
Clarissa memandangi laptopnya sambil berbaring di atas ranjangnya. Kedua bola matanya serius memperhatikan tampilan website sosial media di layar laptopnya.
“Ini Jonathan...?” gumamku pelan melihat salah satu koleksi foto di akun sosial media milik Jonathan. Akun sosial media milik Jonathan tidak dalam mode private, jadi semua orang dapat melihat koleksi - koleksi dan kegiatan Jonathan.
Dari semua koleksi foto di akunnya, Clarissa melihat banyak foto - foto berupa foto alam, pemandangan, bangunan - bangunan pencakar langit.
Hanya saja, postingan pertama Jonathan berupa foto Jonathan dengan gadis kecil. Foto itu memperlihatkan masa kecil Jonathan. Jonathan di foto tersebut terlihat masih berumur 10 tahun. Dan, yang membuat Clarissa penasaran adalah caption dari postingan tersebut berupa : Kenangan terakhir bersama princess C A-ku.
Clarissa penasaran dengan inisial ‘C A’ yang dimaksud Jonathan. Tapi Clarissa berpikir foto gadis kecil itu terlihat familiar.
“Gadis itu terlihat familiar, tapi siapa dia?” ucapku dengan memandang foto gadis tersebut yang sedang memeluk boneka Teddy Bear.
Clarissa kembali teringat pertama kali ia bertemu dengan Jonathan. Ia bertemu dengan Jonathan juga karena Lucas.
Clarissa menggeser laptopnya ke samping, lalu membaringkan tubuhnya sambil menatap langit - langit kamarnya. Karena terlalu lelah, Clarissa akhirnya tertidur.
—
Hari - hari terjalani seperti biasa, hubungan Jonathan dan Clarissa sudah semakin dekat, dan tentu juga Sean, Viollet, dan Clarissa tidak akan terpisah, karena mereka disebut dengan ‘Sobat Ambyar’.
Hari ini adalah hari spesial Vanetha. Vanetha berulang tahun ke - 15. Jonathan merencanakan kejutan untuk Vanetha. Di hari ulang tahun Vanetha hanya dirayakan di villa milik keluarga Watson. Dan tentu saja hanya keluarga, teman - teman Vanetha yang menghadiri ulang tahun Vanetha.
Di hari yang spesial ini, tentu saja orang tua Vanetha datang dari London.
Di villa sudah tertata rapih kue - kue dari ukuran kecil hingga besar.
Karena Vanetha pernah berkata jika ia ingin sekali memainkan pianonya saat hari spesialnya, terdapat piano di tengah - tengah taman.
Di lain sisi, Jonathan sedang mempersiapkan sesuatu untuk seseorang. Bukan, bukan untuk Vanetha, lalu?—
—
Sean, Viollet, sudah berada di villa. Clarissa bertugas untuk membuat sibuk Vanetha agar Vanetha tidak datang ke villa. Sedangkan Viollet hanya sibuk memakan kue - kue dengan jumlah yang banyak membuat Sean pusing dengan sikap ‘Konyol’ milik sahabatnya yang bernama Violletha Agatha.
Clarissa sedang menemani Vanetha membeli beberapa buku. Vanetha sendiri yang meminta Clarissa untuk menemaninya. Vanetha mengeluh, semenjak kemarin sikap Jonathan menjadi dingin pada dirinya.
“Kak Joe semenjak kemarin menjadi dingin padaku” ucap Vanetha dengan memilah - milah buku
“Mungkin dia lelah?” ucapku
“Ada apa dengan kak Joe beberapa hari ini? sikapnya sangat aneh”
“Aneh?”
“Ya... Semenjak dia bertemu kak Clarissa menjadi lebih peka, suka senyum - senyum gitu, aku jadi takut kalau kak Joe...”
“Pufftt, senyum - senyum sendiri? ga sakit apa dia?” batinku
Vanetha mengambil ponselnya, ia mendapatkan pesan dari Jonathan bahwa Richard ayahnya dan Hellena ibunya sudah kembali dari London. Tapi yang membuat bingun Vanetha, mereka berada di villa. Tanpa berpikir panjang Vanetha bergegas kembali ke villa.
“Kak Clarissa, ayo kembali ke villa. Orang tuaku baru saja kembali dari London. Ku harap kak Clarissa ikut bersamaku”
“Baiklah kalau begitu, ayo” ucapku tersenyum
Vanetha hanya tersenyum. Ia telah tahu bahwa kakaknya Joe sedang menyiapkan pesta ulang tahun untuknya. Dan— Vanetha mendengar percakapan antara Jonathan dengan Hellena ibunya. Vanetha mendengar Jonathan telah menemukan Clarissa. Dan ia merencanakan untuk mengenalkan Clarissa ke - keluarga besarnya.
Flash Back
Dengan hati - hati Vanetha mendengarkan percakapan Jonathan yang tengah menjawab panggilan di ponselnya.
“Ma, Joe sudah menemukan Clarissa, dan besok hari ulang tahun Vanetha. Joe merencanakan untuk mengenalkan Clarissa. Joe juga mengundang keluarga besar. Boleh kan?” ucap Jonathan
“ . . . ” suara dari seberang sana
“Ya ma, Joe akan mengrahasiakan ini dari Vanetha”
“ . . . ”
“Joe tahu, ini terlalu mendadak. Tapi ma, Joe ingin dekat kembali dengan Clarissa selerti 8 tahun yang lalu”
“ . . .”
“Kalian kembali menggunakan jet pribadi?”
Vanetha yang mendengar percakapan Jonathan dengan Hellena hanya terkejut. Jadi, selama ini gadis kecil yang sering di ceritakan kakaknya adalah Clarissa?
“Kak Clarissa? kenapa selama ini kak Joe selalu merahasiakannya dariku?” gumam Vanetha
Flash Back Off
Clarissa dan Vanetha sedang berada di mobil menuju villa.
Clarissa menyodorkan sebuah kain kepada Vanetha.
“Tolong kamu pakai penutup matanya” ucapku
“Untuk apa?” ucap Vanetha se - natural mungkin. “Mengikuti alur yang ada apa susahnya?” batin Vanetha
Mereka memasuki vila dengan mata Vanetha tertutup.
Saat mereka berhenti, Clarissa langsung membuka penutup mata Vanetha.
Sekejap...
“Happy Birthday Vanetha!” teriak semua orang yang berada di sekitar Vanetha
Vanetha terharu tentunya dengan kejutan yang ia dapatkan. Semua orang menyanyikan lagu untuknya. Meskipun Vanetha telah mengetahui kejutan untuknya, tetapi ia sangat tidak menyangka bahwa semua keluarga dan teman - temannya akan datang tanpa terkecuali.
“Terima kasih untuk semuanya” ucap Vanetha lirih
“Selamat ulang tahun Vanetha putriku” ucap Richard ayahnya bersama Hellena
Vanetha segera berlari dan memeluk ayahnya dan ibunya.
“Maafkan kami yang tidak pernah ada saat kamu membutuhkan kami” ucap Hellena memeluk Vanetha
“Tidak apa - apa ma, Nettha mengerti” ucap Vanetha *Nettha - Vanetha
“Ehm... Sebenarnya Nettha sudah mengetahui ini”
“Kamu mengetahuinya? dari Jojo?” ucap Hellena menatap Jonathan galak *Jojo - Jonathan
Jonathan yang melihat ibunya hanya bergidik ngeri. Tapi, sejujurnya ia tidak memberi tahu hal tersebut kepada Vanetha
“Tidak ma... Nettha mendengar percakapan kalian tadi malam”
Jonathan membeku.
“Ta - tadi malam? apa dia mendengar tentang Clarissa?” batin Jonathan
“Dan juga... Tentang kak—” lanjut Vanetha
Sebelum Vanetha melanjutkan ucapannya, Jonathan menutup mulu Vanetha
“Ish apa sih kak Joe?!”
“Aku sudah mengetahuinya, kenapa kak Joe tidak menjalankan rencana kakak saja?”
Jonathan menelan ludahnya, ia berjalan mendekati Clarissa.
“Em, Clarissa—” ucap Jonathan sambil menekuk salah satu kakinya
Sebelum Jonathan berjalan mendekati Clarissa, dengan sigap Vanetha berlari ke arah pianonya. Ia memainkan pianonya. Piano tersebut menambah keromantisan saat Jonathan menyatakan perasaannya. Tapi itu hanya menurut Vanetha.
“Maukah kau menjadi istriku di masa yang akan datang” ucap Jonathan dengan memberika se - ikat mawar merah kepada Clarissa di tengah - tengan banyak orang. Dan tentu juga keluarganya melihat.
Tunggu, tunggu, tunggu. Jonathan berkata seperti itu? padahal Jonathan baru berusia 18 tahun dan Clarissa 16 tahun.
Hellena hanya menekan pelipisnya
“Ada apa dengan Jojoku? ia tidak menunjukkan sifat romantisnya sama sekali. Lihat Richie, Jojoku tidak sepertimu. Dulu kau sangat tergila - gila padaku, dan sangat romantis. Dan sekarang, lihat anakmu, ia tidak romantis sama sekali” keluh Hellena kepada Richard
Clarissa hanya tersenyum getir, mungkin saat ini mukanya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Dengan ragu - ragu Clarissa menerima se - ikat bunga mawar dan berkata...
“Ya... Aku mau... Tapi, ini masih terlalu awal bagiku” ucap Clarissa pelan
“Tidak apa - apa Rissa kecil - ku” ucap Louis ayah Clarissa yang datang menghampiri dengan Diana ibu Clarissa
“Mom? dad? kenapa kalian berada disini?” ucapku heran
...To Be Continued...
Hai hai hai, kembali lagi dengan Author, maaf banget aku telat update karena aku lagi drop 🙏 Sebagai gantinya aku updatenya spesial juga nii. Hari spesial Vanetha dan juga spesial episode.
Jangan lupa untuk tap jempolnya, tambahkan ke favorit kalian, beri rate, dan jangan lupa voting My Possessive Boyfriend di NovelToon yah!
Bye~