My Possessive Boyfriend

My Possessive Boyfriend
Episode 7 - Flash Back



“Memang kenapa jika mommy dan dad disini?” ucap Diana


“Mommy akan menceritakan kejadian 8 tahun yang lalu,”


“8 tahun yang lalu?”


“Ayo Clarissa, Joe.” ucap Diana sambil berjalan mencari kursi di taman. Clarissa dengan ragu - ragu mengikuti Diana. Dan Jonathan setia berada di belakang Clarissa


Diana sengaja mencari kursi yang sedikit jauh dari taman agar tidak terlalu bising.


Diana mengisyaratkan agar Clarissa dan Jonathan duduk disampingnya. Dengan patuh Clarissa dan Jonathan duduk disamping Diana.


“Sebenarnya dari dulu mommy akan memberi tahu tentang ini Clarissa, tapi, mommy tidak yakin kamu akan mengingat kembali” ucap Diana dengan menghela napas


“Dulu, 8 tahun yang lalu, kamu mengalami kecelakaan. Dan kamu kehilangan ingatan, kamu ingat?”


“Mommy, kenapa mommy tidak memberi tahu Rissa selama ini?”


“Mommy hanya tidak ingin memberitahumu karena— Dulu kalian berdua adalah korban penculikan, dan Joe sempat menyelamatkanmu. Karena menyelamatkan mu, Joe sempat koma selama seminggu”


Clarissa perlahan - lahan dapat mengingat kembali kejadian itu. Clarissa merengkuh dirinya setelah mengingat dulu Jonathan dianiaya oleh beberapa pria yang tidak ia kenal di suatu gudang yang sudah tidak terpakai.


Diana mengerti Clarissa, ia merengkuh Clarissa.


“Dan, kamu ingat? dulu jika tidak ada Jonathan mungkin kamu sudah dilecehkan. Karena Jonathan, hal yang tidak diinginkan itu membuat petaka untuknya. Jonathan melawan beberapa pria itu,” ucap Diana yang tidak melanjutkan perkataannya karena melihat Clarissa yang membenamkan wajahnya dengan telapak tangan


“Dan karena aku melawan mereka, aku dianiaya dan sempat dihempaskan ke dinding” ucap Jonathan


Flash Back


Jonathan dan Clarissa sedang bermain di taman dekat mansion mereka. Dengan ceria mereka bermain ayunan. Jonathan melihat beberapa pria dengan gerak - gerik yang aneh mepmerhatikan mereka, pria itu mengenakan penutup wajah.


“Issa, ayo pergi dari sini. Ada beberapa orang yang terus memperhatikan kita. Ayo kita bilang ke mommy” bujuk Jonathan


“Tapi Issa masih ingin bermain ayunan disini” rengek Clarissa


“Aku bisa meminta Paman Zhao memasang beberapa ayunan di halaman mansion” ucap Jonathan *Paman Zhao - kepala pengurus mansion


“Benarkah?” ucap Clarissa senang


Jonathan mengangguk. Ia segera menggemggam tangan kecil Clarissa dan membawanya menjauh dari sekitar taman dengan sedikit berlari. Tapi saat mereka berlari menjauhi taman tersebut mereka di sekap menggunakan sapu tangan yang terdapat obat bius. Mereka berusaha melepaskan diri namun tidak lama setelah itu Jonathan dan Clarissa tidak sadarkan diri.


Setelah Jonathan dan Clarissa sadar, mereka telah diikat disebuah kursi yang ada di sebuah gudang yang terbengkalai. Mulut mereka di tutup dengan menggunakan kain. Di gudang itu terasa sangat pengap dan susah untuk bernapas dengan lancar.


Beberapa orang mendekati mereka. Clarissa hanya bisa meronta dan menangis dengan mulut yang di tutup dengan kain. Jonathan berusaha melepaskan ikatan yang ada ditangannya namun hasilnya tangannya luka.


“Kalian ingin keluar? jangan harap! menangislah sekencang mungkin! tidak akan ada yang mendengarnya pula” ucap salah satu dari mereka


“Bos, anak kecil yang disana kelihatannya lumayan juga. Gimana kalau kita coba?”


“Ide yang bagus, tapi Tuan tidak memerintahkan kita. Tapi ya sudahlah, yang penting jangan sampai membuat dia mati”


Jonathan yang mengerti percakapan mereka dengan kesal meronta hingga membuat tangannya mengeluarkan darah segar.


Pria - pria itu berjalan mendekati Clarissa yang sudah lelah akibat menangis. Salah satu dari mereka sudah menyentuh Clarissa yang sudah tak sadarkan diri.


Jonathan dengan cepat membebaskan ikatannya walaupun tangannya mengeluarkan darah. Pria - pria tersebut tidak melihat Jonathan yang sudah berjalan ke sudut ruangan. Di sudut ruangan ada beberapa besi yang sudah berkarat. Dengan segera Jonathan mengambil dan membawanya mendekati Clarissa. Salah satu pria berusaha menyobek baju Clarissa. Dengan sigap Jonathan memukul kepala pria tersebut sampai tak sadarkan diri.


“Bos!” ucap salah satu pria


“Cecunguk sialan ini!” ucap pria tersebut yang berusaha menangkap Jonathan. Dengan sigap Jonathan memukul punggung pria tersebut hingga terjatuh. Pria tersebut bangkit dan terus menyerang Jonathan. Jonathan tersungkur, ia meraih besi tersebut dan memukul tepat di perut pria tersebut. Pria tersebut hanya meringis kesakitan.


Jonathan berjalan mendekati Clarissa dan berusaha menyadarkan Clarissa. Dengan tubuhnya yang berlumuran darah ia menyadarkan Clarissa.


“Issa, capat bangun” ucap Jonathan


“Issa...”


“Issa...”


Clarissa sadar perlahan - lahan


“Kak Joe kenapa berdarah?” ucap Clarissa dengan polosnya


“Tidak apa - apa, kak Joe hanya terluka sedikit” ucap Jonathan sambil melepas tali yang mengikat Clarissa


Tiba - tiba seseorang berlari mendekati mereka.


“Ayo cepat! polisi sudah berada di depan gerbang!” ucap seseorang. Mereka dengan cepat membawa Clarissa dan Jonathan kedalam mobil berusaha melarikan diri.


“Diam! jika kalian berisik akan kupotong lidah kalian!”


Mobil tersebut berjalan dengan kecepatan yang tinggi. Tidak lama setelah hal tersebut, mobil sedan menutupi jalan dan membuat mobil tepat Clarissa dan Jonathan berada hilang kendali dan bertabrakan.


Clarissa sudah kehilangan kesadarannya karena terbentur keras di kepalanya.


Jonathan yang masih memiliki sedikit kesadarannya segera nerengkuh Clarissa sebelum kesadarannya menghilang.



Setelah Jonathan sadar, ia terbangun di rumah sakit. Ia dinyatakan koma selama seminggu. Jonathan menanyakan keadaan Clarissa, Clarissa mengalami syok dan trauma berat dengan kejadian penculikan.


Sementara Clarissa menjalankan terapinya.


Hellena segera memeluk Jonathan yang baru tersadar.


“Jojo, kita harus kembali ke London” ucap Hellena sambil mengusap kepala Jonathan


“Tapi Clarissa ma...”


“Untuk saat ini Clarissa tidak dapat mengingat selain kejadian penculikan”


Jonathan dengan pasrah hanya menganggukan kelalanya.


Flash Back End


“Joe...” ucap Clarissa


“Ya Issa” ucap Jonathan sambil menatap Clarissa teduh


Clarissa dengan cepat memeluk Jonathan


“Terima kasih...” ucap Clarissa bergetar


“Tidak apa - apa. Itu hanya masa lalu” ucap Jonathan dengan mengusap punggung Clarissa


“Kalian berdua bicaralah. Mommy tidak akan mengganggu” ucap Diana langsung bergegas pergi


“Kamu tahu Clarissa...?”


Clarissa hanya menggeleng. Jonathan mengusap air mata Clarissa dengan jarinya.


“Kita telah bertunangan dari kita bentuk embrio” ucap Jonathan sedikit terkekeh


“Tunangan? tapi kita masih...”


“Hanya tunangan, apa kamu ingin langsung di altar saja?” ucap Jonathan terkekeh dan mendapatkan cubitan dilengannya


“Ish Joe!” ucap Clarissa mengerucutkan bibirbya


“Ekhm...! aduh silaunya mataku. Apalah daya jomvlo yang ngenes ini” ucap Viollet. Sean hanya terkekeh


“Congtats bro. Mumpung udah tunangan, kejar turus.” ucap Sean yang menepuk pundak Jonathan


“Apasih kalian ini”


“Untuk kalian berdua, jangan terlalu terlarut masa lalu. Kami tahu, kami tidak merasakan menjadi kalian. Jadi kami hanya memberi motivasi. Dan, fokuslah pada study kalian.” ucap Viollet


Clarissa memeluk erat Viollet. Jonathan dan Sean hanya tersenyum.


“Aku harap Clarissa dapat nelupakan hal - hal yang tidak dia inginkan di masa lalu. Dan tentunya hubungan kami berjalan seperti sedia kala” batin Jonathan


...To Be Continued...


Typo's bertebaran dimana - mana, maaf yah kalau banyak typo T^T


Author juga ketiknya malam - malam, maklumkan yah hehe...


Akhirnya kejadian 8 tahun udah jelas. Untuk Episode ini aku sengaja lebih fokusin ke Flash Backnya ya.


Jangan lupa tap jempolnya, tambahkan ke favorit kalian, beri rate, dan vote MPB di NovelToon.


Terima kasih juga untuk para pembaca setia, karena kalian novel My Possessive Boyfrien sudah masuk pencarian populer di NovelToon.


Bye~