My Sexy Boss

My Sexy Boss
Terbongkar.



Daniel mengendari mobil nya dengan kecepatan tinggi, untuk sampai di rumah bibi dan paman istri nya.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, kini daniel sudah sampai di depan rumah bibi nya dinda.


Dengan langkah tergesa gesa dia menghampiri rumah sederhana tapi berkesan elegant, sesampai di depan pintu rumah itu daniel pun mengetuk terlebih dahulu.


Tok...Tok...Tok...


Ceklek.


" Eh nak daniel ternyata." Bibi nya dinda terkejut melihat suami keponakan nya datang ke rumah nya.


" Masuk nak." Ucap bibi nya mempersilah kan daniel untuk masuk ke dalam rumah nya.


" Gak usah bii, daniel ke sini cuma mau ngasih ini ke bibi sama paman." Ucap daniel memberikan paper bag kepada bibi nya dinda.


" Aduh ngerepotin aja." Ucap bibi nya yang tak enak menerima pemberian suami keponakan nya itu.


" Gak ngerepotin kok." Ucap Daniel mengulas senyum.


" Ouh iya, bagaimana keadaan dinda?" Tanya bibi nya.


" Ah itu, dinda baik baik aja kok." Ucap daniel dengan kikuk.


" Ouh, syukur lah kalau baik baik aja."


" Ayo masuk dulu, di sini gak ada siapa siapa." Ajak bibi nya lagi.


" Ah tidak usah bii, daniel tadi cuma mau ngasih ini aja. Ya udah kalau gitu daniel pulang dulu ya bii." Pamit daniel sambil menyalami tangan bibi nya itu


" Iya, Hati hati di jalan." Pesan bibi nya sebelum daniel benar benar pergi dari rumah nya.


" Iya bii." Daniel pun pergi meninggal kan rumah bibi nya dinda dan melajukan mobil nya ke arah kantor, karena dia ingin bertanya pada teman satu satu nya istri nya.


Sesampai di kantor milik nya daniel langsung masuk tergesa gesa menuju ruangan nya astri sahabat satu satu nya yang di miliki oleh istri nya.


" Tri." Panggil daniel mengaget kan semua orang yang ada di ruangan itu termasuk astri sendiri yang terkejut melihat CEO sekaligus suami dari sahabat baik nya.


" Iy-a Pak." Ucap astri dengan wajah tertunduk karena tidak berani melihat wajah CEO nya tersebut.


" Kamu ikut saya." Tanpa mendengar jawaban dari astri, daniel langsung keluar dari ruangan astri dan pergi menuju parkiran sambil menunggu teman istri nya.


Akhir nya yang di tunggu tunggu oleh daniel pun datang dengan langkah sedikit berlari dan langsung menghampiri daniel yang sedang bersender di samping mobil nya.


" A-ada apa pak?" Tanya astri memberanikan diri untuk bertanya terlebih dulu.


" Apa kamu masih berkomunikasi dengan istri ku ?" Tanya daniel dengan dingin tanpa melihat ke arah sahabat istri nya itu.


" Ma-sih pak." Ucap astri dengan berbata.


" Apa kau tau di mana dinda sekarang ?" Tanya daniel, sedang kan astri hanya menyerit heran menatap boss nya.


" Bukan nya dinda ada di rumah ?" Tanya astri yang bingung mendengar pertanyaan boss nya itu


" Dinda gak ada di rumah." Ucap daniel masih dengan suara dingin nya.


" Tapi kemarin malam, dinda bilang kalau dia ada di rumah nya." Ucap astri.


" Tapi dia dari kemarin gak ada di rumah." Ucap daniel.


" Apa bapak sudah mencari nya?" Tanya astri hati hati.


" Sudah." Jawab daniel dengan singkat.


" Bapak udah cari di kamar pelayan nya ?" Tanya astri lagi.


" Kemarin dinda bilang kalau dia lagi tidur di kamar salah satu pelayan yang ada di rumah bapak." Ucap astri membuat daniel terkejut.


" Kau tidak sedang berbohong kan ?" Tanya daniel yang tak percaya akan ucapan teman istri nya itu.


" Kalau bapak tidak percaya, bapak bisa kok liat chat nya saya dengn istri bapak." Ucap astri sambil menyerah kan ponsel milik nya kepada daniel.


Daniel pun mengambil ponsel astri dan melihat nya.


Benar saja.


Yang di ucap kan oleh astri ternyata benar, dinda tidak pergi dari rumah nya, tapi dia pergi ke kamar lain saja.


" Berarti bi ani sama dinda yang merencana kan ini semua." Batin Daniel.


" Ya udah makasih buat info nya." Tanpa mendengar ucapan astri, daniel pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan langsung melajukan mobil nya menuju rumah nya dan akan memberi hukuman untuk bi ani dan istri nya yang sudah membuat dia uring uringan sepanjang hari.


Sesampai di depan rumah, daniel menyerit kan dahi nya saat mendengar gelak tawa dari arah ruang keluarga, karena kepo daniel pun berjalan dengn pelan agar tidak membuat orang yang ada di ruangan tersebut sadar kalau diri nya ada di sana.


Sesampai di sana dia bi buat melongo melihat orang tua nya sedang becanda dengan istri nya yang dia cari cari kemarin.


" Ouh, jadi ini rencana kamu yank ?" Tanya daniel tiba tiba, dan membuat ketiga orang yang ada di ruangan tersebut berjerit kaget.


" Mas."


" Daniel.


Mereka bicara dengan kompak saat melihat sosok gagah sudah ada di belakang mereka.


" Kenapa? Kalian kaget?" Tanya daniel dengan menaut kan alis nya.


" Gimana gak kaget coba, orang kamu datang nya tiba tiba tanpa di undang." Gerutu Mama nya.


Daniel pun mengabai kan gerutuan Mama nya itu, dia memilih untuk meminta jawaban dari istri nya.


" Jadi benar ini rencana kamu sayang ?" Tanya daniel.


" Rencana apa ?" Tanya dinda pura pura tak mengerti.


" Jangan pura pura." Ucap daniel.


" Apaan sih mas, aku gak ngerti." Ucap dinda setelah mengatakan itu dinda langsung pergi dari sana.


"Sayang kamu mau ke mana ?" Teriak daniel karena jarak istri nya dan diri nya cukup jauh.


" Kemana aja asal gak sama kamu." Balas dinda tak kalah teriak.


Sedang kan di rungan keluarga Mama dan Papa nya tergelak dengan jawaban yang di berikan oleh dinda, sedang kan daniel langsung berdecak kesal saja ke arah orang tua nya itu.


" P-U-A-S!!" Ucap daniel dengan menekan setiap ucapan nya.


Setelah itu dia pun mengejar istri nya yang sudah lebih dulu pergi ke kamar nya.


Melihat itu membuat Mama dan Papa nya tertawa keras kembali saat melihat wajah datar anak nya.


" Ternyata ngerjain daniel enak juga, Ya kan Pa ?" Tanya Mama nya meminta jawaban dari suami nya.


" Iya." Jawab Papa nya dengan sisa sisa tawa nya.


Lalu mereka pun melanjut kan obrolan mereka tanpa memperduli kan pasangan suami istri yang sedang perang di dalam kamar (Tapi bukan perang di atas ranjang ya 😂).


Karena mereka sudah bisa menebak apa yang akan terjadi pada pasangan suami istri itu.


Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa hadiah nya.