My Possessive Boyfriend

My Possessive Boyfriend
Episode 13 - Indonesia



15 jam kemudian


Jet pribadi mereka sudah


landing dengan lancar


di Seokarno-Hatta


International Airport.


Jarak Amerika-Indonesia membutuhkan waktu 19 jam


jarak tempuh, tetapi dengan Jet pribadi milik Watson Group


tidak memerlukan transit


di Abu Dhabi,


Dubai.


Clarissa segera turun


dari Jet dan langsung


merenggangkan tubuhnya yang pegal-pegal karena duduk di


Jet selama berbelas-


belasan jam


* * * * *


Saat mereka berada di lobby bandara, seseorang memanggil Clarissa


“Kak Rissa!”


panggil Vanetha dengan


berlari kecil menghampiri Clarissa dan kakaknya Jonathan


Clarissa segera memeluk Vanetha


“Aku kangen kak Clarissa”


ucap Vanetha


Jonathan berdehem


Vanetha segera berpindah


memeluk Jonathan


“Kak Joe sekarang bertambah


tinggi” gerutu Vanetha


“Memangnya kenapa hmm?”


ucap Jonathan mengacak rambut Vanetha lembut


“Ish kak!”


pekik Vanetha


Jonathan hanya tertawa


melihat Vanetha kesal sama


seperti dulu


“Kak, Nettha mau es krim”


ucap Vanetha


“Manja” ucap Jonathan


“Biarin”


“Udah gede masih aja manja”


“Yang penting aku cantik hehe”


“Kak Clarissa mau es krim?”


tanya Vanetha


* * * * *


Selama di mobil hanya


ada celotehan Vanetha dan


Clarissa. Tadinya Jonathan


ingin duduk di samping kursi


Clarissa tetapi Vanetha


memarahinya.


Vanetha terus menerus


menyindir Jonathan dengan


sebutan ‘Bucin’ karena Jonathan


yang terus menempel kepada


Clarissa.


Jonathan terhanyut dalam lamunannya. Sesekali ia melirik Clarissa dan Vanetha yang bertukar cerita


Mobil mereka berhenti di


depan kedai es krim


“Kak ayo turun,” ucap


Vanetha menarik tangan Jonathan dan Clarissa


Clarissa hanya tersenyum, karena ia tidak dapat menolak permintaan Vanetha.


Jonathan mendengus pasrah


Mereka sekarang sedang menunggu pesanan mereka yaitu 3 cup es krim yang berbeda rasa. Jonathan memesan rasa cokelat, Vanetha memesan rasa stroberi, Clarissa memesan rasa vanila.


Setelah mereka menghabiskan es krim, mereka langsung menuju mansion kediaman Addison.


Seperti yang kalian tahu, Vanetha terlalu bersemangat saat menceritakan kejadian yang di alaminya setelah Clarissa melanjutkan pendidikannya di Amerika. Sekarang Vanetha sudah terlelap karena kelelahan.


Jonathan pun mendesah lega,


karena sumber kebisingan sudah


terlelap. Jonathan juga terheran-heran


dengan sikap Vanetha yang belum juga dewasa. Vanetha menjadi lebih kekanak-kanakkan dan manja karena sedari Vanetha kecil selalu dilimpahi dengan harta. Semua permintaan Vanetha akan di belikan Richard ayahnya. Tidak jarang juga Hellena ibunya sering bertengkar dengan ayahnya karena Richard terlalu memanjakan Vanetha.


Mobil hitam tersebut memasuki sebuah mansion megah dengan gaya classic. Mobil tersebut berhenti di depan mansion yang terdapat air mancur yang cukup besar.


“Joe, Vanetha tertidur. Bagaimana mengangkatnya?” tanya Clarissa dengan berbisik


“Kamu duluan aja masuknya. Nanti aku gendong Vanetha” sahut Jonathan seraya membuka pintu mobil untuk mengangkat Vanetha


“Tapi—” Clarissa tidak melanjutkan protesnya karena Jonathan menatapnya dengan tatapan tidak ingin di bantah


Clarissa hanya menurut


Clarissa menunggu Jonathan


yang sedikit kesulitan mengangkat Vanetha. Walaupun Vanetha bersikap kekanak-kanakkan, tetapi tubuhnya bak model proposional. Tidak jarang juga Vanetha bertindak ceroboh, oleh sebab itu Vanetha di jaga oleh salah satu asisten pribadinya.


Jonathan menurunkan tubuh


Vanetha di atas sofa yang tidak jauh dari pintu utama mansion.


Vanetha mengubah posisi tidurnya. Hampir saja Vanetha terjatuh dari sofa, karena ukuran sofa tidak terlalu besar.


“Ada-ada aja kamu Van,” gumam Clarissa. Jonathan menepuk pundak Clarissa pelan, yang membuat empunya membuyarkan lamunannya.


“Ayo Cla, mum sama dad udah nunggu kita” ucap Jonathan sambil menatap manik Clarissa lekat


“Tante sama om gak ada?” tanya Clarissa sedih


“Maaf Cla, mereka masih ada


di London. Nanti mommy janji mau ke apartementku” sahut Jonathan yang mendapatkan anggukan dari Clarissa


...To Be Continued...