My Love Defense

My Love Defense
MLD Bab 52



Pagi hari yang sejuk Ghifari, Lunara beserta Alma sedang berjalan-jalan pagi di taman sekitar mansoin Malayeka. Tentu ini semua berawal dari Alma yang mengerengek meminta keduanya untuk jalan bersama seperti yang banyak orang lakukan bersama keluarganya.


Berkali-kali Alma meminta Ghifari untuk menggendongnya. Tentu saja dengan senang hati Ghifari mengangkat Alma dan menaruh dalam gendongannya. Alma benar-benar menggemaskan. Sekarang ia tau bagaimana caranya berada di posisi Dilla dan Alvan yang bersama-sama mengurus Arkan.


Ghifari menoleh ke arah Lunara. Tiba-tiba saja ia mengingat Dilla yang kemarin menghubunginya dan meminta alamat serta foto mansion Malayeka. "Apa Dilla menghubungimu?" Tanya Ghifari kepada Lunara. Ia tau Lunara dan Dilla selalu bertukar kabar selama ini.


Lunara menoleh menatap Ghifari yang baru saja bertanya kepadanya mengenai Dilla. Ia menggeleng pelan. "Sudah hampir sebulan aku tak tau kabar tentangnya lagi. Pesan yang ku kirim seperti tak sampai pada Dilla." Balas Lunara.


Ghifari mengangguk mengerti. Ternyata bukan dirinya saja yang tak dapat menghubungi keluarganya yang berada di Indonesia.


"Abang! Abang Fari!" Langkah Ghifari terhenti ketika mendengar namanya dipanggil. Ia merasa tak memiliki teman ataupun kerabat di negara ini. Beberapa hari yang lalu ia masih melihat postingan Rizal yang masih berada di Indonesia jadi tak mungkin ia sudah berada di Turki kembali.


"Rayhan…" gumam Ghifari saat melihat Rayhan yang berlari kecil mendekati dirinya. Keningnya berkerut melihat keberadaan Adiknya terkecil yang berada di negara Turki juga.


Lari Rayhan semakin memelan melihat Ghifari jalan bersama Lunara juga menggendong seorang anak. "Assalamualaikum." Ucap Lunara ketika melihat Rayhan hanya menatap mereka tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Waalaikumsalam. Apa kabar Kak Luna?" Tanya Rayhan sopan. Ternyata benar dugaannya bahwa Ghifari sedang bersama Lunara. Yang menjadi tanda tanyanya, siapa anak yang berada dalam gendongan Ghifari? Lunara tersenyum lalu membalas apa yang Rayhan tanyakan kepadanya.


Ghifari mendekat ke telinga Alma. Ia membisikkan sesuatu di telinga anak itu sampai ia mengangguk menanggapi ucapan Ghifari. Setelah selesai membisikkan sesuatu di telinga Alma, Ghifari menurunkan Alma dari gendongannya. Alma berjalan mendekati Rayhan dan meraih tangannya, mencium punggung tangan Rayhan yang tersenyum canggung kepada Alma.


"Good morning, Uncle. I am Almasya Shahinaz Muzakki." Alma memperkenalkan dirinya kepada Rayhan. Rupanya setelah Alma memperkenalkan dirinya Rayhan masih tak mengerti akan situasi yang terjadi.


Ghifari kembali membawa Alma dalam gendongannya. Membisikkan sesuatu kembali diq telinga Alma membuat anak itu tertawa. Ghifari menatap Rayhan yang mungkin masih merasa canggung saat ini. "Kamu tak paham? Dia anak Abang, Ray." Dengan bangga Ghifari memperkenalkan Alma kepada Rayhan. Ia mencium pipi Alma yang tertu


Kedua mata Rayhan berkedip dua kali, masih tak mengerti. "Anak A-bang?" Ucap Rayhan bertanya ulang. Ghifari mengangguk membenarkan.


"Almasya Shahinaz Muzakki…" Rayhan mengulang nama Alma yang tadi diperkenalkan kepadanya.


"Muzakki… Anak Abang?!! Anak kalian?!!" Ternyata Rayhan baru mencerna ucapan dari Ghifari. Ia sangat terkejut setelah memahami ucapan dari Alma beserta Ghifari.


Ghifari tersenyum lalu mengangguk membenarkan. "Jadi yang Abang bilang…" ucapan Rayhan menggantung di udara begitu saja.


"Itu hanya salah paham" Ghifari tau apa yang ingin Rayhan katakan. Tentang kesalahpahamannya yang mengira Lunara telah menikah kembali dan membuat Ghifari tak terurus.


Mulut Rayhan terbuka berbentuk huruf O dengan kepala yang mengangguk paham. Ternyata Ghifari hanya salah paham.


"Morning too." Balas Rayhan kepada Alma. Ia mengelus puncak kepala Alma dengan senyumnya yang tak luntur. Ia merasa kasian dengan Alma karena kesalahan sang Ayah ia baru bisa bertemu dengannya. Itupun karena kesalahpahaman yang terjadi membuat Ghifari memberanikan diri untuk memastikan secara langsung.


"Oh ya, kenapa kamu ada disini? Ada tugas dari Ayah?" Tanya Ghifari menatap Rayhan. Sangat kebetulan jika Rayhan datang untuk mengurus pekerjaan.


Rayhan menggeleng. "Nanti Ray dateng ke rumah Kak Luna, ya?" Rayhan beralih menatap Lunara yang dari tadi hanya terdiam.


"Iya, datang saja. Kami dengan senang hati menyambut kedatangan kamu." Balas Lunara. Yang ia maksudkan adalah keluarga besarnya.


"Jika keluargamu ada disini juga, datanglah bersama. Ayahku sebelumnya memintaku untuk menyampaikan hal ini kepada kalian tapi aku lupa untuk menyampaikannya kepada Mas Ghifari." Pinta Lunara kemudian. Semalam ia dipanggil oleh sang Ayah untuk menyampaikan hal tersebut kepada Ghifari. Sesampainya di dalam kamar ia melupakan hal itu setelah melihat Ghifari bersama dengan Alma.


Rayhan memgangguk. "Iya Kak. Ya sudah Rayhan pamit kembali ke hotel. Kami akan datang saat jam makan siang." Putus Rayhan membalas ucapan sang Kakak Ipar.


"Tunggu, Ray!" Ghifari menahan Rayhan yang hendak pergi meninggalkan mereka. "Ayah dan Bunda juga ada disini?" Tanya Ghifari.


Rayhan mengangguk. "Nanti Ray sampaikan pesan Kak Lunara. Assalamualaikum." Ucap Rayhan berlalu.


"Ingat, jangan bilang kepada siapapun tentang Alma!!!" Ghifari berteriak mengingatkan sang Adik. Biarlah kedua orang tuanya yang mengatahui dengan sendirinya. Ingin membuat kejutan untuk keduanya.


Tangan Rayhan terangkat ke udara dan menyatukan jari telunjuk dengan ibu jarinya, menandakan setuju dengan ucapan dari Ghifari. Lunara menggeleng melihat keduanya.


Alma menatap sang Ayah dengan penuh tanda tanya. "Tadi kalian berbicara menggunakan bahasa apa?" Tanya Alma yang tak paham dengan bahasa yang tadi Ghifari, Lunara serta Rayhan gunakan.


"Alma mau Aba ajarkan bahasa itu?" Almasya mengangguk dengan antusias. Ia senang sekali jika diminta untuk belajar bahasa. Anak itu sangat cerdas di usianya yang terbilang masih sangat kecil.


"Baiklah, akan Aba ajarkan. Alma juga harus mengajarkan Aba bahasa Turki. Apa tuan putri Aba setuju?" Tanya Ghifari. Alma mengangguk menyetujui persyaratan dari sang Ayah. Mereka melakukan barter bahasa. Lunara yang melihat kekompakkan keduanya menjadi tersenyum.


__________


Hari ini 2 bab lagi aku update🥳😆


Aku tunggu jejak kalian ya...