My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 54



Farhan dan Gita sedang berada di perjalanan, bukan menuju rumah Gita melainkan ke arah tempat makan. Awalnya Gita menolak ajakan Farhan, tetapi cowok itu memaksa Gita dan membuatnya tidak enak hati.


"Ini dosa gak sih begini." batin Gita.


Farhan yang melihat Gita seakan sedang memikirkan sesuatu membuat tangannya bergerak untuk mengusap pucuk kepala gadis itu.


"Tenang, gue yang bayar." goda Farhan. Padahal Farhan tau apa yang sedang ada di dalam pikiran Gita saat ini.


Gita kaget dengan perilaku Farhan tadi lalu menatap Farhan lekat. Gita meniliti wajah Farhan dengan seksama, tampan satu kata itu keluar di kepala Gita.


Gita tersenyum, "Lo tau aja kak kalau gue gak punya duit." balas Gita berusaha untuk tidak canggung.


Farhan terkekeh mendengar itu dari Gita. Menurutnya sangat lucu sandiwara ini dan membuatnya terhibur. Tapi sungguh, Kata-kata Farhan untuk mendekati Gita itu benar. Farhan ingin mencoba hal itu, meskipun ia tau itu dosa. Tetapi bukanlah itu salah satu cara untuk menyelamatkan Gita dari Dimas?


Sampai di sebuah tempat berupa cafe kekinian, suasana di sana cukup ramai. Banyak juga yang seperti mereka, masih memakai seragam sekolah dan sudah bersinggah di sini hanya untuk sekedar nongkrong atau mendengarkan live music yang di sajikan di cafe tersebut.


"Kak, rame banget temannya." ujar Gita sedikit tak nyaman berada di sini, karena sejak masuk banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.


Farhan menoleh ke arah Gita, "Lo gak nyaman? tenang, gue kenal banyak kok sama mereka yang ada di sini jadi gak mungkin lo di ganggu."  ujar Farhan seolah menenangkan Gita agar tenang.


Gita mengangguk, patuh.


"Kita duduk deket sana aja ya, biar lo bisa mandangin jalanan kalau gak suka ngelihat orang di sini." ujar Farhan sambil menunjuk salah satu bangku paling pojok agar mereka terhindar dari kerumunan.


Gita kembali mengangguk, lalu mengikuti langkah Farhan menuju tempat duduk yang tadi di tunjuk. Tak lama seorang pelayan datang membawakan buku menu.


Farhan nampak sedang memilih menu yang akan dia makan siang ini, dan setelah selesai memesan pada pelayan Farhan memberikan menu itu pada Gita agar cewek itu bisa memilih.


"Gue samain aja sama lo kak." ujar Gita tanpa melihat lagi apa yang tadi di pesan oleh Farhan, dia hanya mendengar saja.


Farhan mengangguk, dan memberitahu kepada pelayan. Setelah menyebutkan ulang pesanan tadi, pelayan tersebut pergi meninggalkan keduanya. Mata Gita menatap semua orang yang berada di sini, tawa mereka seakan tidak ada beban yang sedang mereka tanggung.


"Hfft, coba hidup gue kaya mereka ya. Gak banyak masalah jadi bisa nikmati hidup dengan bahagia." batin Gita.


Farhan mengeluarkan ponselnya lalu memotret Gita secara diam-diam. Cantik, kata itu yang terucap di hati seorang Farhan.


Tak lama suara musik terdengar mengalun merdu di telinga siapa saja yang mendengarnya saat ini. Lagu yang sedang viral ini membuat siapa saja ikut bernyanyi, termasuk Gita dan Farhan. Meskipun dengan suara yang pelan dan mungkin hanya Gita sendiri yang mendengar karena suasana di sana sangat ramai.


Andaikan kau tahu


Rasa sayangku melebihi rasa sakit ini


Mungkin kau takkan pernah menyangka


Mengapa ku tetap di sini? Ho-oh


Lakukanlah semaumu


Sampai kau lelah mеnyakitiku


Sebisaku takkan mengusikmu


Ku akan mencoba...


terus kau menyakitiku


Sebisaku takkan mengusikmu


Ku akan mencoba mengerti dirimu


Lirik itu seakan pas untuk menggambarkan seorang Gita sekarang. Gita menggeleng, menepis dirinya agar tidak menangis di sini. Bisa malu kalau ia sampai nangis hanya mendengar sebuah lagu.


Ayo ngaku siapa yang begini, kalau galau dengerin lagu terus ikut nangis? Tunjuk tangan dong, taro di komen ya...


"Lo kaya ngehayatin gitu Git, kenapa?" tanya Farhan pura-pura bertanya.


Gita menggeleng sambil terkekeh pelan, "Kaya lo gak ngehayatin aja kak, bisa-bisa nya nuduh gue doang." ujar Gita sambil terkekeh.


Farhan ikut terkekeh, "Gue cuma suka sama liriknya aja, kaya nyesek banget gitu." seru Farhan membela diri.


Tak lama pesanan mereka datang, lalu keduanya menyantap makanan itu sambil sesekali bercanda. Gita tidak tau kalau di makanannya mengandung udang, dan sebentar lagi pasti Gita akan gatal-gatal alias alergi udangnya kambuh.


"Duh kok panas gini badan gue." batin Gita sambil menggaruk lengannya.


Semakin lama semakin panas, dan semakin lama semakin terasa gatal yang di rasa Gita, hingga Gita tidak bisa menahannya. Farhan yang melihat wajah Gita merah, lalu menanyakan pada Gita.


Gita menggeleng, "Gak tau kak." jawab Gita sedikit tergagap.


Farhan bangkit dari duduknya untuk mengecek langsung Gita, "Badan lo panas Git, lo sakit. Kita ke klinik ya."


Gita mengangguk.


Sebelum mereka pergi, Farhan memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka. Sedang menunggu pelayan, ada seseorang yang menghampiri meja mereka.


Gita terkaget melihat siapa yang berdiri di sebelah meja dengan wajah datar, "kak Ando?" sapa Gita.


Yah itu Ando yang berdiri di dekatnya, Gita tidak menyangka akan bertemu Ando di sini. Begitu pula Ando yang tidak menyangka bertemu dengan Gita berserta cowok, yang Ando pikir itu adalah suami Gita.


"Git, lo kenapa?" tanya Ando saat melihat wajah Gita yang sudah memerah.


"Gak tau kak." ujar Gita sambil terus menggaruk bagian yang di rasa gatal.


Hal itu tak luput dari penglihatan Farhan. Ando melirik ke arah piring milik Gita yang masih ada makananya di sana. Karena sering berkunjung ke sini jadi ia tau itu menu apa dan ia langsung menebak mengapa Gita jadi seperti ini.


"Alergi udang lo kambuh, lo kenapa makan udang!" seru Ando dan membuat Farhan terbelalak kaget. Ia tidak tau kalau Gita alergi terhadap udang.


Ando menatap Farhan tajam, "Bahkan lo gak tau Gita alergi udang? Gimana sih lo jadi suami!" cibir Ando membuat Gita kaget dengan ucapannya.


"Kak." tegur Gita.


Farhan kaget karena di salahkan dan di kira sebagai suami Gita oleh seorang cowok entah dari mana datangnya. Dan mengapa cowok ini tau kalau Gita sudah menikah, dari siapa? Apakah dari Gita? Sepercaya itu Gita menceritakan pada cowok ini.


"Lo gak becus jadi suami, bisa-bisanya hal kaya gini lo gak tau! Kalo lo gak bisa jaga Gita, biar gue yang jagain dia sekalian gue bikin dia bahagia!" ujar Ando kesal dengan Farhan yang hanya diam.


Gita menarik tangan Ando, lalu membisikan sesuatu, "Dia bukan suami aku kak, dia cuma temennya suami aku." bisik Gita pelan, takut Farhan dengar semuanya.


"Suami?" tanya Farhan pura-pura tidak tau.


Gita menggeleng, "Engga kak, dia salah ngomong aja." Elak Gita agar Farhan tidak curiga.


Ando terdiam, merasa bersalah pada Gita. Takut karena ini status Gita jadi terbongkar karena ulahnya yang asal tuduh.


"Yaudah ayo aku antar ke rumah sakit." ujar Ando sambil mengusap lengan Gita.


"Gita pergi sama gue, jadi gue yang bawa dia ke rumah sakit." seru Farhan.


Gita menatap keduanya bergantian, "Aku pergi sama kak Farhan aja ya kak, dia yang bawa aku kesini tadi." ujar Gita pelan pada Ando.


Ando menatap Farhan tak suka, lalu akhirnya mengangguk.


"Lain kali kalau mau bawa anak orang di cari tau dulu, dia suka apa dan alergi apa biar gak kejadian kaya gini lagi." ucap Ando dengan sedikit penekanan.


Farhan hanya mengangguk, tidak mau membalas omongan Ando karena ia pun merasa bersalah pada Gita.


"Yaudah ayo Git, takut semakin parah." ajak Farhan sambil mengulurkan tangannya.


Tapi sayang Gita tidak merespon uluran itu dan tercetaklah senyum miring di bibir Ando. Gita memang selalu seperti itu, makanya Ando kaget saat Gita bercerita tengah hamil.


"Kak, aku pergi dulu ya. Kamu jangan pulang terlalu malam, dan jangan banyak merokok ya." ujar Gita lalu di anggukin oleh Ando.


"Gue pamit." pamit Farhan lalu berjalan lebih dulu dan Gita mengekor di belakangnya.


Bersambung..


Halo guys, tadi aku lihat ada yang komen nanyain temannya Dimas itu Reno apa Farhan sih..


Makasih banget yang nanya ini karena teliti banget bacanya hehehe.


Aku pun beberapa hari lalu baca ulang cerita ini dan kaget karena nama sahabatnya Dimas itu awalnya Reno lalu kenapa bisa jadi Farhan akupun bingung.


Tapi karena bab nya udah gak bisa kebuka, jadi aku gak bisa revisi. Jadi mohon maaf banget ya untuk kesalahan nama ini, anggap aja Reno dan Farhan adalah orang yang sama yaa... hehe nawar dikit boleh kan?


Terimakasih juga yang udah support cerita ini, maaf kalau updatenya kependekan..


Karena itu sengaja biar kalian penasaran terus sama cerita ini hehehe... Semoga aja alur yang aku buat gak buat kalian kecewa nantinya dan tetap mendukung karya aku...


Love guys.. ❤❤❤


Jangan lupa ya follow instagram aku : maulidyapu