My Sexy Boss

My Sexy Boss
Mangga Muda.



Hari berlau hari tak terasa kesibukan daniel di kantor sudah selesai, Hari ini daniel dan dinda akan kembali ke rumah nya yang di tinggal sudah hampir satu bulan lama nya.


" Ayo buru mas, aku udah gak sabar ingin pulang dan tidur di kamar kita " Rengek dinda dari satu jam yang lalu.


" Sebentar sayang, Mas masih ada beberapa email yang harus mas kerja kan di sini." Ucap daniel tanpa melihat ke arah istri nya yang tengah merengek ingin segera pulang ke rumah nya.


Mendengar jawaban suami nya membuat dinda jengkel dan jengah dengan kesibukan suami nya itu.


Dinda pun melangkah pergi meninggal kan suami nya yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya.


Sesampai di lantai bawah dinda melihat ibu mertua nya sedang membawa buah mangga muda di tangan nya, entah kenapa tiba tiba saja dinda menginginkan mangga muda itu.


Dengan hati hati dinda menghampiri mertua nya yang tengah mengupas mangga muda itu di dapur.


" Ma." Mama nya pun menoleh menatap menantu nya yang tengah berdiri di samping nya.


" Iya sayang ?" Sahut Mama nya.


" Itu punya siapa Ma ?" Tanya dinda hati hati.


" Apa ?" Tanya Mama nya tak mengerti.


" Itu mangga muda yang lagi Mama kupas " Tunjuk Dinda ke arah mangga tersebut.


" Ouh, Ini punya Mama." Jawab Mama nya.


" Kenapa? Kamu pengen ?" Tebak Mama nya lagi.


Tanpa sadar dinda mengangguk kan kepala nya.


" Ya udah nih buat kamu " Ucap Mama nya menyerah kan mangga nya pada menantu nya.


" Eh, Emang boleh Ma ?" Tanya dinda terkejut ketika mangga nya di berikan kepada nya.


" Boleh dong sayang " Jawab Mama mertua nya sambil mengelus surai indah milik menantu nya.


" Ouh iya, Daniel mana ?" Tanya Mama nya ketika tidak melihat anak nya bersama menantu nya.


" Mas daniel sibuk terus sama kerjaan nya Ma." Ucap dinda dengan merajuk.


" Ya udah nanti Mama marahin biar gak terlalu sibuk sama pekerjaan nya." Ucap Mama nya.


" Makasih ya Ma " Ucap dinda dengan tulus.


" Iya sama sama sayang " Balas Mama nya sambil tersenyum teduh.


" Papa kemana Ma ?" Tanya dinda saat diri nya tidak mendapati Papa mertua nya yang selalu membuntuti istri nya.


" Papa ada pekerjaan di luar kota "


" Sejak kapan berangkat nya? Kok dinda gak tau sih ?" Tanya dinda yang tidak melihat Papa mertua nya pergi.


" Papa berangkat nya tadi subuh sayang, jadi wajar aja kamu gak liat Papa berangkat." Ucap Mama nya menjelas kan, sedangkan dinda hanya mengangguk ngangguk kan kepala saja.


" Kenapa belum di kupas sayang ?" Tanya Mama nya ketika menyadari kalau menantu nya belum mengupas mangga nya.


" Hehee... Dinda gak bisa ngupas nya Ma " Jawab dinda dengan cengengesan, sedangkan Mama mertua nya hanya bisa menepuk kening nya sendiri ketika mendengar jawaban menantu nya.


" Kenapa gak bilang dari tadi " Ucap Mama nya dengan sedikit kesal.


" Dinda gak mau ngerepotin Mama " Ucap dinda.


" Sayang, Mama enggak ngerasa di repotin." Ucap Mama nya.


Mama mertua nya hanya menggeleng kan kepala saja melihat menantu nya yang tidak ingin dia di repot kan.


setelah selesai dinda pun langsung membawa mangga muda nya ke meja makan dan langsung melahap nya dengan rakus, karena dia memang sangat menginginkan mangga itu dari beberapa hari yang lalu, tapi daniel melarang nya karena menurut nya itu sangat asam dan tidak baik untuk kandungan dinda.


" Kata siapa ini tidak ada yang akan mengambil nya ?" Tanya dinda masih dengan kunyahan nya.


" Maksud nya ?" Tanya Mama nya tak mengerti.


" Mas daniel akan mengambil nya Ma, kalau dia melihat aku lagi makan ini " Ucap dinda menjelas kan.


" Emang nya kenapa ?" Tanya Mama nya lagi.


" Mas daniel melarang dinda untuk makan mangga muda." Ucap dinda.


Belum sempat Mama nya menjawab ucapan dinda, tiba tiba dari arah tangga daniel menghampiri mereka dengan menatap nyalang ke arah istri nya dan Mama nya.


" Siapa yang ngizinin kamu makan mangga muda ?" Tanya daniel dengan datar dan dingin.


Glekk.


Dinda menelan saliva nya dengan susah payah ketika melihat tatapan tajam suami nya dan suara dingin suami nya.


" Ma-" Belum sampai dinda melanjut kan perkataan nya, tapi Mama nya sudah memotong nya.


" Mama." Tantang Mama nya.


" Ma mangga muda itu kan asam, gak baik untuk janin dinda nanti." Ucap daniel dengan suara melemah karena dia takut durhaka kepada Mama nya.


" Emang kamu mau anak kamu nanti ileran ?" Tanya Mama nya dan di sambut gelengan dari daniel.


" Enggak Ma " Ucap daniel dengan menelan ludah nya susah payah ketika membayang kan anak nya nanti banyak air liur nya.


" Ya maka nya, Turutin kemauan ibu hamil, supaya anak nya enggak ileran nanti." Ucap Mama nya.


" Iya iya, sekarang terserah kamu mau apa sayang mas bakal izinin kamu makan apa aja yang kamu pengen." Ucap daniel.


" Nah gitu dong, kalau gak mau anak nya ileran " Ucap Mama nya sambil melangkah meninggal kan pasangan suami istri yang sebentar lagi akan mencari orang tua.


" Mas Mau ?" Tanya dinda menawar kan mangga muda kepada daniel.


" Enggak sayang " Tolak daniel dengan halus.


" Kenapa ?" Tanya dinda.


" Takut asam " Jawab nya dengan jujur.


" Enggak asam mas, ini enak malahan " Ucap Dinda yang begitu menikmati mangga muda nya.


" Yaudah abisin kalau enak, Mas mau ke kamar dulu " Ucap daniel sebelum meninggal kan dinda.


" Iya mas " Daniel pun pergi meninggal kan istri nya yang tengah menikmati mangga muda nya.


Sedangkan dinda menikmati kembali mangga muda nya tanpa memperduli kan lagi suami nya yang tengah sibuk dengan berkas berkas nya lagi.


selesai dengan makan mangga nya dinda pun pergi naik ke lantai atas untuk pergi menuju kamar nya.


" Sayang " Panggil daniel saat melihat istri nya datang.


" Kenapa Mas ?" Tanya dinda menghampiri suami nya.


" Udah makan mangga nya ?" Tanya daniel sambil mengelus rambut istri nya dengan lembut.


" Udah." Jawab dinda.


"Yaudah sekarang mandi sana, ini sudah sore." Perintah daniel kepada dinda.


" Iya." Dinda pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang lengket.


Dinda dan daniel pun membatal kan rencana untuk pulang ke rumah milik nya, karena kesibukan daniel yang tidak bisa di tinggal kan, membuat daniel dan dinda memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi di rumah orang tua nya.