My Love Defense

My Love Defense
MLD Bab 35



Flashback


Seminggu yang lalu, saat Ghifari akhirnya memutuskan pergi menuju negeri Paman Sam. Tentu tanpa sepengetahuan Ghifari, semua mata-mata keluarga Malayeka yang diperintahkan mengikuti kemanapun Ghifari pergi.


"Tahmin edebileceğiniz gibi, efendim. Adam kadını aramaya geliyor (Seperti yang anda kira, Tuan. Pria itu datang untuk mencari wanita itu)" salah seorang dari mereka menghubungi Derya-yang memang sudah diberi tugas olehnya.


"Ikuti terus!"


"Baik!"


__________


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Derya-pria itu menatap sinis ke arah orang yang tengah duduk dengan posisi yang terikat. "Anda mendengarnya, bukan?"


"Oh iya, anda tak mengerti apa yang kami bicarakan" Resya menatap tajam ke arah Derya, tak takut sedikitpun. Ia malah seakan menantang Derya.


"Kekasih anda sedang mencari anda. Peduli sekali dia, dibandingkan dengan sikapnya ke adik saya yang seorang istrinya." Ada emosi yang memuncak ketika mendengar bahwa Ghifari-pria itu benar-benar mencari Resya dan meninggalkan Lunara seorang diri di dalam rumahnya.


"Ku peringatkan jangan sentuh dia!!"


"Hmm… Kalau saya sentuh, anda juga tidak dapat melakukan apapun, Nona." Derya tersenyum puas mengingat apa yang akan ia lakukan setelah ini.


"Bahkan seluruh keluarga anda tidak dapat menolong anda. Keluarga anda sendiri yang akan menendang kalian nantinya, bukan saya."


"TIDAK!! JANGAN BERITAU KELUARGA KU!!!" Kali ini Resya benar-benar dibuat emosi oleh pria yang berada di hadapannya saat ini.


Derya hanya tertawa meremehkan. Senang sekali ia melihat wanita yang membuat adiknya tersiksa juga tersiksa di depan matanya.


"Kakak tak dapat menolong kamu, Resya. Semua keputusan ada di tangan kamu dan Kakak harap kamu tak salah mengambil keputusan" Ani menatap pasrah ke arah Resya. Keras kepala sekali Resya walaupun sudah diberi pengertian olehnya.


"Kau-" Derya menunjuk ke arah Ani yang sedang duduk di ujung ruangan. "Hubungi pria itu dan berikan alamat apartemen ini kepada pria itu!" Suruh Derya.


Ani mengangguk setuju. Ia mengambil ponselnya yang selama tiga hari tidak ia gunakan. Menekan lama tombol power sampai layar ponselnya menyala. Setelah menyala, Ani membuka lockscreen ponselnya dan mulai mencari kontak Ghifari. Mengetikkan beberapa kata setelah itu ia send. Tak lama setelah itu pesannya di read oleh Ghifari. Ghifari langsung mengirimkan beberapa kata kepada Ani.


"Dia sudah membaca pesan dariku. Dia bilang akan segera kemari" ucap Ani melapor kepada Derya.


"JANGAN KAKK!!!"


Derya maupun Ani tak menghiraukan teriakan dari Resya. Nampak sekali dari raut wajah Derya yang memerah menahan amarah. "Secepat itu dia membaca pesannya? Baguslah, semakin cepat tujuanku selesai." Derya keluar dari dalam apartemen itu diikuti dua orang bodyguard yang berjalan di belakangnya.


__________


Seakan mendapatkan seluruh energinya, Ghifari berlari sekencang mungkin ke arah hotel tempat ia menginap. Mencari taxi untuk ia tumpangi menuju alamat yang ia tuju.


Setelah setengah jam lebih Ghifari di perjalanan, akhirnya ia menemukan apartemen yang ada di alamat itu. Ia mulai melangkah memasuki pintu masuk mendekati resepsionis dan bertanya dimana letak apartemen itu.


Ghifari meninggalkan resepsionis setelah mengetahui letaknya. Berada di lantai paling atas gedung itu. Sedikit bingung setelah seorang resepsionis mengatakan bahwa itu adalah ruang khusus klien mereka. Namun Ghifari tak ambil pusing. Mungkin karena Resya seorang model papan atas, maka dari itu ia diberikan tempat khusus, pikir Ghifari.


Sampai di apartemen yang ia tuju, Ghifari menekan bel yang letaknya tak jauh dari pintu. "Resya, buka pintunya. Ini aku, Ghifari" ucap Ghifari.


Pintu dibuka oleh Ani. "Mengapa kamu cepat sekali sampai?" Tanya Ani yang berdiri di ambang pintu. Belum memperbolehkan Ghifari untuk masuk ke dalam apartemen itu.


"Kau gila? Aku merindukan kekasih ku. Pergilah, aku ingin berdua saja dengan Resya" wajah Ghifari menunjukkan bahwa saat ini ia sangat senang.


Masih menahan agar Ghifari tak menerobosnya begitu saja. "Tapi bukankah ada istrimu yang lebih layak mendapatkan perhatian dari kamu, Ghifari? Tinggalkanlah Resya!"


"Kau benar-benar Gila, Kak. Istriku hanya sumber uang untukku dan Resya di masa depan kami nanti. Saat aku berhasil menguasai seluruh kekayaannya, maka saat itu juga aku akan menceraikannya dan menikah dengan Resya. Sekarang Kakak menyingkirlah, aku ingin menemui Resya" Ghifari menggeserkan tubuh Ani yang menghalangi langkahnya.


Bugh!


"Kejutan…" Ghifari tercengang melihat Kakak iparnya yang juga berada di dalam apartemen itu.


"Bangunlah. Apa kabar Adik ipar?" Derya menarik kerah baju yang Ghifari gunakan. Ghifari berdiri perlahan.


"Saya belum puas bermain denganmu. Anggaplah ini sebagai kenang-kenangan terakhir kamu dengan keluarga saya sebelum kalian benar-benar berpisah." Senyum sinis Derya tercetak jelas di wajahnya.


Bugh! Bugh! Bugh!


Setelah mengatakan hal itu Ghifari mendapatkan banyak sekali serangan dari Derya. Banyak sekali orang disana, namun tak ada satupun dari mereka yang berniat memisahkan keduanya. Derya bak kesetanan, tak ada kata ampun untuk Ghifari. Berani sekali orang ini! Bahkan orang itu baru mengenal selama tiga bulan saja sudah menyakiti batin Adiknya. Bahkan dirinya yang sudah belasan tahun tinggal bersama adik-adiknya tak ingin membuatnya terluka satupun. Dan dia-Ghifari, orang itu dengan beraninya menyakiti adiknya. Tak akan ia berikan ampun sedikitpun! Ingat itu.


Resya yang melihat kejadian itu di depan matanya berteriak dalam keadaan terikat. Ghifari babak belur di depan matanya, namun ia tak dapat berbuat apa-apa.


"Kau terlalu bodoh untuk bermain-main dengan keluarga kami, Ghifari! Lihatlah, kehancuran mu akan segera datang. Nikmati saja alurnya,"


"Ikat dia sampai surat perceraiannya dengan adikku keluar di pengadilan Indonesia!" Suruh Derya. Wajahnya merah padam setelah meluapkan seluruh kekesalannya kepada Ghifari.


Tubuh Ghifari yang tak berdaya di angkat oleh bodyguardnya dan mulai di ikat sama seperti Resya. Resya menangis sekencang-kencangnya melihat keadaan Ghifari.


"Dengar, kalian hanyalah hama yang tak akan pernah berguna. Kalian salah bermain dengan keluarga kami. Semoga kalian tak menyesal dengan keputusan kalian."


Tring!


Ponsel Derya berbunyi. Ia mendapatkan panggilan telepon dari ponselnya. Derya mengangkat sambungan teleponnya dan mulai berbicara dengan orang yang meneleponnya.


Setelah selesai berbicara dengan orang yang meneleponnya Derya menatap ke arah Ghifari. "Sepertinya keluarga kalian akan segera kemari. Kita harus memberikannya kejutan."


Baik Ghifari maupun Resya tak berbuat apa-apa, mereka bahkan tak dapat membebaskan dirinya sendiri.


Beberapa menit setelah itu kedua keluarga datang membuka paksa pintu apartemen itu. Farhan-Ayah Ghifari berjalan cepat ke arah Ghifari.


Bugh!


Satu buah bogeman kembali mendarat di pipi Ghifari dan itu dari Farhan membuat Ghifari terjatuh dari bangku yang ia duduki bersama dengan bangkunya.


Lagi-lagi Resya berteriak melihatnya. Farhan menoleh ke arah Resya. "Ternyata kau masih berhubungan dengan wanita itu, Ghifari!!!" Murka Farhan.


"Kamu tega, Resya!" Resya menoleh ke arah pintu masuk.


"Mama…" lirih Resya. Yang ia takutkan akhirnya terjadi.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi mulus milik Resya. Baru kali ini Mamanya menampar dirinya. "Mama benar-benar kecewa sama kamu, Resya!" Mamanya menangis tak percaya anaknya melakukan hal itu.


Farhan menatap Derya. "Maafkan saya yang tidak dapat mendidik anak saya dengan baik" Farhan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Meminta maaf kepada Derya.


"Ini bukan salah anda, Tuan Muzakki. Anak anda yang melakukannya, bukan anda" Derya menurunkan kedua tangan Farhan yang sedang memohon kepadanya.


"Saya sudah mengurus masalah ini ke pengadilan Indonesia." Lanjut Derya.


Farhan mengangguk lemah. "Lakukanlah. Sekali lagi maafkan saya" Farhan pasrah, ia tak akan mengelak sedikitpun. Ia kira selama ini hubungan keduanya baik-baik saja, ternyata ia salah. Ia menyesal telah melakukan hal itu yang juga berdampak kepada orang lain.


Flashback off