
Acara Vanetha berjalan dengan lancar. Namun, seseorang yang tak terduga mendatangi acara tersebut. Gadis dengan perawakan bertubuh langsing, kulit putih bersih, rambutnya panjang dibiarkan tergerai dan kesan yang arogan. Gadis tersebut bernama Naveera. Naveera adalah gadis yang ‘Terobsesi’ dengan Jonathan. Ia telah menjadi stalker selama bertahun-tahun demi Jonathan. Setiap orang yang berada di sekitar Jonathan ia ketahui semua tanpa pengecualian. Termasuk Clarissa. Clarissa memungkinkan menjadi target Naveera karena setiap perempuan yang dekat dengan Jonathan akan ia targetkan dan berusaha menghilangkan tanpa jejak. Rencana apa yang akan ia lakukan untuk Clarissa kedepannya?
—
Sejak kejaidian tadi, Clarissa dan Jonathan terlihat menjadi lebih akrab dan dekat. Tidak ada rasa kecanggungan sama sekali. Karena hal tersebut, membuat Viollet sesak dengan status ‘Jomblo’ nya.
Diakhir acara, Vanetha memainkan pianonya.
Setelah Vanetha selesai memainkan pianonya, ia mendapatkan sorakan meriah dari para teman-temannya.
Ayahnya, Richard hanya mendengus kesal dengan perilaku Vanetha yang menurutnya tidak mematuhi larangan Richard.
Richard menginginkan Vanetha lebih memfokuskan diri dengan studynya dan mengesampingkan cita-citanya yang ingin menjadi Pianis profesional.
Namun, Hellena tidak keberatan sama sekali jika cita-cita Vanetha ingin menjadi Pianis, terlebih lagi Hellena mendukung Vanetha.
Waktu berjalan cepat, matahari terbenam digantikan dengan bintang-bintang di langit.
Tak terasa acara telah berakhir.
“Terimakasih untuk para tamu-tamu yang menghadiri acaraku. Aku juga sebenarnya agak sedikit gugup jika berbicara di depan banyak orang. Dan yang membuat spesial acara ini juga menjadi meriah karena pelamaran yang ‘Kurang romantis’ dari kakakku yang payah dalam hal-hal romantis” ucap Vanetha dengan microphone di genggamannya
—
“Terimakasih Vanetha atas acara hari ini, maaf kami pulang lebih awal karena sepertinya Clarissa tidak enak badan” ucap Viollet, Sean dan Clarissa sudah terlebih dahulu di mobil. Dan Clarissa menitipkan pesan untuk Vanetha dan Jonathan
“Tadi juga Clarissa menitipkan pesan untukmu. Dia berkata luangkan waktumu dan kak Joe untuk kedua orang tuamu”
“Baiklah, sampai jumpa kak Viollet”
Viollet yang sedikit tergesa dengan berlari kecil menuju mobil. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di parkiran. Dengan segera Viollet memasuki mobil.
“Hah... Hah... Clarissa demam?” ucap Viollet dengan sedikit terengah
“Clarissa tertidur. Dia juga kelelahan dan demam yang lumayan tinggi” ucap Sean memberitahu Viollet
“Sebenarnya juga tadi Clarissa bilang sedang tidak enak badan, tapi dia harus hadir karena Vanetha”
“Jadi kita langsung membawanya kemansion?”
Selama perjalanan menuju kediaman Clarissa, Sean dan Viollet sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Setelah sampai di depan mansion Clarissa Viollet dan Sean langsung membopong Clarissa yang terlelap. Sesekali Viollet mengecek suhu tubuh Clarissa menggunakan tangannya. Suhu tubuh Clarissa sangat tinggi.
Setelah mereka sedang menaiki anak tangga, mereka bertemu dengan Diana.
“Ada apa dengan Rissa?” ucap Diana khawatir dan langsung membantu Sean dan Viollet membopong Clarissa
“Suhu tubuh Clarissa tinggi mum, boleh ‘kan Vio yang rawat Clarissa?”
“Oh ya Tuhan, baiklah Vio. Maaf mum merepotkan kalian”
Setelah memasuki kamar Clarissa, mereka merebahkan Clarissa yang terlelap di ranjangnya. Clarissa terlelap dengan mengerutkan keningnya merasakan tubuhnya yang tidak nyaman.
Viollet langsung merenggangkan tubuhnya yang remuk.
“Jangan dulu, tunggu aja sebentar.”
“Bukannya bilang gak nginep disini? Trus kita ngapain?”
“Yeu bukan gitu bambank, tunggu mum Diana dulu. ‘Kan gak enak pulang gak pamit dulu”
“Hehe, bisa aja si ‘Istrinya’ Jisung” Ucap Sean dengan terkekeh
“Ya dong”
Mereka menolehkan pandangannya melihat Clarissa yang terlelap dengan resah. Clarissa juga bergumam kecil di tidurnya.
“Joe...” gumam Clarissa terlelap
Sean dan Viollet hanya saling menatap bingung. Setelah itu Diana datang dengan membawa alat kompres.
Jam weker sudah menunjukan angka 21.39 malam. Karena sudah larut Viollet dan Sean memutuskan untuk pulang.
“Mum, Vio dan Sean pulang dulu ya. Besok Vio dan Sean datang lagi” ucap Vio
“Ya Vio, maaf ya buat kalian repot”
“Gak apa-apa kok mum, ya ‘kan Sean?” ucap Viollet dengan menyenggol pelan lengan Sean
“Iya mum” ucap Sean dengan senyum ramah
“Oh ya mum, dad Louis udah tidur?” tanya Viollet
“Ya, dia baru saja balik dari Miami. Dia terlihat lelah, biarkan saja Louis tertidur”
“Kalau gitu kami balik dulu ya mum. Bye mum”
Diana langsung mengantar Viollet dan Sean sampai pintu mansion.
“Maaf ya, mum sedang sibuk. Jadi tidak bisa mengantar kalian sampai gerbang”
“Gak apa-apa kok mum, maaf ya jadi ganggu mum juga”
...To Be Continued...
Author banjir dm “Kapan up thor” T^T
Sejujurnya aku sibuk, tugas aku juga padet, Senin depan PAS :(
Dan aku juga mau kasih tau kalian, aku sebenernya pengen aja ngubah kata-kata yang baku menjadi non baku di Novel ini.
Semangat yang besok PAS!
Jangan lupa tap jempolnya, tambahkan ke favorite, beri rate, dan vote novel ini yah
Bye~