My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 24



Dimas dan Gita telah selesai makan malam bersama. Sekarang keduanya sedang berada diruang keluarga. Dengan Dimas yang bermain game di ponselnya tetapi Gita yang fokus pada televisi didepannya. Mereka duduk bersebelahan tetapi tidak ada perbincangan sama sekali.


Diam-diam Gita mencuri pandang ke arah suaminya itu,apakah dia tidak sudi melirik aku?batin Gita. Sungguh dramatis.


Lamunan Gita buyar karena mendengar deringan ponsel. Gita melirik ponselnya ternyata bukan miliknya yang berdering tetapi milik suaminya. Gita menoleh sebentar ke arah Dimas tetapi Dimas tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.


ah paling dari Gilang atau Reno pikir Gita.


Berbeda dengan Gita,Dimas malah tersenyum melihat sebuah pesan yang telah diterimanya. Entah ini maksudnya apa yang jelas ia senang pesannya dibalas.


Kiara


siapa ya?


Dengan cepat Dimas membalas pesan dari Kiara.


Dimas


cowok yang nolongin lo tadi


Kiara


oh lo kak,ada apa ya?


Dimas


besok jalan bisa?


send


Pesan itu tidak dibalas lagi oleh Kiara. Dimas menghela nafasnya. Apakah Kiara tidak jatuh dengan pesona seorang Dimas??


Dimas menoleh ke arah Gita. Sedangkan Gita sibuk dengan ponselnya malah dengan senyuman yang terukir dibibirnya.


"ngapain senyum-senyum?" tegur Dimas.


Gita menoleh ke arah Dimas.


"gapapa" jawab Gita. Tadi Dimas senyum-senyum sendiri aja Gita tidak tanya kenapa saat Gita yang melakukan itu Dimas kepo.


"udah minum susu belum?" tanya Dimas.


Gita menggeleng.


"tunggu gue bikinin dulu,abis itu kita istirahat" ucap Dimas lalu meninggalkan Gita.


Gita hanya tersenyum kecut. Sebenernya Gita bingung harus bagaimana menghadapi Dimas. Mau baper takut dijatuhin gak baper tapi dibuat baper. kan pusing.


Tak lama Dimas kembali dengan membawa segelas susu hamil untuk Gita. Dimas memberikan itu pada Gita dan langsung di teguk habis oleh Gita. Saat Gita ingin bangkit untuk menaruh gelasnya ke dapur suara Dimas terdengar.


"biar gue aja yang taro,Lo kekamar duluan" suruh Dimas dan membuat Gita mengangguk.


akhirnya mau tidak mau Gita melangkahkan kakinya menuju kamarnya,terlalu malas untuk membantah perintah laki-laki itu sampai kapanpun tak akan menang. Padahal seharusnya cewek lah yang selalu benar dan menang! bukan begitu saudara semuanya???


*****


Pagi hari.


"kalau aku terus sama kamu, semua orang yang suka sama kaku pasti selalu ngusik aku. Aku cuma gak mau baby kenapa-napa kalau aku di bully sama mereka." ujar Gita.


"kan gue bakal jagain lo sama baby." jawab Dimas.


"kakak kan gak bisa jagain aku terus selama di sekolah. Kita beda kelas dan beda kegiatan. Kecelakaan itu gak tau kapan datangnya." Dimas nampak berfikir. Benar, ia tidak bisa menjaga istrinya terus selama di sekolah jangan kan selama di sekolah di rumah saja sering di tinggal pergi.


Gita sudah berada di lapangan untuk mengikuti upacara. Begitu juga Dimas. sebenernya dimas sedikit khawatir oleh Gita. apakah Gita mampu mengikuti upacara dengan kondisi ia sedang mengandung. Dimas sengaja mengambil posisi barisan yang bisa melihat ke arah Gita,jadi kalau Gita pingsan Dimas dengan sigap membantu Gita. bodoamat yang lain berfikir macem-macem yang penting anaknya baik-baik saja.


Upacara berlangsung hikmat. Dan bersyukur Gita bisa melalui itu hingga sekarang ia sudah berada dikelasnya. Tadinya Gita ingin mampir dulu kekantin hanya untuk sekedar membeli minum tapi ia tak punya keberanian seperti kebanyakan siswa jadilah ia akan menahannya hingga istirahat tiba.


Tetapi entah dari mana ada yang memberinya minuman dan katanya itu titipan dari Dimas. Awalnya Gita tak percaya tetapi Dimas mengirimnya chat jadilah ia percaya dan berterimakasih pada teman sekelasnya yang suka menjahilinya selama ini. Bukan tanpa alasan temannya itu mau memberikan minuman itu pada Gita, hanya saja ia takut oleh orang yang menyuruhnya.


Bel pelajaran pertama berbunyi. Tetapi aneh mengapa wali kelasnya yang masuk kekelas,padahal sekarang bukan mata pelajaran beliau. Ternyata beliau hanya memberikan informasi akan ada murid baru dikelas ini.


"sini nak masuk,kenalin diri kamu" ucap wali kelas Gita.


Seorang wanita cantik bak barbie masuk kelas membuat tatapan laki-laki yang tadi duduknya letoy menjadi tegap. Gimana tidak didepannya ini pahatan tuhan yang paling sempurna mungkin. Rambut sebahu dengan warna kecoklatan,alisnya tebal,bola matanya berwarna biru oh jangan lupakan bibirnya yang tipis dan berwarna merah. Yaampun Gita saja yang melihatnya terpukau bagaimana para laki-laki.


"halo semua,kenalin sama saya Kiara cantika Wijaya,kalian bisa panggil saya Kiara" perkenalan itu keluar dari bibir si cantik yang membuat siswa dikelas bengong.


"pantes namanya cantika, soalnya orangnya juga cantik sih" celetuk Nana yang dihadiahi sorakan oleh yang lain.


"Kiara panggil sayang aja boleh gak?" sahut lagi Sandi yang memang terkenal playboy.


Semua murid tertawa mendengar itu.


"sudah-sudah nanti saja kalian kenalan lagi oleh Kiara,sekarang kamu duduk dibangku kosong sebelah Gita ya" ujar wali kelas itu sambil menunjuk bangku diseblah Gita yang memang hanya disitu yang kosong. Kiara mengangguk lalu berjalan menuju bangku Gita.


*akhirnya punya teman sebangku batin Gita*


"kalo gitu ibu permisi dulu, sebentar lagi guru yang akan mengajar akan masuk. jadi ibu minta jangan pada berisik sampai guru matpel tiba. terimakasih assalamualaikum" lanjut wali kelas.


"waalaikumsalam" jawab murid sekelas kompak.


Sepeninggalnya wali kelas mereka,tempat Gita jadi penuh karena semua siswa menghampiri mereka eh salah hanya menghampiri Kiara saja.


"Kiara minta nomer wa nya dong?" ucap sandi sambil memberikan ponselnya pada Kiara.


"Kiara nanti pulang sama siapa? gue anter mau gak?" tanya Dilan.


"Jangan mau sama Dilan, Kiara. Dilan orangnya pelit." sahut salah satu siswi dan membuat mereka tertawa.


Kiara hanya tersenyum sebagai tanggapan semua itu. Hal seperti ini sudah biasa dia dapatkan sejak dulu. Mungkin ini namanya keberuntungan karena memiliki wajah yang cantik. Kan katanya kalau good looking mah bebas...


"nanti aku kasih ya,kita belajar dulu. oke?" jawab Kiara lembut membuat siswa disana seakan meleleh mendengar itu.


oh tidak bukan hanya siswa, siswi yang mendengar saja adem rasanya. Ada ya perempuan secantik dan seramah Kiara batin Gita.


Tak lama guru matpel yang akan mengajar datang,dan mereka semua kembali ketempat masing-masing. Karena pelajaran kali ini memiliki guru yang sangat galak. dan tak ada satupun yang berani menantang aturannya.


"keluarkan kertas kosong,kita ulangan hari ini" ucap guru Matematika yang membuat seisi kelas menghela nafas kecewa.


sudah biasa.