
“Cla, aku mendapatkan kabar bahwa putra dari Watson Group akan mengadakan pesta ulang tahunnya ke 18” ucap Viollet menaruh ponselnya diatas meja
“Oh” ucapku yang sedang sibuk dengan ponsel
“Hanya oh? Yang benar saja, kita akan menghadiri acara putra dari Watson Group” ucap Viollet tidak puas
“Dan jangan bilang kita akan merias diri kita?” ucapku malas
“Tentu! Kita harus merias diri kita sedemikian rupa. Aku tak sabar melihat putra dari Watson Grup! Aku rasa aku akan meleleh jika melihat ketampanannya!” ucap Viollet bersemangat
“Kenapa gak sekalian aja masukin putra Watson Group kedalam list para suami suami tercinta mu?” batinku
“Aku tidak ikut” ucapku
“Kenapa? Yang lain bersemangat untuk menghadiri pesta, hanya kamu saja yang tidak semangat?” ucap Viollet heran
“Huh... Aku benci pesta, dan merias diri yang sangat berlebihan” ucapku
“Astaga Clarisa Addison, kamu 'kan juga sudah menawan tanpa harus menggunakan make-up” ucap Viollet berterus terang
“Aku tidak menyukai bertemu dengan banyak orang Violletha Agatha” ucapku memijat pelipis
“Ayolah, kali ini saja. Aku janji” ucap Viollet dengan Puppy Eyes nya
“Hanya untuk kali ini saja. Tidak ada lain kali” ucapku final
“Tidak ada salahnya mengikuti Viollet sekali saja” batinku
“Akhirnya aku bisa membujuk Clarissa!” ucap Viollet senang
“Viollet,” ucapku
“Hmm?” dehem Viollet sambil meminum milkshakenya
“Kenapa kamu bisa mendapatkan undangan ke pesta putra Watson Grup?” ucapku heran
“Aku mendengar bahwa Perusahaan keluargaku telah berkejasama dalam jangka waktu yang lama. Sejujurnya aku juga baru tahu, untuk kerinciannya aku tidak mengetahiunya dengan jelas” ucap Viollet
Aku menyahuti dengan anggukan tanpa berbicara
“Oh ya Clarissa, nanti Sean tidak bisa mendatangi pestanya. Kamu temani aku merias di Mansionku ya? Kamu juga bisa memilih baju di Mansionku” ucap Viollet
“Baiklah, lagi pula aku tidak mengerti dalam hal memilih baju” ucapku tanpa berpikir panjang
“Cepat habiskan minumanmu Clarissa, kita akan ke Mansionku. Aku tidak sabar” ucap Viollet
Aku hanya mengangguk tanpa berbicara
Setelah minumanku habis, aku dan Viollet menemui Sean untuk memberitahu kami akan pergi
“Aku pinjam mobilmu ya? Tidak akan ku gadaikan kok!” ucap Viollet
Sean memberikan kunci mobilnya kepada Viollet
“Hati dijalan! Jangan sampai menabrak trotoar Viollet!” ucap Sean
“Tidak akan!” ucap Viollet sebal
Aku dan Viollet bergegas menuju tempat parkir untuk menggunakan mobil Sean
*Ya, kami menggunakan mobil dan masih berusia 16 tahun, tak apalah hanya kurang 1 tahun untuk mengendarai mobil hehe
Tiba di Mansion
Aku dan Viollet memasuki Mansion yang sangat megah milik Keluarga Agatha.
Saat kami memasuki Mansion, kami disambut para maid yang bekerja di Mansion
“Apa kamu ingin makan/minun sesuatu Clarissa?” ucap Viollet menawarkan
“Tidak terima kasih” ucapku
Kami memasuki kamar yang tampak mewah dan elegan. Kamar tersebut milik Viollet
“Salamat datang dikamar kesayanganku ini Clarissa” ucap Viollet yang langsung merebahkan dirinya diatas ranjang king sizenya
“Kamu tidak jadi merias diri untuk datang ke acara ulang tahun putra Watson Grup?” ucapku menekan kata kata Watson Grup
“Ah iya, aku lupa hehe” ucap Viollet yang langsung beranjak dari ranjangnya
Viollet langsung mengajakku ke dalam Walk In Closet.
Banyak baju baju elegan dan lainnya di Walk In Closet
Viollet membuka lemari berisi baju untukku memilih salah satu baju.
Aku memakai baju tersebut lalu menemui Viollet.
“Bagaimana dengan baju ini Viollet?” ucapku
“Baju ini sangat cocok denganmu, tapi ada yang kurang...” ucap Viollet
Viollet langsung melepas ikat rambutku. Rambut panjangku tergerai dan Viollet sedikit menyisir rambutku.
Viollet juga memakaikan kalung yang cocok dengan bajuku.
“Nah, sempurna” ucap Viollet senang
“Apa ini tidak terlalu berlebihan Viollet?” ucapku
“Tidak kok, kamu sangat cantik!” ucap Viollet
“Ya kali aku ganteng bang” batinku terkekeh
“Ayo pakaikan sedikit make-up dimukamu Clarissa” ucap Viollet membawaku ke meja rias
“Tidak perlu, lagi pula acaranya akan segera dimulai” ucapku menolak
“Tak apa apa jika telat sebentar” ucap Viollet meyakinkan
“Baiklah” ucapku pasrah
Dangan lihanya tangan Viollet menari dipermukaan wajahku.
Dengan teliti Viollet merias wajahku dan hasilnya sangat sempurna.
“Sudah selesai!” ucap Viollet yang puas dengan hasil make-upnya
Aku bercermin dan aku melihat diriku kagum dengan hasil make-up Viollet yang terlihat sangat natural.
Aku bercermin lumayan lama karena terpukau dengan diriku sendiri
“Ayo Clarissa” ucap Viollet yang membuyarkan lamunanku
“Ah, iya” ucapku
Kami bergegas menuju tempat acara tersebut
Di depan Gedung yang tanpak megah
Kami memasuki gedung yang megah tersebut dengan percaya diri.
Banyak sorot mata yang memperhatikan kami.
Kami bertemu banyak Artis ternama, putra dan putri dari Perusahaan ternama yang sangat anggun dan elegan.
Karena hal tersebut membuat nyaliku menciut. Walaupun kami juga tidak kalah anggun dan elegannya.
Sampai kami bertemu dengan tuan rumah dari acara tersebut.
“Wow lihat Clarissa! Itu Jonathan putra sulung dari Watson Group” ucap Viollet senang
Aku mengikuti arah mata Viollet, dan benar saja, ada seorang yang sangat tampan dan penuh kharisma juga tuan rumah di acara ini dikelilingi oleh banyak wanita yang tak lain para putri dari Perusahaan terkenal dan para Artis papan atas.
“Meleleh aku bang liatnya!” ucap Viollet
“Sudahlah Viollet!” ucapku menyadarkannya
“Ayo kita memberi salam terlebih dahulu” ucapku
Kami berjalan menemui tuan rumah yang dikelilingi oleh banyak wanita
Dan yang benar saja, sebelum kami menuju tempat pria itu berada, pria tersebut menatap aku dan Viollet.
Setelah kami tepat berada didepannya dan mengucapkan selamat atas bertambahnya umur putra sulung Watson Gruop, pria tersebut memancarkan senyuman yang hangat untukku.
Semua orang yang berada disekitarnya berteriak karena Jonathan tersenyum sangat menawan.
Setelah bersalaman, kami memutuskan untuk menuju ke tempat pesta.
“Clarissa, Jonathan sangat tampan! Aku ingin memasukannya kedalam list para suami tercintaku” ucap Viollet
Dan yang benar saja, Viollet mencatat nama Jonathan di ponselnya
“Huh... Kelakuan Violletha Agatha ini...” batinku
Dan kami tak lupa untuk menyapa seseorang yang hadir diacara tersebut.
...To Be Continued...