
⚠ Episode ini mengandung
muatan dewasa ⚠
Clarissa yang sudah
siap dengan 2 kopernya segera bergegas mengambil cardigan di lemarinya.
Jonathan hanya
menggelengkan kepalanya
karena Clarissa membawa 2 koper. Padahal mereka hanya beberapa
hari kembali ke
Indonesia.
Jonathan yang sedari
tadi sudah memasukkan
kopernya terlebih dahulu di
bagasi mobilnya menunggu
Clarissa keluar dari
kamarnya.
Clarissa yang lengkap
dengan balutan kaus polos
berwarna putih dan celana
jeans juga tidak lupa memakai cardigan dengan warna
biru senada dengan
celana jeansnya.
Rambutnya yang
berwarna coklat terang
dibiarkan tergerai.
Clarissa keluar dari
kamarnya membawa 2
koper yang berukuran
lumayan besar. Jonathan
dengan sigap mengambil
alih koper yang dibawa
oleh Clarissa
* * * * *
Jonathan dan Clarissa
sedang berada di lift yang
menuju ke basement
apartement.
Sesampainya mereka
di basement, Clarissa terlebih
dahulu memasuki mobil dan Jonathan sedang memasukkan
koper Clarissa ke bagasi
mobil.
Selama di perjalanan menuju bandara tidak ada percakapan.
Matahari telah terbenam dan digantikan oleh cahaya rembulan.
Butuh waktu 30 menit
menuju Boston Logan International Airport.
Sesampainya mereka di bandara, Jonathan membawa 2 koper dan Clarissa 1 koper.
Mereka tidak butuh waktu
lama memasuki pesawat karena mereka menggunakan Jet pribadi milik Watson Group.
Setelah mereka memasuki
Jet, keheningan masih berlanjut. Hanya terdengar suara mesin Jet.
Jonathan berinisiatif untuk memecahkan
kaheningan.
“Kamu ingin makan
Clarissa?” ucap Jonathan
dengan sedikit canggung
“Hmm” gumam
Clarissa
“Kenapa Clarissa belakangan
ini menjauhiku?Ada apa
dengannya?” monolog
Jonathan
“Kamu ingin makan apa?”
tanya Jonathan
“Tidak, aku ingin
memakan snack yang aku
beli” ucap Clarissa seraya
mengambil paper bag yang
berisikan beberapa
snack
Jonathan hanya menggaruk tenguknya
yang tidak gatal.
Ia hanya heran dengan sikap
Clarissa yang berbeda dari
biasanya.
Clarissa hanya memakan
snack dengan mendengarkan
musik menggunakan
earphone
Karena rasa penasaran
Jonathan, ia memberanikan diri menanyakan langsung kepada Clarissa
“Kamu marah sama aku?”
ucap Jonathan sembarang yang terlintas di kepalanya
“Hmm” gumam Clarissa
dengan mulut yang penuh
keripik kentang
Jonathan hanya
mengerutkan keningnya
tidak tahu letak
kesalahannya.
“Kamu... Pernah berciuman dengan...”
ucap Clarissa tidak melanjutkan
ucapannya
“Berciuman? Dengan
siapa?” ucap Jonathan
heran
“Ellie.”
Jonathan berusaha
mengingat ‘Ellie’ yang
dimaksud oleh Clarissa
Flash Back
Jonathan mendapatkan
tugas dari dosennya untuk mengerjakan tugas
dengan berkelompok.
Kelompok Jonathan terdiri
dari 4 orang. Kelompok
tersebut beranggotakan Jonathan, Samuel, Justin, dan Ellie.
Ellie sendiri yang satu-satunya perempuan di kelompok
Jonathan.
Setelah mereka menyelesaikan
tugas, Ellie mengajak mereka
untuk bersantai di Caffe.
Jonathan menolak ajakan
Ellie karena langit mulai gelap
“Joe, kamu ikut kita ‘kan
buat break sebentar di Caffe?”
tanya Ellie
“Maaf, gue gak bisa ikut.
Sebentar lagi akan hujan
juga gue harus jaga Clarissa”
ucap Jonathan menolak karena mengingat Clarissa sedah memaskakkan makanan di apartementnya
“Sebentar aja”
ucap Ellie
“Kalo lu gak ada, gak asik
Joe” ucap Justin
Jonathan dengan pasrah
mengangguk tanda menyetujui permintaan temannya
Setelah pesanan mereka
datang, Jonathan segera
meminum minumannya dengan cepat karena ingin segera
bertemu Clarissa.
Tapi tidak lama setelah Jonathan meminum minumannya, ia merasakan pusing.
“Gue ke toilet sebentar”
ucap Jonathan seraya memegang kepalanya yang berdenyut
Ellie hanya menyeringai
“Lu gak apa-apa ‘kan Joe?”
ucap Samuel memastikan
“I’m fine.” ucap Jonathan
bergegas menuju toilet
Tidak lama setelah
Jonathan pergi, Ellie
beralasan ke toilet karena ingin merapikan rambutnya
Samuel dan Justin hanya
menangguk dan tidak merasa
curiga tethadap Ellie
Ellie segera bergegas ke toilet memastikan Jonathan. Karena toilet pria sedang sepi, Ellie segera menghampiri Jonathan.
Terlihat Jonathan terengah-engah dengan napas yang memburu segera mengunci pergerakan Ellie. Ellie hanya tersenyum penuh kemenangan.
Dengan cepat Jonathan
mendudukkan Ellie di atas
wastafel.
Bibir mereka bertaut
panas, ciuman yang semakin
dalam. Hingga baju Ellie yang sudah
terbuka atasnya.
Mereka masih berciuman
penuh gairah. Jonathan terus meremas bagian-bagian tubuh Ellie. Di tengah-tengah hal tersebut,
ponsel Jonathan membuyarkan ciuman panas mereka. Dengan
cepat Jonathan mengambil ponselnya di saku. Terlihat di layar ponsel Jonathan Clarissa menelfon.
Jonathan segera tersadar.
Ia segera menjauhi Ellie
dengan baju yang berantakan. Dengan cepat Ellie menahan Jonathan. Tetapi Jonathan
mendorong Ellie hingga
terjatuh.
Flash Back End
Jonathan menceritakan
semuanya tanpa terlewatkan
kepada Clarissa. Clarissa yang mendengar penjelasan Jonathan hanya terkejut.
Clarissa yang terbakar
cemburu hanya diam.
Jonathan yang mengetahui
Clarissa cemburu hanya
tersenyum. Menurutnya
saat Clarissa cemburu,
wajahnya menjadi
sangat imut.
Clarissa yang terus
menggerutu dan mengerucutkan bibirnya membuat Jonathan sangat ingin menciumnya
“Kamu cemburu?”
ucap Jonathan menggoda
Clarissa
“Mau nyobain ciuman
di pesawat?” ucap Jonathan
terkekeh
Clarissa yang mendengar
hanya terbelak kaget dengan perkataan Jonathan
Memang selama mereka
menjalin hubungan mereka
belum pernah ‘Kissing’ dan hanya sebatas bergandengan.
Dengan cepat Jonathan
meraih tenguk Clarissa dan menciumnya dalam. Tidak ada gairah, hanya ciuman penuh
kasih sayang
Clarissa yang gugup
dengan perbuatan Jonathan tidak menolak perbuatan Jonathan.
Setelah ciuman mereka
selelai, Clarissa menutup
wajahnya yang merona dengan
kedua tangannya.
Jonathan hanya tersenyum
melihat wajah Clarissa yang
memerah.
“Jadi setelah kejadian itu
kamu gak pulang, kamu tidur
dimana semalaman?”
ucap Clarissa
“Ibu negara mulai deh
mode introgasinya”
monolog Jonathan
“Numpang tidur di
apartement Michael. Tapi
gak ada Rachel kok!” ucap
Jonathan seraya menggarukkan
tenguknya yang tidak gatal
Clarissa hanya membuang
napasnya lega, tapi, kenapa
Michael tidak memberi tahu hal
sepenting ini?
“Chael gak bilang
sama aku” ucap
Clarissa
“Aku yang minta agar
dia gak bilang sama kamu
babe” ucap Jonathan
...To Be Continued...
Maaf baru up T^T
Happy New Year teman-teman :)