My Sexy Boss

My Sexy Boss
Taman kota.



Siang hari nya, Daniel dan Dinda memutus kan untuk berjalan jalan ke taman kota. Memang akhir akhir ini Daniel sangat sibuk dengan pekerjaan kantor nya, hingga dia tidak bisa meluang kan waktu nya pada istri nya itu. Dinda sebagai seorang istri juga memahami ke sibukan suami nya itu, dia tidak pernah mengeluh pada Daniel.


Saat ini mereka sedang duduk di bangku taman kota yang banyak di kunjungi oleh orang orang.


"Saya mau beli ice krim gak?" Tanya Daniel sambil menunjuk tukang ice krim yang ada di sana.


"Memang boleh?" Tanya Dinda dengan ragu.


"Tentu saja boleh, memang nya sejak kapan mas melarang kamu untuk makan ice krim hm?" Ucap Daniel sekaligus bertanya. Sedang kan Dinda hanya menggeleng saja menjawan pertanyaan suami nya.


Sejak Dinda hamil, Daniel selalu membawa makanan yang dia beli dari luar untuk istri tercinta nya. Daniel takut nanti anak nya kekurangan makanan, pada hal di rumah Dinda selalu makan banyak dan selalu mempunyai cemilan yang selalu dia simpan di dalam lemari nya tanpa sepengetahuan Daniel. Bukan nya Dinda ingin menyembunyi kan nya dari Daniel, tapi dia takut Daniel tidak mengizin kan makan cemilan itu karena itu adalah cemilan pedas yang dia pesan di aplikasi oneline.


"Aku ingin rasa coklat mas."


"Baik lah kamu tunggu di sini, Mas mau beli dulu ice krim nya." Ucap Daniel sebelum pergi.


"Iya." Daniel pun pergi menuju tukang ice krim. Sedang kan Dinda hanya duduk sambil menunggu suami nya yang sedang membeli ice krim untuk nya.


"Nih sayang." Daniel menyerah kan ice krim coklat kepada istri nya, dan Dinda menerima nya dengan senang hati.


"Makasih Mas." Ucap Dinda dan di angguki oleh Daniel.


"Sama sama sayang." Jawab Daniel sambil mengelus rambut istri nya yang di ikat kuda.


"Mas mau?" Tawar Dinda, sedang kan Daniel hanya menggeleng kan kepala saja.


"Tidak, Mas tidak suka sayang."


Dinda pun hanya mengangguk saja dan mulai memakan ice krim nya, sedang kan Daniel hanya menatap istri nya saja yang sedang lahap memakan ice krim.


Setelah memakan ice krim, Daniel dan Dinda memutus kan untuk pulang. Karena hari sudah semakin beranjak siang.


"Kamu mau beli sesuatu sebelum pulang?" Tanya Daniel sambil menyala kan mesin mobil nya.


"Gak deh Mas."


"Yakin? Nanti kalau udah sampai rumah, malah pengen beli sesuatu lagi."


Bukan apa apa Daniel bertanya seperti itu, istri nya itu sangat menyebal kan saat di tanya mau beli sesuatu atau tidak? Pasti jawaban nya tidak. Tapi saat sudah sampai di rumah, Dinda malah menyuruh nya untuk putar balik ke supermarket untuk membeli sesuatu yang di ingin kan nya.


Menyebal kan sekali bukan?


"Kayak nya sekarang lagi gak mau apa apa deh Mas. Jadi langsung pulang aja." Ucap Dinda dengan menatap wajah suami nya yang tengah fokus pada jalanan.


"Yakin?" Tanya Daniel tak yakin.


"Baik lah kita langsung pulang sekarang."


Tak terasa mobil yang di kendarai oleh Daniel sampai di pekarangan rumah nya. Dengan cepat Daniel turun dari mobil dan mengintari mobil itu dan membuka pintu itu untuk istri nya.


"Makasih Mas." Ucap Dinda dengan menatap suami nya sambil tersenyum manis.


"Sama sama." Balas Daniel dengan menuntun istri nya untuk masuk ke dalam rumah.


Sesampai nya di dalam, Daniel dan Dinda sudah di suguh kan aroma masakan bibi nya yang lezat itu. Seketika Dinda langsung melepas kan tangan suami nya yang ada di pinggang nya, lalu berjalan dengan tergesa gesa menuju dapur dan menghampiri bibi nya yang sedang memasak.


"Bibi sedang masak apa?" Tanya Dinda sesampai nya di sana.


"Ini bibi lagi masak sayur asam." Jawab bibi nya tanpa repot repot menoleh ke arah keponakan nya.


"Lalu itu apa?" Tanya Dinda lagi.


"Itu semur nama nya nak."


"Daging apa?" Tanya Dinda dengan jiwa kepo nya.


"Daging sapi." Dengan sabar bibi nya menjawab setiap pertanyaan keponakan nya itu.


"Lalu itu apa bii?" Tanya Dinda kembali sambil menunjuk makanan yang dia maksud.


"Itu daging sapi yang di rendang."


"Benarkah?" Tanya Dinda dengan antusias.


"Iya, kenapa memang nya? Apa kamu mengingin kan nya?" Tanya Bibi nya.


"Iya bi, udah beberapa hari yang lalu aku ingin makan itu. Tapi pelayan di sini tidak ada yang bisa masak rendang." Ucap Dinda.


"Kenapa kamu tidak bilang pada bibi saat bibi udah ada di sini?"


"Saat itu aku lupa bi." Jawab Dinda dengan cengengesan. Sedang kan Bibi nya hanya menggeleng kan kepala saja


"Ya udah sekarang kamu ganti dulu pakaian nya, kalau sudah kita langsung makan bersama." Ucap Bibi nya dan di angguki oleh Dinda.


Dinda pun bergegas pergi menuju kamar nya untuk berganti pakaian dan memberi tahu suami nya untuk makan siang karena sudah waktu nya.


Maaf baru up lagi🙏


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author semangat🔥