kita akan naik motor lagi " Hibur daniel ketika melihat istri nya tampak murung saat di perjalanan.


" Iya mas " Hanya dua kata yang keluar dari mulut dinda.


Di dalam perjalanan tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan, daniel pikir dinda sedang marah kepada nya karena sudah mengajak nya pulang tapi ternyata dinda tidur di belakang nya sambil terus memeluk tubuh suami nya.


...Jangan lupa vote, dan like....