My Husband Badboy

My Husband Badboy
Bag 7



Bel istirahat sudah berbunyi bertepatan Dimas sudah berada didepan kelas Gita. Gita yang masih sibuk mencatat hanya mendengar desis para teman sekelasnya yang katanya ada kak Dimas didepan kelas mereka.


Gita mencoba mengabaikan itu lalu melanjutkan mencatat tanpa niat keluar kelas sekalipun. Istirahat kali ini Gita tidak ingin kekantin karena tadi pagi sudah makan nasi goreng jadi ia masih kenyang.


Sedangkan Dimas yang menunggu cewek itu kesal karena tak kunjung keluar. Mau tak mau Dimas menyelonong masuk kedalam tanpa permisi. Dimas melihat Gita sedang fokus mencatat hingga cewek itu tidak menyadarinya kedatangan cowok tampan disamping mejanya.


"ehmmm" dehem Dimas membuat Gita menoleh.


"lah kok kakak ada dikelas aku? ngapain? bukannya tadi didepan?" tanya Gita polos.


"Lo tau gue didepan kelas lo kenapa gak keluar kelas bloon?" jawab Dimas sambil menoyor kepala Gita pelan.


Gita mengelus kepalanya.


jadi dia nungguin gue? batin Gita.


"jadi kakak emang nunggu aku?" tanya Gita ragu.


"lo kira gue mau ketemu siapa lagi dikelas ini jelek"


"ish yaudah kalau jelek ngapain masih ditemenin?"


"emang kita temenan ya?"


jleb


"kita kan pacaran oon" lanjut Dimas lalu tertawa melihat wajah Gita berubah.


Sedangkan Gita hanya tersenyum manis,sangat manis. Dimas bilang Gita jelek? itu hanya fitnah hahaha.


"ayo ke kantin" ajak Dimas.


"em anu kak"


"anu apaan sih,udah cepet nanti keburu bel"


"aku gak laper kak"


"emang siapa yang nyuruh lo makan?"


jleb lagi.


"lo gak inget sama pekerjaan lo sekarang?"


Gita menepuk jidatnya.


"ayo aku temenin cepetan soalnya aku harus lanjut catat lagi"


"sok rajin lo" cibir Dimas.


Gita hanya memajukan bibirnya tanda ia kesal. Sedangkan Dimas jalan lebih dulu sambil tersenyum. Gita mengekor dibelakang sambil menunduk takut hingga ia tak melihat jika Dimas menghentikan langkahnya. Jadilah ia menabrak punggung Dimas secara mendadak.


"aduhhhh" ringis Gita.


"lah lo kenapa?" tanya Dimas.


"pake ditanya lagi,gara-gara kakak nih" ucap Gita sambil mengelus keningnya.


Tangan Dimas terulur ikut mengusap kening gadisnya, senyumnya pun tercetak jelas disana membuat Gita blushing.


"pipi lo kenapa merah begitu?" goda Dimas.


"merah gimana? ah enggak tuh. udah deh ayo mau ke kantin gak" Gita salah tingkah.


Dimas terkekeh melihat tingkah Gita. Lalu dengan cepat Dimas membawa tangan Gita dan menggenggamnya menuju kantin. Hal itu membuat semua siswi heboh. Sumpah ya kalau Gita punya kekuatan Dimas sudah Gita kutuk jadi batu. Abis sering banget sih bikin mereka yang natap Gita jadi kaya mangsanya. Kan Gita takut pengen dipeluk eh..


Sesampainya dikantin Dimas segera mengambil posisi dibangku kosong yang sudah ada dua sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Gilang dan Reno.


"wehhh ini dia bos kita,lama banget sih" celetuk Gilang.


"secelup dua celup mah lumayan,ye gak bos?" sahut Reno langsung dapat tatapan mematikan dari Dimas. Reno yang ditatap seperti itu hanya menyengir kuda sambil mengangkat tangannya berbentuk V


"belom lah kita kan nungguin lo,gimana sih?" ketus Reno.


"lo mau pada pesen apa?" tawar Dimas.


"biasa aja" sahut Gilang.


Dimas melirik ke arah Gita yang hanya diam sambil menunduk dan mengutak-atik ponselnya tak jelas padahal hanya bolak-balik menu-home.


"kenapa gak ada yang chat lo?" ucap Dimas mengagetkan Gita.


"kan pacar lo disini,Lo berharap siapa lagi yang chat lo?" lanjutnya.


Gita hanya menggeleng.


"nih sekarang lo beliin kita siomay sama jus jeruk 3" suruh Dimas sambil memberikan Gita uang seratus ribuan.


"siomaynya satu jus nya tiga?" tanya Gita tak paham.


" ett yakali kita makan satu piring bertiga" celetuk Reno.


"maksud gue siomay 3 jus nya 3 bloon banget sih" jelas Dimas.


Gita hanya mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju stand siomay. Sedangkan Dimas dan yang lain menunggu sambil bercanda ria membuat semua penghuni kantin menikmati senyuman ketiga most wanted dengan kesenangan.


Tak lama Gita datang membawa nampan berisi siomay saja. membuat Dimas menaikkan alisnya. Gita yang paham dengan maksud Dimas itu segera menjawab lalu melangkah kembali.


"jus nya masih disana,tadi aku gak bisa bawa ini aku mau ambil dulu" ucap Gita lalu pergi.


Saat Gita berada distand jus banyak siswi yang melihat kejadian dimana Gita dijadiin bansur alias bahan suruhan oleh Dimas cs mencibirnya.


*oh ternyata cuma buat dijadiin babu


hahaha makanya gausah berharap lebih sama kak Dimas cuma dijadiin babu juga


gila gue kira Dimas beneran pacaran sama lo, ternyata ada maunya*


Gita membiarkan omongan mereka lalu melangkahkan kakinya menuju meja Dimas cs. Tetapi sayang jalannya tak mulus begitu saja. Kakinya sengaja di halangin dengan kaki seseorang dan membuat Gita terhuyung kedepan. Jus jeruk yang Gita taruh diatas nampanpun loncat dari tempatnya membuat berantakan.


"argghhh" ringis Gita yang ternyata di lututnya mengeluarkan darah.


"kalo jalan pake mata dong,untung gue gak jatoh" sinis Yura. yah Yura yang dengan sengaja menghalangi jalan Gita dengan kakinya.


"kaki kakak yang-"


"Lo mau nyalahin gue? hah? berani banget ya lo nyalain gue" potong Yura.


Saat akan menjambak rambut Gita tangannya ditahan oleh Reno. Yura hanya diam. Sedangkan Dimas segera membantu Gita untuk bangun. Gadis itu tidak nangis,ia hanya meringis merasakan perih. Mungkin jika anak lain yang begini akan nangis bombay apalagi saat tahu siapa yang menolongnya bisa saja tidak akan pernah berhenti nangis agar diperhatiin terus oleh Dimas.


"urusin dia dulu,gue mau ke UKS" ucap Dimas lalu meninggalkan kerumunan dan membawa Gita ke UKS.


Sesampainya di UKS,Dimas segera mengambil kotak p3k lalu mengobati luka di lutut gadis itu. Gita hanya meringis menahan perih. Tidak Gita tidak akan menangis.


"kenapa bisa jatoh?" tanya Dimas.


"maaf kak,gaji aku dipotong gapapa kak karena jatohin jus kakak" ucap Gita merasa bersalah.


"gue gak nanyain jus,gue nanyain kenapa bisa jatoh?"


"aku cuma kurang hati-hati aja kak,jadi kesandung kaya tadi"


Dimas mengangguk,gadisnya tidak jujur padahal jelas-jelas Dimas melihat kejadian itu. Lebih tepatnya Reno yang melihat saat kaki Yura menghadang Gita tadi.


"lain kali lo harus hati-hati jangan sampe luka kaya gini lagi,oke?" ucap Dimas lembut lalu mengusap punggung tangan Gita pelan.


*aduh ini jantung gue kenapa tiba-tiba jedar jeder sih batin Gita.


kenapa gue se khawatir ini sama lo batin Dimas*.


Gita hanya mengangguk mengiyakan ucapan Dimas tadi sambil tersenyum membuat Dimas juga mengangkat bibirnya ikut tersenyum. Senyum yang bisa buat siapa saja terpesona termasuk Gita.