My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 52



Wajah murung terlihat pada Gita pagi ini. Kenapa? Karena ia harus berangkat bersama dengan Dimas. Bukan karena ia tidak ingin berangkat bersama dengan suaminya itu, tetapi ia memikirkan bagaimana Kiara kalau perempuan itu melihatnya dan bagaimana suasana di sekolah nanti.


Kalian kan tahu sendiri bagaimana Gita di sekolah, selalu salah di mata mereka yang melihat Gita. Hfft sebenarnya Gita capek dengan ini semua, tapi ia harus terus menjalaninya sampai cita-citanya tercapai.


"Lo bisa gak gausah berurusan sama Farhan lagi?" ujar Dimas saat mereka sudah berada di perjalanan menuju sekolah.


Gita yang tadi hanya diam sambil memandang jalanan lewat jendela langsung menoleh ke arah Dimas, "Memangnya kenapa?" tanya Gita datar.


Dimas menarik napasnya, "Gue gak suka lihat lo deket sama Farhan kaya kemarin, apalagi sampai dia pegang tangan lo." ujarnya.


Gita menyerengit dengan penuturan Dimas barusan. Maksud, hanya Dimas yang boleh dekat dengan cewek lain gitu?


Gita menatap Dimas datar, "Kalau aku bilang, aku juga gak suka lihat kakak deket terus sama Kiara, gimana?"


Dimas terdiam.


"Tuh kan kakak selalu gak bisa jawab kalau menyangkut tentang Kiara." lirih Gita.


Dimas menarik tangan Gita dengan sebelah tangannya, lalu di genggamnya erat. Hal itu membuat Gita terpaku, sekaligus kaget dengan perlakuan Dimas.


"Kalau gue jauhin Kiara, lo bisa kan jauhin Farhan?" tanya Dimas.


Gita menggeleng, "Aku sama kak Farhan gak deket, kemarin dia cuma mau minta maaf karena dulu pernah ikut ngebully aku, itu aja." kilah Gita.


Padahal sebenarnya Gita takut kalau kata-kata Farhan yang katanya ingin mengenalnya lebih dalam lagi itu benaran. Kalau itu terjadi, berarti Gita sama saja dengan Dimas yang tidak tau posisinya atau statusnya sekarang.


"Farhan cuma bilang begitu sama lo?" tanya Dimas.


Berarti Farhan belum ngasih tau Gita kalau dia udah tau yang sebenernya batin Dimas.


Gita mengangguk.


"Git, maafin gue ya yang belum bisa ngasih lo kebahagiaan." ujar Dimas pelan.


Ini sebenernya cowok-cowok lagi pada kenapa sih batin Gita. 


"Kak, buat aku bahagia itu sebenernya mudah. Kakak bisa memilih antara aku sama Kiara, itu aja." ujar Gita.


"Aku sama Kiara sama-sama perempuan kak, aku gak bisa bayangin kalau Kiara tau kita udah nikah. Aku yakin sakit yang dia rasain bakalan hebat banget karena udah di bohongin dua orang yang dia sayangi, aku dan kamu." lanjut Gita.


Dimas terdiam, benar apa yang di katakan Gita.


"Aku kasih kakak waktu 1 bulan untuk berpikir hal ini, aku yakin keputusan kakak adalah keputusan yang tepat, dan aku akan menerima itu semua dengan ikhlas." ujar Gita pelan.


*****


Di sekolah sudah ramai karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.50 artinya 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Dimas sudah lebih dulu turun dari mobilnya sedangkan Gita masih di dalam mobil.


Gita gugup dan takut untuk keluar dari mobil Dimas. Pertama takut ketahuan dengan Kiara yang kedua takut jadi perbincangan dan sorotan lagi di sekolah. Ah rasanya ingin sekali Gita menghilang dari dalam mobil langsung ke kelas.


Dimas yang melihat Gita tidak kunjung turun akhirnya mengetuk jendela di sambil Gita, "Ayo turun." ujar Dimas di luar mobil.


Sebelum membuka pintu Gita menarik napasnya dalam lalu di hembuskan dan itu di lakukan selama tiga kali. Setelah di rasa cukup tenang Gita membuka pintu mobil dengan pelan dan wajahnya terus menunduk ke bawah. Tetapi sayang hal itu tetap saja di perhatikan oleh beberapa pasang mata yang kebetulan ada di parkiran.


"Aku ke kelas duluan kak." pamit Gita lalu melangkahkan kakinya selebar yang ia bisa agar cepat sama ke kelas.


Tetapi sayang jalannya tidak mulus karena Gita menabrak tubuh seseorang di depan tangga. Hampir saja terhuyung kebelakang kalau tidak ada seseorang yang lain yang menahannya di belakang.


"Gita, lo gapapa?" tanya Dimas dan Farhan bersamaan.


Gilang yang ada di belakang Farhan pun melihat keduanya sahabatnya bingung.


Gita melirik bergantian ke arah tiga cowok tampan itu, "Aku gapapa kok kak, kalau gitu aku permisi dulu." ujar Gita pada ketiganya.


Belum sempat melangkahkan kaki tangannya di cekal oleh Farhan dan otomatis membuat Gita melirik Farhan lalu melirik Dimas.


"Nanti pulang sama gue lagi ya." ujar Farhan dan membuat Gilang kaget dengan ucapan Farhan.


Gue ketinggalan berita apaan nih, kok sih Farhan kaya deket gitu ke si Gita batin Gilang. 


"Gak kepedean gitu, lo tanya aja Gita nya dia mau ikut siapa nanti pulang!" ujar Farhan sinis ke arah Dimas.


Gita melirik keduanya bergantian. Di posisi seperti ini rasanya serba salah, lalu Gita harus memilih siapa saat ini?


Belum sempat menjawab suara perempuan dari belakang mereka terdengar dan membuat semuanya menoleh ke arah sumber suara.


"Halo selamat pagi semuanya, kok pada ngumpul di sini? Lagi pada ngomongin gue ya?" ujar Kiara yang baru saja datang.


Dengan senyuman cantiknya mampu membuat siapa saja tersipu, termasuk Gita. Kalian bisa bayangkan kalau Gita saja kagum pada Kiara, bagaimana lelaki yang menatap Kiara.


"Kepedean." ujar Gita sambil terkekeh dan Kiara pun ikut terkekeh.


"Kak Dimas, nanti jadi kan temenin gue ke mall?" tanya Kiara pada Dimas.


Pertanyaan Kiara tadi membuat Gita menoleh ke arah Dimas dengan tatapan datar sedangkam Farhan yang mendengar itu tersenyum miring. Artinya kali ini, Farhan yang akan pulang bersama Gita.


"Hm, gue ada acara. Lo di temenin sama Farhan aja ya?" ujar Dimas.


Wajah Kiara berubah seperti kecewa, "Oh gitu, yaudah deh. Kak Farhan bisa anterin gue?"


Farhan menggeleng, "Gak bisa Ra, gue udah ada janji sama Gita mau nonton. Iya kan Git?" ujar Farhan lalu menatap Gita.


Gilang hanya diam saja sejak tadi karena tidak tau apa yang sedang terjadi.


"Lo berdua lagi pdkt ya?" goda Kiara.


Farhan mengangguk sedangkan Gita menggeleng.


"Ah jawabannya gak kompak. Gita masih malu-malu gitu. Yaudah deh kalian berdua pergi nonton aja, gue pergi sendiri aja." ujar Kiara.


"Lo pergi sama gue." ujar Dimas pada akhirnya dan membuat Kiara tersenyum.


"Katanya lo ada acara kak?" tanya Kiara.


Dimas menggeleng, "Gue bisa batalin, buat nemenin lo." ujar Dimas dengan penuh penekanan.


Padahal Gita belum menjawab pertanyaan Farhan tadi yang mengajaknya menonton, tetapi Dimas langsung merubah keputusannya. Ah menyebalkan.


"Ini ceritanya lagi ada drama apa sih?" ujar Gilang yang sejak tadi hanya diam.


"Drama perselingkuhan." jawab Gita dan Farhan bersamaan.


Kiara dan Dimas kaget dengan ucapan keduanya. Bagaimana bisa mereka menjawab dengan kompak seperti itu dan jawabannya membuat emosi Dimas naik.


"Siapa yang selingkuh?" tanya Kiara.


Gita menutup mulutnya, "Gak ada kok asal ceplos aja Ra, udah yuk ke kelas." ajak Gita.


"Asal ceplos aja bisa barengan, Jangan-jangan kalian jodoh." goda Kiara.


Farhan melirik wajah Dimas yang sudah merah sedangkan Gita hanya menunduk.


"Udah sono masuk kelas, gausah rese godain terus." ujar Farhan sambil terkekeh.


Akhirnya Kiara dan Gita melangkah ke arah kelasnya sambil terkekeh. Sedangkan ketiga cowok tampan tadi masih ada di sana. Dimas melayangkan tatapan tajam untuk Farhan sedangkan Farhan hanya biasa saja.


"Gue cabut duluan." ujar Dimas lalu melangkah menuju kelasnya.


Gilang yang melihat Dimas tidak menegur sapa pada Farhan membuatnya curiga, kalau keduanya sedang ada masalah dan membuatnya perang dingin seperti ini.


"Lo lagi ada masalah sama Dimas?" tanya Gilang pada Farhan.


Farhan menggeleng lalu melangkah menuju kantin untuk membeli sarapan sebelum bel berbunyi.


Bersambung....