
Empat buah mobil sport mewah melintasi jalanan pulau Jawa. Memang jauh dari mansion Muzakki, namun pemandangan dari tempat yang mereka tuju sangat menjamin keindahan seisinya. Bukan tanpa alasan orang-orang mengatakan hal tersebut. Tapi memang karena hal itu nyata adanya. Banyak juga para selebgram yang merekomendasikan tempat tersebut sebagai salah satu tempat wisata yang indah.
Alma mengendarai sendiri mobil sportnya. Di bagian paling belakang terdapat dua bodyguard yang ikut dengan Alma, untuk berjaga-jaga. Dari empat kendaraan yang dibawa, mobil Alma berada pada urutan ketiga dari depan dan yang paling belakang adalah mobil yang dibawa oleh para bodyguard.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di tempat tujuannya. Little Venice Kota Bunga yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tempat itu memang langsung terkenal sebagai salah satu tempat wisata Instagramable yang ada di Jawa Barat.
Seperti namanya, Little Venice adalah tempat wisata yang meniru gaya kota Venezia di Italia. Kota ini terkenal sebagai salah satu destinasi liburan impian karena keindahannya dan juga keunikannya, karena sebagian kota seperti dibangun di atas laut sehingga menghasilkan banyak kanal-kanal air yang bisa ditelusuri dengan perahu kecil bernama gondola.
Alma beserta yang lainnya turun dari kendaraan yang mereka bawa. Walaupun tempat parkir mereka terpisah namun dengan cepat para bodyguard berpencar untuk menjaga tuan dan nona muda mereka.
Sesaat mereka terpisah tapi tak lama bertemu kembali di pintu masuk tempat tersebut. Saat masuk ke dalam mereka sedikit terpana melihat bangunan yang hampir sama persis dengan Kota Venezia di Italia. Sebelumnya mereka juga telah melihat yang asli di negaranya langsung. Dan untuk tempat ini benar-benar sangat mirip dengan yang berada di Italia.
Rombongan mereka kembali terbagi menjadi dua bagian ketika hendak menaiki gondola, perahu kecil yang digunakan untuk mengelilingi tempat tersebut. Tangan Alma masuk ke dalam tas selempangnya, ia ingin mengabadikan momen ini di dalam kamera yang ia bawa.
Semua yang Alma lihat ia abadikan dalam kameranya. Ia pun berfoto bersama Elif dan bodyguard yang menjaga mereka. Hasil jempretan pertama hingga jepretan ketiga gagal karena bodyguard mereka yang sangat kaku dalam foto tersebut. Baik Alma maupun Elif meminta mereka untuk tersenyum, namun hal itu sulit bagi mereka karena selalu terbiasa dengan wajah datar mereka.
Setelah melakukan percobaan hingga tiga kali akhirnya di foto ketiga mereka berhasil tersenyum di dalam foto tersebut. Alma melihat hasil fotonya, tak lama ia tertawa yang mana membuat Elif heran. Tawa Alma muncul ketika mengingat betapa susahnya mereka meminta para bodyguard untuk tersenyum.
Alma menatap ke belakang, di belakang mereka ada gondala yang dinaiki oleh para pria terdekatnya. Kedua tangannya yang memegang kamera terangkat, hendak memotret gondala yang berada di belakangnya. Alma tersenyum melihat hasil jepretannya. Tapi tanpa Alma sadari, salah satu dari pria terdekatnya juga ada yang memotret Alma dari sana.
___________
Tak terasa hari sudah petang, Alma dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke mansion mereka. Tapi belum sampai di tujuan mereka, adzan maghrib telah berkumandang terlebih dahulu.
Alma yang sedang mengemudi meminta Elif untuk menghubungi keluarganya yang terpisah kendaraan. Mereka mengatakan akan berhenti di rest area berikutnya karena yang sebelumnya telah terlewatkan.
Senyum Alma mengembang ketika melihat jalanan yang berada di depannya kosong. Ini yang Alma tunggu sedari tadi. Hitung mundur Alma lakukan membuat seluruh orang yang berada di dalam kendaraan itu tak mengerti apa yang Alma maksud. Mulut Alma mengatakan satu dan setelah itu mobil melaju dengan sangat cepat membuat Elif terkejut bukan main.
Ini yang Alma tunggu dari tadi, menggunakan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi. Dua mobil kendaraan yang dibawa oleh para pria terlewatkan. Disaat mobil paling terdepan telah terlihat, perlahan mobil Alma memelan dan berjalan di belakangnya.
Elif berucap istighfar berkali-kali karena ulah Alma jantungnya berdetak lebih cepat karena takut. Alma tertawa dan selanjutnya meminta maaf kepada yang lainnya karena telah membuat mereka takut.
Rest area yang mereka tuju mulai terlihat. Satu-persatu mobil berbelok masuk ke dalam rest area tersebut. Namun ternyata tempat tersebut tak cukup besar, hanya ada tempat pengisian bahan bakar kendaraan, mushola dan mini market yang ada di rest area tersebut.
Akhirnya setelah selesai sholat mereka memutuskan untuk keluar dari tol untuk mencari makan malam. Karena jam telah menunjukkan pukul tujuh malam, maka Alma tak diperbolehkan membawa mobilnya kembali dan bertukar posisi dengan bodyguardnya.
Sebuah restoran padang menjadi pilihan makan malam mereka. Alma yang meminta karena ia pernah mengatakan kepada Elif kalau dia akan memberitau makanan kesukaannya. Rendang adalah makanan yang sangat ia suka di Indonesia. Namun Lunara tak dapat memasak makanan seperti itu, pernah sekali mencoba namun rasanya berbeda.
Seperti Alma, Elif juga sangat menyukai makanan yang Alma rekomendasikan kepadanya. Bedanya hanya karbohidrat yang ia makan. Mungkin karena Alma telah lama tinggal di Indonesia, maka mulutnya sudah terbiasa makan nasi. Lain halnya dengan Elif yang tinggal di Turki dan selalu makan dengan roti panjang khas negara tersebut. Elif tak bisa makan menggunakan nasi dengan banyak jadi ia memilih untuk memakan dagingnya saja.
Alma pamit ke toilet karena ingin membuang air kecil. Tentu dengan bodyguard yang ikut dengannya, Aunty Ilza, bodyguard kesayangan Alma yang selalu bersama dengannya. Saat itu Ilza juga ingin membuang air kecil seperti Alma.
Bruk!
Bahu Alma tak sengaja terbentur dengan bahu seorang pria. Mungkin ia tak sengaja melakukan hal tersebut karena tak fokus dengan telepon yang sedang ia lakukan.
Alma memegang bahunya yang cukup sakit. Pria itu berbalik karena merasa bersalah. "Maaf, maafkan saya" pria itu sedikit menunduk kepada Alma.
Alma tersenyum. "Iya, tidak apa-apa, Kak" balas Alma ramah.
Pria itu mendongakkan kembali wajahnya, menatap Alma penasaran karena suara wanita itu yang sangat lembut. "Terima kasih. Kau wanita baik yang cantik. Siapa namamu?" Tanyanya membuat Alma mengernyit heran.
"A-Alma" dengan ragu Alma menjawab pertanyaan dari pria tersebut.
"Saya Renaldi" pria itu menyebutkan namanya. Tangannya terulur ingin bersalaman dengan Alma.
Cepat-cepat Alma menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. "Maaf" cicit Alma.
"Oh oke," balasnya sembari menarik kembali lengannya.
"Boleh minta nomor ponselmu?" Ia kembali mengatakan hal yang membuat Alma bingung.
"Maaf Kak, kita tidak saling mengenal" tolak Alma tak berniat memberikannya.
Pria itu mendekat. "Ayolah, ku mohon. Kita bisa saling mengenal setelah ini" ucapnya kekeh.
Alma mundur ketika pria itu mendekatinya. "Maaf saya tidak bisa." Tolak Alma kembali.
"Baiklah, kalau begitu-"
"Anda siapa?" Dengan sigap Ilza yang baru keluar dari toilet menghalangi pria itu yang terus mendekati Alma. Tatapannya tajam mengarah ke arah pria bernama Renaldi itu.
"Saya hanya ingin memberikan kartu ini"
"Pergilah!" Ucap Ilza tak menerima pemberian kartu nama dari Renaldi. Langsung saja Ilza berbalik badan dan membawa Alma pergi bersamanya. Pria itu menatap kecewa karena merasa belum cukup berkenalan dengan Alma.
___________
Extra Part terakhir, abis ini pindah ke "Second Life" ya… Sebenernya tokoh utama disana Shasha, sahabatnya Alma tapi tetep diceritain tentang Alma dgn detil kok. Aku tunggu jejak kalian disana…