My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 36



Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa berhambur keluar kelas begitu juga Dimas Cs. Ketiganya melangkah menuju kelas Kiara untuk menjemput gadis itu. Sebelum mereka sampai di kelas Kiara ternyata Kiara duluan yang sudah berada di tangga menunggu mereka. Memang kelas 11 ada di lantai 2 sedangkan kelas 12 ada di lantai satu.


"Hai kakak semuanya. Maaf banget ya kayanya hari ini gak jadi deh ke rumah gue nya." ujar Kiara pada ketiganya.


"Kenapa?" jawab mereka bertiga kompak.


Kiara sampai terbelalak mendengar pertanyaan ketiganya secara bersamaan seperti itu.


"Gue harus ke rumah sakit." ujar Kiara lirih.


Dimas melangkah maju memegang dahi Kiara, "lo gak demam, trus ngapain ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Dimas.


Kiara yang di pegang dahinya mendadak kaku karena salah tingkah.


"Eh bukan gue kok yang sakit kak. Tapi temen se kelas gue. Gapapa kan gak jadi hari ini ke rumah gue nya?" tanya Kiara.


Farhan dan Gilang langsung mengangguk. Tapi tidak dengan Dimas yang hanya terdiam memikirkan apa yang di maksud teman se kelasnya Kiara itu adalah Gita. Dari mana Kiara tau kalau Gita di rawat di rumah sakit? Apakah istrinya itu memberitahu Kiara?


"Sii..apaa temen lo?" tanya Dimas sedikit gugup.


"Nanti juga lo tau, gue mau minta anter sama lo soalnya kak hehe." ujar Kiara sambil memainkan rambut panjangnya.


Dimas hanya mengangguk pasrah lalu berjalan menuju tangga untuk ke parkiran mengambil motornya. Dan Kiara mengikuti Dimas begitu juga Farhan dan Gilang.


****


Di rumah sakit.


Gita merasa cemas kali ini, entah apa yang membuatnya cemas. Mungkin karena akan kedatangan Kiara kali ya dan pasti perempuan itu akan mengajak Dimas ke sini. Lalu bagaimana Gita harus menyikapinya? Pusing....


Tak lama ibu nya datang membawa makan siang untuk dirinya sendiri karena Gita sudah dapat dari rumah sakit. Ratih memilih makan di kamar Gita biar sekalian menjaga Gita di sini. Takut Gita butuh sesuatu, karena Gita belum bisa terlalu banyak aktivitas.


"Kok ibu makan di sini? Kenapa gak di kantin aja?" tanya Gita khawatir takut Kiara dan Dimas datang.


Gita tidak mau membuat ibunya khawatir apa lagi sedih karena melihat menantunya dekat dengan wanita lain. Biarin Gita aja yang merasakannya.


"Biar bisa sambil jagain kamu nak." jawab Ratih lalu duduk di sofa dan mengangkat kaki nya berbentuk sila dan membuka makanannya.


"Bu tapi di sini banyak penyakit, Gita gak mau ibu sakit. Mendingan ibu makan dulu di kantin nanti ke sini lagi. Selama ibu gak ada Gita janji gak akan ngapa-ngapain dulu sampai ibu balik lagi." jelas Gita membuat Ratih berfikir.


Dan akhirnya Ratih kembali menutup makanannya lalu bangkit dari duduknya. "Yaudah kalau gitu ibu ke kantin dulu, kamu jangan ngapa-ngapain dulu sebelum ibu datang. Ngerti?"


"Ngerti bu." ujar Gita sambil tersenyum pada ibu nya.


Ratih keluar dari kamar Gita menuju kantin dan membuat nafas Gita lega. Tak lama pintu di buka kembali dan di lihatlah Kiara di sana. Gita tersenyum pada Kiara. Kiara pun membalas senyum itu lalu berjalan menuju tempat tidur Gita. Gita masih menatap pintu tidak ada siapa-siapa lagi di sana. Dimas gak ikut ke sini? Kemana itu orang pikir Gita.


"Hai Git, gimana keadaan lo? Kok bisa sampe masuk rumah sakit gini? Kata dokter lo sakit apa emang?" tanya Kiara beruntun.


"Dari kapan lo masuk rumah sakit? Kok lo gak langsung ngabarin gue sih?" ujar Kiara dengan nada sedih.


Gita bingung sendiri menjawab pertanyaan Kiara, padahal pertanyaan yang mudah kenapa Gita menjadi seperti di pojokan dengan keadaan seperti ini.


"Gue juga gak tau kalau harus di rawat gini, gue gak bisa ngabarin lo soalnya gue bener-bener gak pegang hape sama sekali. Baru tadi pas lo telepon aja." jelas Gita.


Kiara mengangguk-angguk kepalanya berusaha memaklumi hal itu. Lalu ia teringat seseorang yang katanya tadi mau mampir dulu ke kantin tapi kenapa belum balik juga sampai sekarang.


"Kak Dimas kemana sih? Kok gak balik-balik apa dia lupa kamar nomer berapa." monolog Kiara.


Gita yang mendengar itu hanya bisa diam. Mana mungkin dia lupa kamar ini pikir Gita.


Kiara mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Dimas, tetapi belum sempat pintu ruang rawat Gita di buka. Dan itu pasti Dimas pikir Gita dan Kiara sama.


Tetapi keduanya salah itu adalah bi Asih, asisten rumah tangganya Dimas. Bi Asih yang melihat ada teman nona muda nya langsung menunduk.


"Eh maaf non, bibi gak tau kalau ada temennya di sini." ujar Bi Asih salah tingkah dan masih berdiri dekat pintu.


"Iya gapapa bi, kenalin bi ini namanya Kiara. Dia teman satu kelas Gita." ujar Gita memperkenalkan Kiara.


Kiara yang di perkenalkan menunduk dan tersenyum, "halo bi." sapa Kiara ramah.


"Halo juga non." ujar bi Asih gugup membuat Kiara dan Gita tertawa lucu.


"Oh ya bibi tumben ke sini, ada apa?" tanya Gita.


"Iya non, tadi nyonya pesan katanya suruh gantian jaga sama ibu nya non." jelas bi Asih tanpa basa basi.


Kiara yang mendengar itu agak bingung. Bagaimana? Gita punya dua ibu atau bagaimana ya? Kenapa panggilannya beda dan seperti ada dua orang di dalam omongan itu? Nyonya dan ibu? Pikir Kiara.


Gita yang paham apa yang di pikirkan Kiara hanya bisa diam. Otaknya tak mampu untuk menjelaskan apapun nanti, ia juga bingung harus bagaimana? Pasti Kiara bingung dengan nyonya dan ibu pikir Gita.


Gita langsung melirik bi Asih dan bergantian melirik Kiara seakan memberi kode bi Asih bahwa di sini ada Kiara, dan bi Asih kelepasan bicara seperti tadi. Bi Asih yang paham dengan lirikan itu langsung menunduk, ia merasa bersalah. Lalu ia juga bingung harus apa?


Tak lama pintu di buka kembali dan menabrak punggung bi Asih karena masih berada di dekat pintu. Ketiganya kaget karena bi Asih agak teriak saat terkena pintu tadi.


"Ih den Dimas pelan-pelan dong, sakit tau punggung bibi di tubruk." keluh bi Asih.


"Yah lagian ngapain bibi ada di deket pintu, aku kan gak tau kalau ada orang eh orang apa bukan ya?" ledek Dimas.


Bi Asih memukul lengan Dimas pelan lalu tertawa bareng. Apakah keduanya lupa kalau di sini ada Kiara? Dan pasti Kiara akan berfikir lagi bagaimana pembantu Gita tau nama Dimas? Dan kenapa sepertinya keduanya sangat akrab.


Gita hanya bisa menahan nafas sambil mencari jawaban yang pas buat Kiara nanti kalau perempuan cantik ini bertanya padanya. Bikin Gita pusing aja nih Dimas dan bi Asih...