My Possessive Boyfriend

My Possessive Boyfriend
Episode 2 - Lucas



Aku dan Viollet sedang menikmati perjamuan yang dihidangkan.


Bukannya menikmati perjamuan, Viollet malah membuat story di salah satu akun sosial medianya.


“Viollet, aku ke toilet sebentar” ucapku


“Baiklah” ucap Viollet yang masih sibuk dengan ponselnya


Aku bergegas mencari toilet yang tak jauh dari tempat perjamuannya.


Sesampainya di toilet, aku memasuki salah satu bilik dan berdiam diri cukup lama.


Ya, Clarissa tidak menyukai keramaian, tak heran ia sering mencari tempat yang sepi dari keramaian.


“Aku tidak menyukai pesta-pesta seperti ini” gumam ku


15 menit kemudian


Clarissa bergegas keluar dari toilet, saat ia berjalan menjauh, ia mendengar seseorang menangis.


Clarissa segera mencari sumber suara tersebut.


Ia melihat anak kecil yang sedang menagis tersedu-sedu.


Clarissa berjalan menghampiri anak kecil tersebut.


“Ada apa? Kenapa kamu menangis?” ucapku lemah lembut kepada anak kecil yang ia yakini tersesat.


“Aku sedang mencari ayah, tapi aku tidak bisa menemukannya” ucap anak kecil tersebut sambil terisak


“Siapa nama kamu?” ucapku mengelus kepala anak kecil tersebut


“Namaku Lucas” ucap anak kecil tersebut


“Baiklah Lucas, nama Kakak adalah Clarissa. Kakak akan membantumu mencari ayahmu” ucapku dengan menghapus air mata yang mengalir di wajah Lucas


Clarissa berjalan dengan berpegangan tangan Lucas untuk mencari jalan keluar.


Setelah kaluar dari lorong-lorong, Clarissa hanya dapat mengikuti Lucas dibelakangnya.


Saat Lucas berhanti berjalan,


“Kak Joe!” teriak Lucas sambil berlari menuju Jonathan berada


“Lucas? ada apa?” tanya Jonathan yang menekuk salah satu kakinya


“Tadi Lucas tersesat, Kakak ini yang membantu Lucas!” ucapnya senang.


Jonathan hanya mengangguk


“Terima kasih telah menolong Lucas, maaf telah merepotkanmu” ucap Jonathan tulus


“Ah, tidak apa-apa. Namanya juga anak kecil” ucapku tersenyum


“Sebagai gantinya, bagaimana jika kita makan malam bersama, dan, siapa namamu?” ucap Jonathan


“Tidak perlu terima kasih, namaku Clarissa.” ucapku


“Clarissa, cepat kemari!” ucap Viollet tak jauh dari tempat Clarissa


“Tunggu sebentar Vio!” ucapku


“Maaf, aku harus segera pergi.” lanjutku dengan tersenyum


“Baiklah” ucap Jonathan tersenyum.


Sebenarnya, dari awal pertemuan mereka, Jonathan sudah tertarik dengan Clarissa. Ia juga telah mencari semua informasi tentang Clarissa.


__________________________________________


“Ada apa Viollet?” ucapku berjalan mendekati Viollet


“Huh... Astaga Viollet, aku kira ada apa. Maaf aku lama, nanti aku akan menceritakan semua kejadiannya” ucapku terkekeh


“Ayo kita pulang Clarissa. Aku merasa bosan berada di sini.” ucap Viollet


“Wait, wait, wait... Sejak kapan Viollet punya inisiatif ingin pulang dari pesta semacan ini? biasanya dia yang paling betah berlama-lama”


batinku heran


“Viollet? ini Viollet? sejak kapan Viollet mudah bosan di acara yang banyak cogannya?” ucapku terkekeh


“Aku lagi bad mood Cla, udah yuk pulang. Lagi pula ini juga udah larut malam” ucap Viollet


“Baiklah, tapi kita harus i...” belum sempat Clarissa melanjutkan ucapannya Vollet segera menarik tangan Clarissa


“Tapi...” ucapku sambil mengikuti langkah Viollet


“Aku sudah memberi tahunya” ucap Viollet tergesa-gesa


Aku hanya mengangguk mengerti


Aku dan Viollet berjalan keluar dari gedung megah tersebut.


Kami segera memasuki mobil.


“Vio, kamu ingin kembali ke Mansionmu? ini sudah larut.” ucapku fokus menyatir mobil


“Entahlah...” ucap Viollet dengan memainkan ponselnya


20 menit kemudian


Kami memasuki Mansion megah. Mansion itu adalah Mansion Clarissa.


Clarissa memparkirkan mobil di basement Mansion.


Kami memasuki ruangan Mansion yang sepi karena sudah larut malam.


“Aku boleh tidur dikamarmu Clarissa?” ucap Viollet yang menaiki anak tangga


“Kamu yakin? masih banyak kamar tamu yang kosong di Mansion ini” ucapku bingung karena sifat Viollet yang berbeda dari biasanya


“Aku hanya bosan di Mansionku. Aku juga sudah lama tidak bertemu Valley, mom Celline” ucap Viollet


*Clarissa dan Viollet adalah sahabat dari masa kecil mereka. Tak heran keluarga mereka sangat dekat.


“Astaga Viollet, kamu bisa mengunjungi Mansionku setiap saat. Tapi... Baiklah, kita 'kan sahabat. Sangat tidak mungkin aku akan menolak sahabatku” ucapku membuka pintu kamarku


Aku dan Viollet membaringkan tubuh kami di ranjang king size milikku.


Aku segera mengambil ponselku, ada pesan dari nomor yang tidak kenali.


[ Sudah pulang? ] -Unknown Number


“Nomor siapa ini?” gumamku heran


[ Ini siapa? ] -Clarissa


[ Kamu akan mengetahuinya besok, kita akan bertemu lagi ] -Unknown Number


“Bertemu lagi? Siapa? Mungkinkah salah nomor?” gumamku


[ Selamat malam Clarissa ] -Unknown Number


“Dia tahu namaku? mungkin ini Sean?” gumamku


Karena lelah, aku menaruh ponselku di atas nakas.


“Vi...” aku mengurungkan niatku untuk memanggil Viollet, karena Viollet telah terlelap.


...To Be Continued...