My Love Defense

My Love Defense
MLD Bab 11



"Lunara, buraya gel" (Lunara, kemari lah) pinta Jabare setelah melihat Lunara menuruni anak tangga.


"Evet baba" (Iya, Papa) balas Lunara.


"Buraya otur, Luna" (Duduk disini, Luna) titah Emira dan Lunara mengangguk patuh. Lunara duduk di sebelah Emira.


"Semua keputusan ada di tangan anak kami, Lunara" ucap Jabare menggunakan bahasa Inggris.


"Keputusan apa, Pa?" Tanya Lunara yang juga ikut menggunakan bahasa Inggris.


"Jadi begini nak Lunara, saya melamar mu untuk anak saya, Ghifari, apa kamu menerimanya?" Jelas Farhan.


Tentu saja ekspresi wajah Lunara saat ini sangat terkejut. Bagaimana tidak? Orang yang ia kenal hanya dari sang sahabatnya sekarang datang untuk melamarnya. Bahkan dirinya belum mengenal jelas orang yang datang untuk melamarnya.


"Sorry?" Ucap Lunara meminta untuk mengulang apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.


"Kami datang kemari untuk melamar kamu dengan anak pertama saya, Ghifari" ulang Farhan.


"Me-melamar?" Tanya Lunara menggunakan bahasa Indonesia.


"Iya nak" balas Alisya.


"Apa kamu mau menerimanya?" Lanjut Alisya.


Lunara menatap kedua orang tua nya meminta jawaban. "Bütün kararlar senin elinde, Lunara" (Semua keputusan ada ditangan Kamu, Lunara) balas Jabare yang mengerti apa yang dimaksud oleh anaknya.


Jabare dan Emira tau apa arti yang dikatakan oleh Lunara dengan tamu yang berada di depannya saat ini karena kedua anaknya sering menggunakan bahasa Indonesia. Meski begitu, keduanya hanya tau artinya tanpa bisa menggunakan bahasa Indonesia, jadi mereka tidak bisa membalas menggunakan bahasa Indonesia juga.


Lunara menarik nafas panjang lalu ia hembuskan. "Maaf, tolong beri saya waktu untuk memikirkan jawabannya. Saya belum mengenali dengan jelas siapa putra kalian. Jadi, tolong maafkan saya" ucap Lunara seraya menunduk menghindari kontak mata dengan yang bukan mahramnya.


"Baiklah, saya mengerti. Tapi, apakah saya boleh berbincang-bincang dengan kamu, sekalian jalan jalan sore?" Tanya Ghifari sopan.


Lunara memandang kedua orang tuanya kembali. "Lütfen Luna seni ona yaklaştırıyorsa. Ama unutmayın, sınırlarınızı koruyun" (Silahkan Luna jika itu membuat mu bisa lebih mengenalnya. Tapi ingat, jaga batasan kalian) saran Emira.


"Şüphesiz Ne" (Tentu saja, Ma) balas Lunara.


"Silahkan Ma-as jalan duluan" ucap Lunara mempersilahkan Ghifari berjalan lebih dulu.


"Terima kasih" balas Ghifari.


"Yah, Bun, kita akan kembali sebelum maghrib, kalian tenang saja. Kami pamit, assalamualaikum" ucap Ghifari pamit.


"Assalamualaikum" Lunara mengucapkan salam juga sebelum keluar dari dalam rumahnya.


"Waalaikumsalam" balas semua serempak. Setelah mendapatkan jawaban, Ghifari berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Lunara yang berjalan di belakangnya seraya menundukkan kepalanya.


"Silahkan naik" ucap Ghifari mempersilahkan Lunara untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Maaf, seperti yang kamu katakan, kita hanya jalan-jalan sore, tidak lebih. Saya tidak ingin berada dalam satu tempat tertutup dengan yang bukan mahram saya. Maafkan saya" balas Lunara dengan menundukkan kepalanya. Ghifari menghembuskan nafas kasar.


Kalau bukan karena permintaan Ayah, Bunda dan harta lo, gak bakal mau gue sama lo yang kaku dan tertutup, beda banget sama Resya yang orangnya lebih terbuka. Batin Ghifari membanding bandingkan.


"Tidak apa apa, saya mengerti. Kalau begitu mari kita berjalan jalan sekitar sini" ucap Ghifari berusaha sabar.


Akhirnya Ghifari dan Lunara berjalan jalan di sekitar rumah keluarga Malayeka. Hening menyelimuti keduanya. Keduanya canggung untuk saling berbicara.


Kalau bukan karena harta nya, malu gue jalan sama cewek kaku begini. Jalan nya juga jauh jauhan lebih persis di bilang musuh. Apa yang mau di bangga-in dari cewek ini selain harta keluarga nya?. Batin Ghifari


Muka ke tutup, kagak bisa di buat pamer cewek. Pake baju ke gede-an, kagak keliatan cakep nya. Ngomong kaku, orang nya gak asik. Di ajak jalan jalan pake mobil mewah malah di tolak. Iya dah sultan beneran, tapi malah lebih milih jalan kaki?! Gak etis banget sebagai orkay (orang kaya). Batin Ghifari mengejek.


"Emm... Maaf, kalo boleh tau, kamu, kenapa ngelamar aku?" Tanya Lunara yang memang sudah penasaran dari tadi.


Ghifari yang dari tadi sibuk dengan lamunannya 'pun tersadar kembali. "Maaf, kamu ngomong apa? Kurang jelas tadi?" Tanya Ghifari.


"Kamu kenapa ngelamar aku?" Ulang Lunara.


"Saya memilih kamu karena saya ingin mengubah diri saya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya karena saya melihat kamu dengan pribadi yang baik dibanding dengan saya. Jadi saya sangat berharap kalau kamu menerima lamaran saya dan menjadi istri saya kelak untuk mengubah saya menjadi lebih baik" balas Ghifari dengan tatapan lurus ke arah Lunara.


Lunara senantiasa menundukkan kepalanya menjaga batasan dengan yang bukan mahramnya." Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua manusia pasti punya kekurangan masing masing seperti aku, kamu saja yang belum mengetahuinya. Kita sama sama saling belajar dan memahami, itu yang benar. Aku 'pun masih banyak kekurangannya, aku 'pun masih banyak harus belajar dan kita bisa sama sama saling belajar menuju lebih baik. Kamu mau?" Tanya Lunara.


Idih, sok banget sih. Batin Ghifari memandang remeh Lunara.


"Tentu saja. Setiap orang pasti mau mendapatkan yang terbaik untuk dirinya dan keluarga. Jadi, apa kamu mau menerima saya sebagai calon suami kamu?" Tanya Ghifari penuh harap.


"Saya mohon. Saya juga ingin menjadi yang lebih baik dari yang sebelumnya" lanjut Ghifari.


"Ku rasa kita bisa menjalani ta'aruf terlebih dahulu agar kita bisa saling mengenal satu sama lain" balas Lunara.


Ah... Banyak tawar menawarnya! Tapi gak apa apa, gue ikuti kemauan lo, gue bikin sandiwara gue di depan lo sebaik mungkin agar lo lebih nyaman dekat gue. Liat aja akting gue nanti. Batin Ghifari tertawa licik.


"Kalau itu yang menurut terbaik, mari kita lakukan. Saya rasa gak ada salahnya" balas Ghifari tersenyum.


"Terima kasih atas perhatiannya. Akan aku usahakan yang terbaik pastinya" ucap Lunara menundukkan.


"Terima kasih kembali" balas Ghifari di sertai dengan senyum liciknya.


Dan akting gue dimulai dari sini. Semoga lo mudah percaya dengan akting yang gue mainin. Batin Ghifari kembali.


Pembicaraan ringan mereka 'pun berlanjut sampai mereka kembali pulang ke kediaman Malayeka.


__________


SI GHIFARI LICIK BANGET YA? DASAR LAKI2 GILA HARTA...😒


NANTI KASIH PELAJARAN NYA KYK GMN YA? 😁


JANGAN LUPA TINGGAL JEJAK YA...😉


LIKE, KOMEN DAN VOTE.😆


MAKASIH.😊😉


Tangerang, 7 Juli 2020.