
Dipagi yang cerah, matahari telah
bersinar terang dibalik tirai yang menutupi cahayanya.
Seorang gadis yang terusik dari alam mimpinya pun terbangun.
Jam weker sudah menunjukkan
jam 09.30
“Ehmh... Sekarang jam berapa?”
lenguh Clarissa sambil
berusaha menggapai jam wekernya.
Clarissa berusaha mengerjabkan matanya yang sangat lengket.
“Ah... Masih jam setengah sepuluh malam... Eh tunggu?! Jam setengah sepuluh
pagi?!” ucap Clarissa terkejut.
Sontak kepala pelayan di mansion datang.
“Ada apa non? Ada yang perlu saya bantu?” ucap kepala pelayan yang sudah
berkeriput di seluruh tubunya
“Emh... Kenapa alarm jam wekerku tidak berbunyi?” ucap Clarissa yang segera
turun dari ranjangnya
“Tadi Nyonya berkata non Clarissa
sedang demam. Maafkan saya tidak membangunkan non Clarissa”
Clarissa hanya mendesah pelan.
“Mum dimana?”
“Nyonya sedang pergi dengan Tuan Louis”
“Kau bisa pergi” ucap Clarissa
sambil mengambil ponselnya diatas nakas.
Di lockscreen ponselnya sudah banyak
pesan yang belum dibaca oleh Clarissa.
Clarissa dengan malas membaca pesan dari Viollet
[ Cie anak gadis gak masuk sekolah wkwk. Dicariin tuh sama bebebnya.
Kalo masalah catetan udah gue
catetin kok Cla. Awas lu besok harus
masuk! ] -Violletha Cantik
[ Eh Cla, tau gak, tadikan Fellicia
anak kelas sebelah ngedeketin kak Joe. Belom aja kena baku hantam sama Clarissa wkwk ] -Violletha Cantik
[ Tiati boss qu kalo buka akun sosial
media lu, pasti banyak chat para fans-fans
lu ngucapin gws. Eh yak, gws beb! ] -Violletha Cantik
“Apasih Vio ini” gumam Clarissa
sambil mengambil sisir di meja rias.
Ia segera menyisirkan rambutnya yang kusut sehabis bangun tidur.
Clarissa segera bergegas menuju
kamar mandinya. Setelah selesai mandi Clarissa langsung memilih baju berupa kaus big size di walk in closet.
Dengan rambut yang masih
basah Clarissa mengambil laptopnya.
Di atas nakas sudah terdapat sarapan Clarissa.
“Bubur? Emangnya aku sakit?”
gumam Clarissa dengan mengukur suhu tubuhnya yang sedikit tinggi dengan tangannya.
Dengan santainya Clarissa
membuka laptopnya.
Dikesempatan ‘Ngebolos’
dengan alasan sakit ini Clarissa tidak
ingin hanya berdiam diri. Ia akan menghabiskan waktu untuk menonton
drakor favoritenya.
Diam-diam Clarissa sudah
mengambil popcorn dan minuman bersoda di dapur.
Clarissa mengunci pintu
Karena merasa bosan, Clarissa
memutuskan untuk membaca novel.
Novel tersebut berjudul ‘My Possessive Boyfriend’ yang menceritakan pacarnya yang begitu possessif dalam menjalankan suatu hubungan.
—
Disuatu tempat, Viollet
dengan santainya melakukan presentasi
di depan kelasnya. Presentasi
Viollet berjalan lancar, tetapi Viollet
terlihat murung di raut wajahnya.
Viollet sangat bosan karena Clarissa
sedang ‘Bolos’. Viollet yakin Clarissa saat
ini sedang bermalas-malasan di atas ranjangnya sambil menonton drakor atau membaca novel kesukaannya.
Viollet segera mengambil
ponselnya yang berada di saku roknya.
Jam sudah menunjukkan angka
15.11 dengan tampilan lockscreen
wajah Seungwoo.
Dengan malas Viollet
mengetikkan pesan untuk Clarissa.
[ Woy Kebo! Pasti lu lagi asik
ngedrakor. Gue bosen nih lu gak ada ] -You (Violletha Cantik)
[ Jangan bilang lagi konser di
dalem kamar karena ruangannya kedap
suara -_- ] -You (Violletha Cantik)
Clarissa yang membaca
pesan dari Viollet hanya me-read
tanpa membalas pesan Viollet.
“Yeu sombhong amat tuh ye si Clarissa!
Tau gitu tadi gak bakal gue catetin” ucap Viollet kesal. Dengan cepat Viollet memasukkan semua buku-bukunya yang bertumpuk-tumpuk
di atas mejanya.
Bel pulang sudah berdering
Sebelum pulang Viollet
memfoto dirinya dengan tangan
yang memegang pipinya yang chubby dan salah satu matanya di tutup dengan caption ‘Akhirnya bel juga’. Ia memposting di story akun sosial medianya.
Saat Viollet baru menyelimpangkan
tas pada pundak kanannya dengan baju seragamnya sedikit berantakan, dia dipanggil oleh seseorang
“Vio tinggu!” teriak Sean yang tergesa-gesa sambil berlari
“Sean?” ucap Viollet yang
terkejut karena melihat penampilan
Sean yang acak-acakan. Bagaimana tidak acak-acakan, baju seragamnya yang putih tampak lusuh, dan rambut Sean yang bisasnya selalu rapi sudah tidak terbentuk.
“Hosh... Hosh... Hosh...” deru napas Sean yang terdengar
“Ada apa?” ucap Viollet
yang panik dengan Sean
“Daniel...”
“Daniel? Daniel kenapa?” ucap
Viollet yang sudah sangat penasaran
“Tiba-tiba Daniel datang dengan Reno dan Beni langsung pukul gue... Katanya... Gue yang buat Clarissa... Gak bisa deket sama cowok lain...” ucap Sean dengan napas yang tersengal-sengal
“Astaga, tu bocah emang udah gak waras apa gara-gara Clarissa? Sampe penampilan lu acak-acakan gini Sean” ucap Viollet yang sudah kehilangan kata-kata
...To Be Continued...
Rencananya aku bakal skip cerita ini sampai Clarissa dan Jonathan kuliah setelah Chapter ini. Di jamin bakal di luar pemikiran kalian setelah aku update chapter yang akan mendatang!
Tap likenya, tambahkan ke favorite kalian, beri rate, dan vote aku
Bye~