My Love Defense

My Love Defense
MLD Bab 8



Lunara berjalan melewati koridor rumah sakit untuk menuju ke dalam ruangannya. Sudah tiga hari Lunara tidak ke rumah sakit untuk bekerja, membuat dirinya kangen dengan pekerjaannya. Menjadi dokter adalah cita-citanya sejak dini, dan cita-citanya itu telah tercapai sekarang. Tak henti-henti Lunara bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya karena cita-cita yang ia impikan menjadi kenyataan.


"Doktor Lunara, nereye gidiyorsun?" (Dokter Lunara, anda mau kemana?) Tanya perawat yang melihat Lunara berjalan melewati ruangannya.


Merasa dipanggil, Lunara berhenti melangkah dan menatap perawat yang menegurnya.


"Demek istediğim, assalamualaikum" (Maksud saya, assalamualaikum) ralat perawat tersebut karena ia tau Lunara selalu memulai pembicaraan dengan mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam. Sorun ne kız kardeş?" (Waalaikumsalam. Ada apa, suster?) Tanya Lunara kepada perawat wanita yang tadi menegurnya.


"Üzgünüm, nereye gidiyorsun doktor?" (Maaf, anda mau kemana, dokter?) Ulang perawat tersebut.


"Ofisime gitmek istiyorum. Sorun ne kız kardeş?" (Saya mau ke ruangan saya. Ada apa, suster?)


"Odan kaçırıldı doktor" (Ruangan anda sudah terlewat, dokter) perawat itu mengingatkan.


"Bu doğru mu?" (Benarkah?) Tanya Lunara. Perawat itu hanya mengangguk sebagai jawaban. Lunara menoleh ke samping kanan dan kirinya. Dan benar saja, Lunara sudah melewati ruangannya dan sekarang ia berada diruangan para dokter senior.


Lunara tertawa karena menyadari kesalahannya. "Bana hatırlattığın için teşekkürler" (Terima kasih sudah mengingatkanku) ucap Lunara.


"Sorun deđil doktor. Bir sorun mu yaşıyorsunuz?" (Tidak apa apa, dokter. Apa anda sedang ada masalah?) Tanya perawat itu.


"Yok. Etraftaki durumu unutmaktan mutluluk duyuyorum. Benim için endişelendiğin için teşekkürler" (Tidak ada. Aku hanya sedang senang sampai lupa keadaan sekitar. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku) balas Lunara seadanya.


"Doktorla aynı. Tamam o zaman, affedersiniz. assalamualaikum" (Sama sama dokter. Baiklah kalau begitu, saya permisi. Assalamualaikum) pamit perawat tersebut.


"Evet. Waalaikumsalam" (Iya. Waalaikumsalam) balas Lunara. Setelah mendapat jawaban, perawat itu kembali melanjutkan kembali jalannya menuju tempat yang ia tuju sebelumnya.


Dikkatsizsin, Luna (Kau ceroboh, Luna). Batin Lunara seraya tersenyum dan memutar balikkan tubuhnya menuju ruang kerjanya.


__________


Tok... Tok... Tok...


Pintu ruangan Lunara di ketuk dari luar.


"Lütfen içeri gel" (Silahkan masuk) ucap Lunara.


Ceklek...


Pintu di buka dari luar setelah mendapatkan izin dari sang pemilik ruangan.


"Assalamualaikum doktor, dinlenme zamanınızı rahatsız ettiğim için üzgünüm. Önünde seninle tanışmak isteyen bir kadın var" (Assalamualaikum dokter, maaf mengganggu waktu istirahat mu. Di depan ada seorang wanita ingin bertemu dengan anda) ucap seorang perawat wanita yang baru saja mengetuk pelan pintu ruangannya.


" Waalaikumsalam. Dso?" (Waalaikumsalam. Siapa?) Tanya Lunara.


"Doktor bilmiyorum. Onu tanıdığını söylüyor. O kişi Endonezya'dan geldiğini söyledi" (Entahlah dokter. Dia bilang bahwa anda mengenalnya. Orang itu berkata kalau ia berasal dari Indonesia) balasnya.


Dilla geliyor gibi (Sepertinya Dilla yang dateng). Batin Lunara.


"Nasıl, doktor? Seni görmek için içeri girmesine izin var mı?" (Bagaimana, dokter? Apa dia diperbolehkan masuk untuk menemui anda?) Perawat itu memastikan.


Lunara mengangguk. "Girmesine izin ver" (Biarkan dia masuk) suruh Lunara.


"İyi doktor" (Baik dokter). Perawat itu langsung menutup kembali pintu ruangan Lunara untuk kembali memanggil wanita tadi yang ingin bertemu dengan Lunara.


Lunara terdiam. Bukan suara Dilla yang ia dengar melainkan orang lain. Lunara mendongakkan kepalanya dan sedikit terkejut.


"Waalaikumsalam. Bunda" balas Lunara tersenyum.


"Hai Luna sayang" ucap Alisya-Bunda Dilla memeluk Lunara.


Lunara membalas pelukannya. "Hai Bunda" balas Lunara.


Lunara melepaskan pelukannya. "Kok Bunda kesini? Memangnya Bunda sudah merasa jauh lebih baik? kenapa pergi jauh-jauh?" Tanya Lunara khawatir.


"Apa Bunda kesini mau check-up kesehatan Bunda? Masih ada yang sakit, Bun? Sebelah mana? Luna akan periksa" Lunara memberikan banyak pertanyaan kepada Alisya.


Alisya tersenyum. "Bunda sudah tak apa apa kok, Luna. Makasih udah khawatirin Bunda" balas Alisya.


"Alhamdulillah .... Terus ada perlu apa Bunda kesini kalau boleh tau?"


"Kamu ada waktu, gak?"


"Kalau untuk sekarang Luna lagi istirahat, Bun. Jadi lagi gak ada pasien"


"Bagus. Kamu mau ikut Bunda?"


"Kemana, Bun?"


"Makan siang bersama, sekalian Bunda ingin mengenal kamu lebih dalam. Tapi kalau soal tempat makan yang terbaik, biar Luna saja yang pilih. Bunda gak hapal negara ini"


Lunara tersenyum. "Iya, Bun. Ayo, keburu jam istirahat Luna abis" ajak Lunara. Alisya mengangguk dan berjalan disamping Lunara.


Lunara pergi menggunakan mobilnya karena Alisya datang dengan taksi. Lunara mengajak Alisya pergi menuju restoran yang terdapat ruang privasi agar dirinya dan Alisya lebih nyaman.


Sampailah mereka di restoran tersebut. Restoran yang memiliki ruang privasi.


"Kamu yang pesan saja, Bunda gak tau yang mana yang enak. Bunda jarang kesini" suruh Alisya.


Lunara mengangguk. "Iya, Bun."


"Abla, lütfen buraya gelir misin?" (Kak, bisa tolong kemari?) Lunara memanggil waiter's lalu memesan makanan yang menurutnya cocok untuk makan siang.


"Tamam, lütfen yemeği bekle lütfen" (Baik, tolong ditunggu makanannya, ya) ucap waiter's tersebut. Lunara hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Tak lama pesanan yang dipesan Lunara datang. Sambil makan, Lunara dan Alisya bertukar cerita dan tertawa bersama. Baru beberapa kali bertemu rasanya keduanya sangat akrab.


Setelah selesai makan siang, Lunara mengantar Alisya kembali ke apartemen Dilla karena memang mereka tinggal bersama. Setelah mengantar Alisya, Lunara kembali ke rumah sakit untuk menyelesaikan waktu kerja nya yang sempat terpotong oleh waktu ishoma (istirahat, sholat, makan).


__________


TINGGAL JEJAK YAA.


KOMEN, LIKE DAN VOTE NYA.


Tangerang, 5 Juli 2020