
Saat daniel membuka ponsel milik nya, Daniel di buat menyerit saat melihat nomor asing menelpon diri nya.
Daniel pun mengabai kan nomor itu, tapi tampak nya yang mempunyai nomor itu tidak menyerah untuk menghubungi daniel.
Dengan terpaksa daniel pun mengangkat nomor asing itu.
" Hallo "
" Sayang, kenapa telpon aku di angkat nya lama sih ?" Rengekan manja wanita di seberang sana membuat daniel kaget.
" Mau apa kamu ?" Tanya daniel dengan dingin saat menyadari kalau yang menghubungi dia adalah mantan kekasih nya yang pernah datang ke kantor nya dan membuat kesalah pahaman antara diri nya dengan sang istri.
" Sayang, kamu kok ngomong nya gitu. Aku menghubungi kamu karena aku kangen sama kamu." Ucap Angel mantan kekasih nya daniel.
" Dengar ya angel, kita sudah tidak mempunyai hubungan apa pun. Jadi jangan ganggu aku dan istri ku lagi." Ucap daniel dengan dingin.
" Sayan– " Belum sempat angel menjawab ucapan daniel, tapi daniel sudah lebih dulu memutus kan panggilan nya dan langsung memblokir nomor itu.
" Nelpon sama siapa sih mas ?" Tanya dinda yang tiba tiba datang dan duduk di samping daniel, membuat daniel kaget dan hampir menjatuh kan ponsel milik nya.
" Sayang, kamu ngagetin aja." Ucap daniel dengan mengelus dada nya karena kaget.
Sedang kan dinda hanya mengangkat bahu acuh saja.
" Kok gak di jawab ?" Tanya dinda lagi.
" Jawab apa sayang ?" Tanya daniel tak mengerti.
" Siapa yang nelpon mas tadi ?" Tanya dinda.
" Orang gak jelas." Balas daniel dengan asal.
" Masa sih ?" Tanya dinda tak percaya.
" Bener sayang, tadi yang hubungin mas cuma orang gak jelas aja." Ucap daniel.
" Tapi kok kayak serius banget." Ucap dinda terus menyudut kan suami nya.
" Sayang kamu gak percaya sama mas ?" Tanya daniel mengalih kan pembicaraan.
Dinda yang melihat raut serius dari suami nya, Jadi tidak ingin memperpanjang lagi masalah.
" Percaya kok mas." Ucap dinda.
" Ya udah yuk kita tidur, ini udah malam." Ajak daniel saat melihat jam ding ding sudah menunjuk angka sepuluh malam.
Sedang kan dinda hanya mengangguk saja dan mengikuti suami nya yang sudah lebih dulu tidur.
Pagi hari nya.
Tingg...
Ponsel milik daniel berdering menanda kan ada pesan masuk.
Dengan mata yang setengah mengantuk daniel pun mengambil ponsel itu dan melihat nya.
" Sayang aku juga ada di maldives untuk nyusul kamu." Isi pesan itu.
Daniel pun langsung bangun dari baringan nya dengan mata membola.
Daniel pun segera menghapus pesan itu, setelah itu daniel pun langsung turun dari kasur dan menuju kamar mandi untuk membersih kan badan nya.
Setelah selesai daniel pun langsung menuju lemari yang ada di kamar itu, sesampai di sana daniel langsung memberes kan semua pakaian yang dia bawa dan langsung memasuk kan nya kedalam koper milik nya dan dinda.
Setelah selesai daniel pun membangun kan dinda, karena dia ingin segera pulang lagi ke tanah air sebelum dia dan sang istri bertemu dengan sang mantan.
Daniel tidak ingin kejadian yang sudah berlalu terulang kembali dan mempengaruhi rumah tangga nya dengan dinda.
" Sayang." Panggil daniel dengan mengguncang kan tubuh istri nya dengan lembut.
" Eghh " Dinda hanya mengeliat saja tanpa membuka mata nya.
" Sayang, ayo bangun. Kita akan pulang sekarang." Ucap daniel mampu membangun kan dinda.
Mendengar ucapan sang suami, dinda pun langsung duduk dan menatap suami nya tak percaya.
" Serius mas ?" Tanya dinda dengan mata berbinar.
" Iya." Balas daniel dengan mengelus rambut sang istri yang tampak kusut karena baru saja bangun tidur.
" Baik lah, aku akan mandi dulu." Dengan girang dinda pun langsung turun dari kasur dan langsung menuju kamar mandi.
Dua puluh menit kemudian, dinda pun sudah selesai dengan acara mandi nya. Dia pun langsung memakai pakaian yang sudah di siap kan oleh suami nya.
Setelah selesai dinda pun menghampiri suami nya yang tengah berada di balkon kamar yang mereka tempati.
" Mas." Panggil dinda sambil menepuk pundak suami nya yang sedang membelakangi nya.
" Eh, sayang kau sudah selesai ?" Tanya daniel membalik kan badan nya dan melihat istri nya yang tampak sudah rapih dengan pakaian nya.
" Sudah."
" Ya udah yuk kita berangkat, pesawat nya udah siap." Ajak daniel mengandeng tangan istri nya dan keluar dari kamar villa itu.
Tiga puluh menit, yang di tempuh daniel dan dinda untuk sampai di bandara.
Mereka pun turun dari mobil nya dan melangkah memasuki jet pribadi milik keluarga daniel.
Berjam jam di tempuh oleh daniel dan dinda untuk sampai di tanah air, akhir nya mereka sampai di bandara soekarno. Di sana sudah ada mobil yang di siap kan oleh Raka.
Setengah jam, dinda dan daniel pun sampai di kediaman nya.
" Kau istirahat lah sayang, kalau butuh sesuatu kamu pergi aja ke ruang kerja, aku ada di sana." Ucap daniel sebelum meninggal kan istri nya di kamar.
" Iya mas." Setelah itu dinda pun langsung membaring kan tubuh nya dan terlelap karena lelah menghabis kan beberapa jam perjalanan.
Sedang kan daniel pergi ke ruang kerja nya untuk membahas sesuatu yang penting dengan Raka.
" Jadi bagaimana ?" Tanya daniel pada Raka yang kini sudah duduk di hadapan nya.
" Gue udah urus semua nya, jadi loh tenang aja." Balas Raka
" Bagus lah, gue gak mau rumah tangga gue di ganggu lagi sama dia." Ucap daniel dengan bernafas lega karena angel sudah di urus oleh Raka.
Setelah selesai dengan urusan nya daniel pun kembali lagi ke kamar nya untuk ikut istirahat bersama sang istri, sedang kan Raka balik lagi ke kantor nya karena masih banyak yang harus dia kerjakan.
Jangan lupa vote, like, komen dan juga gift nya.