
Hai, namaku Clarissa Stefanny Addison. Tahun ini umurku 16 tahun. Ya, aku terlahir sebagai Addison, keluarga Addison memiliki Perusahaan yang bergerak dibidang Perhotelan, Ressort, Furniture, dan lain-lain. Perusahaan Keluarga Addison bernama Addison Company.
Kembali ke cerita
Aku terkenal karena sifat dinginku, tertutup, dan semacamnya.
Tak heran jika aku memiliki sedikit teman.
Aku memiliki sahabat bernama Violletha Agatha dan Sean Martin.
Di Caffe
Kami sehabis pulang sekolah selalu menghabiskan waktu luang di Caffe milik Sean.
“Huh... Hari yang melelahkan!” ucap Viollet dengan muka kusut
“Setiap hari juga bilangnya Hari yang sangat melelahkan” ucap Sean yang mengikuti raut wajah Viollet
“Ish Sean!” ucap Viollet dengan muka cemberut
Aku hanya terkekeh melihat kebiasaan Sean yang selalu membuat Viollet marah.
“Kalian gak capek apa ribut setiap hari?” ucapku menggelengkan kepala tak habis pikir
“Sudah, sudah. Daripada berseteru, mendingan pesen makanan aja. Capek nih seharian mabok belajar, perutku udah demo nih minta di isi” ucapku sambil memegang perutku
“Sama nih, perutku kayaknya juga udah demo!” ucap Viollet
Sean langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan
Sambil menunggu pesanan tiba, aku mengambil ponselku dan membuka akun sosial mediaku. Karena bosan, aku memposting fotoku bersama Viollet. Dan tak lupa men-tag akun sosial media milik Viollet.
Sekejap, banyak komentar pujian. Aku dan Viollet terkenal sebagai siswi yang memiliki paras yang menawan. Terlebih lagi, kami terlahir dari keluarga ternama. Tak heran jika kami memiliki banyak penggemar.
Karena merasa lelah, aku meletakkan ponselku diatas meja.
“Cla, kamu tahu Jeremy dikabarkan sedang dekat dengan Serena? Aku sedih mendengar mereka akan menjalin hubungan yang serius. Pangeran Jeremyku...” ucap Viollet sedih.
“Ah, iya ya? Aku kan masih banyak memiliki para Oppa Oppaku yang berjejer menunggu menikahiku” ucap Viollet dengan penuh rasa percaya diri
“Ni bocah kerasukan apa sih? Giliran ngomongin Oppa Oppa Korea halusinasinya level dewa, kalo Udin yang deketin kayak bayi orok sawan” batinku
“Makanan datang!” ucap Sean yang berjalan menuju meja kami berada.
Saat itu juga kegiatan aktivitas-aktivitas kecil kami berhenti setelah mencium aroma makanan yang sangat sedap dan menggiurkan.
“Wow!” ucap Viollet setelah makanan dihidangkan
“Udah gak makan berapa hari Mbak?” ucap Sean terkekeh
“Saya udah gak makan satu bulan Mas” ucap Viollet menghayati perannya
“Kenapa sih kalian gak jadi aktor sekalian? Kalau kalian jadi aktor, udah deh, bawa pulang Piala 'The Best Actor ' segudang” ucapku Panjang X Tinggi X Lebar
“Buset deh, itu rumus apaan? Clarissa kalo ngomong kayak guru Fisika nerangin pelajaran” ucap Viollet dengan mulut yang penuh dengan makanan
Setelah mereka selesai makan, mereka melanjutkan pembicaraan mereka
“Clarissa Addison, aku mendengar bahwa Addison Company akan bekerja sama dengan Watson Group?” ucap Sean dengan wajah serius
“Ya, karena dengan kerjasama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.” ucapku yang sedang sibuk dengan ponselku
“Apa kau bercanda? Ini Watson Group! Perusahaan Internasional yang bergerak hampir disemua bidang” ucap Viollet sambil mengaduk milkshakenya
“Kita lihat saja perkembangannya dalam beberapa bulan kedepan” ucapku
...To Be Continued...
Mohon maaf untuk para Readers, Eternal Love kali ini sebenarnya yang lebih teliti ceritanya, dan perombakan kalimat-kalimat.
~Zahra Difanny