
Clarissa segera meneguk habis es teh manis yang diberikan oleh Jonathan.
Setelah itu Clarissa mengambil tisu untuk mengelap mulutnya.
“Darimana kamu mendapatkan nomorku?” ucapku dengan melotot galak
Jonathan hanya terkekeh, ia melanjutkan aktivitas makannya yang terganggu oleh Clarissa.
Clarissa menajamkan matanya menatap Jonathan. Sedangkan, Jonathan hanya asik dengan memakan sandwichnya tanpa ada rasa bersalah.
2 menit...
3 menit...
4 menit...
Hanya ada kecanggungan diantara Jonathan dan Clarissa.
Clarissa dan Jonathan tidak sedikitpun berbincang - bincang. Hanya Clarissa yang berpindah tempat karena merasa tidak nyaman jika terlalu dekat dengan Jonathan.
Clarissa melanjutkan aktivitas makannya dan bersikap seolah - oleh tidak mengubris keberadaan Jonathan.
Hingga Sean dan Viollet datang...
“Wih ada Joe nih, serius amet yang lagi pdkt. Pj aman kan bro?” ucap Sean akrab. Diikuti oleh Viollet yang berada di belakang Sean
“Oh, Sean. Biasa, lagi proses” kekeh Jonathan
“Lu kenapa Sa? lagi pdkt bukannya seneng malah murung terus” goda Sean
Dengan cepat Clarissa mencubit lengan Sean. Sean meringis kesakitan, Viollet dan Jonathan hanya tertawa melihat tingkah Clarissa yang menggemaskan menurut Jonathan.
“Jangan ganggu singa betina dulu, dari tadi pagi si Clarissa marah - marah terus kaya orang pms” bisik Viollet yang di dengar oleh Clarissa
Clarissa menatap galak Viollet.
Mereka ber - 3 tertawa dan bercengkrama. Kecuali Clarissa yang masih kesal dengan Viollet, Sean, Jonathan. Bagaimana tidak kesal, 1 hari ini Clarissa adalah bahan candaan Viollet dan Sean.
Tanpa mereka sadari, waktu dengan cepat berjalan. Bel masuk telah berbunyi.
“Udah bel nih, cabut dulu ya” ucap Sean. Clarissa mengikuti Sean dari belakang
“Okay”
Mereka ber - 3, Sean, Viollet, dan Clarissa berjalan bersamaan. Mereka terpisah karena berbeda kelas.
Pelajaran berlangsung seperti biasanya, kegabutan Clarissa pun dimulai kembali.
—
Sean, Viollet, dan Clarissa berjalan keluar dari gerbang Sekolah Dharma Bangsa. Waktu telah menunjukkan sore hari. Saat Clarissa dan Viollet menunggu Sean mengambil mobil, Jonathan datang.
“Hai Clarissa, Viollet. Dimana Sean?” tanya Jonathan yang berjalan mendekati Clarissa dan Viollet
“Hai kak Joe, Sean sedang mangambil mobil. Ada apa?” ucap Viollet
“Aku hanya ingin mengajak kalian ke mansionku”
“Ke mansion kak Joe? untuk apa?” ucap Viollet heran
“Aku hanya bosan. Makanya aku mengajak kalian. Bagaimana? kalian ingin ikut?”
“Aku ikut kak Joe, tapi aku tidak tahu Sean akan ikut atau tidak. Kamu ingin ikut Cla?” tanya Viollet dengan senyum menggoda
Clarissa hanya pasrah.
“Aku ikut Viollet”
“Kita tunggu Sean dulu, paling dia tak lama lagi sampai”
Kami ber - 3 menunggu Sean. Tak lama kemudian Sean datang dengan mobil BMW M5 nya.
Sean langsung membuka jendela mobil.
“Joe?” ucap Sean
“Kau mau ke mansionku Sean?” ucap Jonathan langsung kepada intinya
“Ke mansionmu? bagaimana Clarissa dan Viollet?”
“Oh baiklah. Cepat masuk kemobilku” ucap Sean
“Kenapa tidak sekalian dimobilku? kebetulan aku bersama supirku” ucap Jonathan
“Y—” Viollet tidak melanjutkan perkataannya karena dengan cepat Clarissa memotong perkataan Viollet
“Kami bersama Sean” ucap Clarissa
“Oh baiklah...”
Clarissa dan Viollet memasuki mobil Sean. Viollet duduk disamping kursi kemudi Sean dan Clarissa duduk di bagian belakang. Sean menancapkan gas mobilnya dibelakang mobil Alphard milik Jonathan.
20 menit kemudian
Mobil Sean memasuki mansion megah milik Jonathan.Clarissa dan Viollet terlebih dahulu.
Saat mereka masuk, mereka disambut oleh pelayan - pelayan yang bekerja di mansion.
Barang - barang yang ada di mansion itu sangat berkelas, dan mansion tersebut berteknologi canggih.
“Joe, gue pengen main game dong” ucap Sean
“Max, antarkan Sean” ucap Jonathan
“Baik Tuan.” ucap Max sebagai pelayan di mansion
“Gue juga ikut dong Sean!” ucap Viollet
“Yaudah sini!”
“Bye Clarissa, Jonathan. Gue sama Sean dulu. Pepet terus Clarissa kak Joe!” ucap Viollet dengan mengedipkan sebelah matanya, dan segera berlari mengikuti Sean dan Max.
Clarissa hanya diam mematung.
“E... Ada Lucas?” ucapku membuka pembicaraan untuk mengusir kecanggunganku dan Jonathan
“Sayangnya Lucas tidak ada. Lucas hanya keponakanku, dia akan datang jika hari libur” ucap Jonathan menjelaskan
“Oh...”
Tiba - tiba Jonathan menggenggam tangan Clarissa.
“Eh? kita mau kemana?” ucapku dengan menutup sebagian mukaku karena aku rasa mukaku sedang memerah.
“Pufft, untuk apa kamu menutup sebagian mukamu?”
“A - aku hanya menutup mukaku saja!”
“Aku hanya ingin membawamu menemukan adikku” ucap Jonathan, ia berhenti di depan ruangan, dan ia membuka ruangan itu. Didalam ruangan itu terdapat alat - alat musik lengkap. Dan ada seorang gadis yang sedang duduk sambil memainkan biolanya. Gadis itu berhenti memainkan biolanya dan menoleh kepada Jonathan.
“Vanetha,” ucap Jonathan dengan menggandengku mendekati gadis yang bernama ‘Vanetha’
“Perkenalkan, Clarissa, ini Vanetha, dan Vanetha, ini kak Clarissa”
“Hai kak Clarissa, aku Vanetha. Adik kak Joe” ucap Vanetha ramah dan menyodorkan tangannya
“Hai Vanetha, namaku Clarissa. Senang berkenalan denganmu” ucapku membalas salaman tangan Vanetha
“Aku tinggal dulu, bersenang - senanglah kalian. Oh ya Vanetha, pinta Max untuk membawakan camilan” ucap Jonathan
“Oh ya kak, kak Clarissa bisa bermain biola? atau piano?” tanya Vanetha
“Aku bisa keduanya”
“Kalau gitu, ayo kita bermain piano” ucap Vanetha
Mereka asik bercengkrama sambil memainkan alat - alat musik.
Sedangkan, Sean dan Viollet sedang asik bermain game. Dan Jonathan sedang asik membaca buku di ruangnya.
...To Be Continued...
Hay... Hay... Hay... nih yang kangen sama Jonathan. Makasih banyak bagi readers yang selalu baca cerita aku :)
Kalian juga bisa follow ig aku @dvv.ns untuk keseharian Author dan spoiler ‘dikit’ buat kelanjutan My Possessive Boyfriend
Jangan lupa tap jempolnya dan tambahkan ke favorit kalian ya!