
Setelah acara lamaran itu, Lunara meminta waktu selama tiga hari kepada Ghifari. Dan setelah tiga hari itu, Ghifari akan datang ke rumah sakit tempat Lunara bekerja untuk meminta jawaban yang pasti kepada Lunara. Dan sekarang adalah hari ketiga dari waktu yang ditentukan oleh Lunara. Ghifari akan datang menemui Lunara disaat jam makan siang nanti.
Tok... Tok... Tok...
Pintu diketuk dari luar.
"Assalamualaikum doktor, birisi seni aramaya geldi" (Assalamualaikum dokter, ada seseorang datang mencari anda) ucap seorang perawat setelah membuka pintu ruangan Lunara.
"Waalaikumsalam. Tamam. Bu kişi nerede?" (Waalaikumsalam. Baiklah. Dimana orang itu?) Tanya Lunara.
Kim geliyor? Bayım Ghifari mi? Ama öğle vakti gelmiyor mu? Şimdi bu cevabı istiyor mu? Ne yapmalıyım? Onunla tanışmam gerektiğinde gerçekten gerginleşiyorum. (Siapa yang datang? Apakah Mas Ghifari? Tapi bukannya dia akan datang saat jam makan siang? Apa dia menginginkan jawaban itu sekarang? Apa yang harus aku lakukan? Aku jadi gugup banget kalau harus bertemu dengannya). Batin Lunara bertanya tanya.
"Kantinde bekliyor, doktor" (Dia sedang menunggu di kantin, dokter) balas perawat tersebut.
"Hala hasta mıyım?" (Apakah aku masih ada pasien?) Tanya Lunara memastikan.
"Şimdi saatleriniz boş doktor. Belki öğle yemeğinden sonra daha fazla hasta olacak" (Sekarang jam anda kosong dokter. Mungkin setelah jam makan siang akan ada pasien lagi) balas perawat itu seraya melihat papan yang berada ditangannya.
"Tamam teşekkür ederim. Onu yakında görmeye geleceğim" (Baiklah, terima kasih. Aku akan segera datang untuk menemui nya) ucap Lunara.
"Evet doktor" (Iya dokter) balas perawat itu seraya keluar dari dalam ruangan Lunara.
Çok heyecanlıyım. (Aku jadi deg deg-an banget). Batin Lunara.
"Bismillah, umarım daha sonra onun için en iyi cevap" (Bismillah, semoga jawaban ku yang terbaik untuk nantinya) ucap Lunara sebelum melangkahkan kakinya menuju kantin.
Lunara berjalan menuju kantin rumah sakit tempat ia bekerja. Saat sampai di kantin rumah sakit, Lunara mengedarkan pandangannya mencari Ghifari.
"Luna, sini!" Panggil seseorang. Merasa dipanggil Lunara memutar tubuhnya mencari keberadaan orang itu.
"Selyn?!" Ucap Lunara terkejut karena setelah acara pernikahan Selyn dua minggu yang lalu ia belum bertemu dengan Selyn kembali karena ia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Dilla.
"Luna sayang" ucap Selyn seraya memeluk erat tubuh sahabatnya yang selama dua minggu terakhir kangen padanya.
"Selyn ku..." balas Lunara.
"Selyn itu milik ku juga" ucap Rizal-suami Selyn tak terima.
Lunara melepaskan pelukannya dan tersenyum. "Assalamualaikum. Apa kabar kalian?" Tanya Lunara menatap Selyn.
"Waalaikumsalam. Alhamdulillah kita baik baik saja, makasih. Kamu gimana?" Selyn bertanya balik.
"Alhamdulillah aku juga baik" balas Lunara.
"Dia ngotot pengen ketemu kamu, jadi honeymoon nya tertunda" ucap Rizal mengeluh.
"Mas ih" ucap Selyn seraya mencubit kecil pinggang Rizal.
"Aww... Sakit sayang" balas Rizal seraya mengusap pelan pinggangnya yang telah dicubit oleh Selyn. Lunara tertawa melihatnya.
"Oh ya, ada apa? Kalian butuh sesuatu?" Tanya Lunara.
Selyn menatap Lunara seraya mengerucutkan bibir nya. "Emang gak boleh, ya aku nemu-in sahabat kecil aku?" Tanya Selyn.
"Bukan begitu maksud ku, Selyn sayang. Maafkan aku" ucap Lunara merasa bersalah dengan ucapan sebelumnya.
"Iya, gak apa apa, aku cuma bercanda 'kok" balas Selyn seraya tersenyum.
"Ayo duduk, apa mau berdiri terus?" Tanya Selyn. Lunara mengangguk.
"Tapi aku gak ganggu waktu kerja kamu 'kan?" Tanya Selyn memastikan.
"Tidak..." ucap Lunara terputus.
"Assalamualaikum" ucap seseorang menghampiri mereka bertiga.
Lunara mengangkat kepalanya seraya membalas salam dari orang itu. "Waalaikumsalam" setelah tak sengaja menatap mata orang itu Lunara langsung menundukkan kembali kepalanya dan ber-istighfar karena tak sengaja menatap mata yang bukan mahramnya.
"Maaf, aku gak sengaja" cicit Lunara.
"Gak apa apa. Aku kesini untuk mengajak kamu makan siang sebelum waktunya dan juga meminta jawaban atas pertanyaanku waktu itu, tapi ternyata sedang ada tamu juga. Tapi gak apa apa, aku bisa menunggu" ucap orang itu yang tak lain adalah Ghifari.
Merasa kenal dengan pemilik suara itu Rizal langsung mendongak-kan kepalanya. "Lah, lo ngapain disini?" Tanya Rizal terkejut.
Ghifari pun sama sama terkejut. "Lo yang ngapain disini? Gue mau ketemu sama calon istri gue" balas Ghifari.
"Siapa? Lunara?" Tanya Selyn.
"Bisa ngomong bahasa Indonesia?" Kaget Ghifari bertanya kepada Selyn. Selyn mengangguk sebagai jawaban.
"Gue yang tanya ke lo kenapa lo kenal sama Lunara?" Ghifari bertanya balik.
"Lunara itu sahabat istri gue, yang waktu itu foto bareng sama lo di pernikahan gue" balas Rizal.
Ghifari hanya ber-oh setelah mendengar jawaban dari Rizal. Ternyata yang waktu itu adalah orang yang sama yang ia lamar yaitu Lunara. Ghifari jadi merasa seperti orang bodoh saat ini.
"Kamu ngapain mau ketemu sama Luna?" Tanya Selyn.
"Mau ngajak makan siang bareng" balas Ghifari.
"Gak bakal mau, palingan juga ditolak" ucap Rizal sinis.
"Apa alasannya? Gue mau ketemu calon istri gue kok?!" Balas Ghifari.
"Lunara?" Tanya Selyn dan Rizal serempak.
"Iya lah, siapa lagi?" Balas Ghifari. Lunara hanya menunduk malu mendengar balasan dari Ghifari.
"Wah sahabat ku juga mau menyusul. Selamat ya, Luna" ucap Selyn seraya memeluk erat tubuh Lunara.
"Teşekkürler" (Makasih) balas Lunara dalam pelukan Selyn.
"Kok lo kenal Luna?" Tanya Rizal tak paham.
"Dia sahabat adek gue" balas Ghifari seraya duduk di sebelah Rizal.
"Dilla?" Tanya Rizal dan Ghifari mengangguk.
"Wah kayaknya pernikahan gue membawakan jodoh buat lo. Selamat ya" ucap Rizal.
"Hmm..." balas Ghifari.
"Sayang, kayaknya kita datang di waktu yang tidak tepat. Lain kali saja, kayaknya sahabat kamu mau makan siangnya bareng sahabat aku" ucap Rizal kepada Selyn.
"Iya Mas. Ya sudah aku pulang, lain kali aku ketemu kamu lagi. Assalamualaikum" ucap Selyn.
"Assalamualaikum" Rizal juga memberikan salam.
"Waalaikumsalam" balas Ghifari dan Lunara serempak.
"En iyi arkadaşımın ruhu" (Semangat sahabatku) ucap Selyn sebelum benar benar pergi. Lunara hanya mengangguk dan menundukkan kepala nya semakin dalam.
"Emm... Mau disini atau di tempat lain?" Tanya Ghifari mengusir ke-canggungan.
"Tempat lain aja. Ini privasi" balas Lunara yang diangguki oleh Ghifari.
"Maaf, aku bawa kendaraan sendiri. Aku akan mengikuti dari belakang" ucap Lunara saat Ghifari hendak mengajak Lunara masuk ke dalam mobil nya.
"Baiklah, aku mengerti" balas Ghifari.
Lunara berjalan menuju parkiran kendaraan khusus Dokter dan masuk ke dalam mobilnya.
Tak lama kendaraan mereka berhenti di cafe yang telah di pesan ruang VIP nya oleh Ghifari.
Mereka berdua masuk ke dalam cafe dan duduk saling berseberangan. Lunara terus menundukkan kepalanya atau mengalihkan pandangannya ke tempat lain, bagaimana pun ia merasa tak nyaman berada disituasi seperti ini.
"Jadi, apa jawaban mu?" Tanya Ghifari setelah memesan makanan mereka.
Lunara menarik nafas panjang. "Bismillahirahmanirohim. Iya, aku menerima lamarannya" balas Lunara.
"Alhamdulillah... Apa kamu yakin dengan jawaban kamu?" Tanya Ghifari.
"In Syaa Allah aku yakin dengan keputusan jawaban ku" balas Lunara.
"Alhamdulillah, terima kasih, Lunara" ucap Ghifari. Lunara mengangguk sebagai jawaban.
Terima kasih karena kamu telah membiarkan ku untuk melaksanakan permainan ku dengan kekasih ku. Batin Ghifari tersenyum licik.
__________
JANGAN LUPA TINGGAL JEJAK YA...
LIKE, KOMEN, DAN VOTE.
MAKASIH...
Tangerang, 7 Juli 2020.