
Bel istirahat berbunyi,Gita berniat akan kekantin untuk mengisi perutnya karena cacingnya sudah berdemo minta diisi,apalagi didalam perut bukan hanya dirinya tetapi ada si cabang bayi juga yang butuh makan. Baru Gita akan bangkit tetapi suara Kiara terdengar.
Yah sebelum ulangan berlangsung keduanya sempat berkenalan dan mengobrol sedikit.
"Ta mau kekantin ya? bareng boleh?" tanya Kiara.
Gita yang terbiasa hanya sendiri akhirnya mengangguk. Gita bersyukur karena sekarang ada orang yang mau berteman dengannya. Malah Gita merasa akhir-akhir ini kakak kelas atau temen seangkatannya tidak ada lagi yang membullynya,apa karena perkataan Dimas waktu itu yang mengklaim dirinya sebagai pacar Dimas. Ah sudahlah tak perlu dipusingkan toh itu malah bagus.
Keduanya berjalan keluar kelas menuju kantin. Dan keduanya juga menjadi pusat perhatian selama perjalanan itu. Salah lagi bukan keduanya namun hanya Kiara yang dijadikan pusat perhatian. karena cantik dan aneh karena mau bareng bersama Gita si debu sekolah katanya.
"Lo mau makan apa Ta biar gue yang teraktir deh hari ini,hitung-hitung tanda jadi kita sebagai teman" ucap Kiara dengan senyuman menawannya.
"serius?" tanya Gita antusias. Meskipun sudah menjadi mantu orang kaya tetapi yang namanya di traktir Gita tidak akan menolak. Dan pasti kalian juga....
Kiara mengangguk.
"yaudah samain aja sama lo,gue cari meja ya." ujar Gita.
Kiara mengangkat jempolnya tanda 'oke' lalu meninggalkan Gita. Gita melangkah menuju meja kosong disana. Sambil menunggu Kiara ia memainkan ponselnya. Tak lama Kiara datang dengan membawa siomay dan es jeruk untuk keduanya. Kiara tau saja makanan favorit Gita adalah siomay.
"Ta setelah ini anterin gue keliling sekolahan yaa,biar gue tau semua" ucap Kiara disela makannya.
Gita diam. Apakah ia tidak lelah nanti saat menemani Kiara untuk keliling sekolah yang sangat luas ini?
"boleh deh" putus Gita,ia tidak enak menolak ajakan Kiara.
Mereka kembali makan,hingga suara bisik-bisik terdengar dikantin. Mereka semua membicarakan Kiara yang bersama dengan Gita. Mereka tak menyangka cewek secantik Kiara mau beteman dengan Gita. Makan pun selesai,mereka berdua bangkit untuk keluar dari kantin. Saat di pintu masuk kantin mereka berdua bertemu dengan Dimas dan kedua sahabatnya.
"lah kok lo bisa disini?" terkejut Gilang.
"siapa Lang?" tanya Reno.
"itu loh cewek yang kemarin minta tolong sama Dimas di cafe" jelas Gilang dan membuat Dimas meneliti wajah tersebut.
Benar. itu Kiara mengapa dia bisa ada disini? bersama dengan Gita lagi. Gita kaget dengan berita yang tadi Gilang sampaikan tapi dengan susah payah ia berhasil menyembunyikan itu semua.
"loh kok kalian ada disini? jangan bilang....?" tanya Kiara penasaran lalu menoleh ke arah Gita seakan bertanya.
"dia kakak kelas kita" jawab Gita pelan.
"oh jadi kalian kakak kelas gue,Gue murid baru disini" jelas Kiara.
"mau kemana?" suara Dimas terdengar.
Gita bingung Dimas bertanya dengannya atau dengan Kiara. Baru saja Gita akan membuka suara untuk menjawab tetapi suara Kiara lebih dulu terdengar.
"mau keliling sekolah kak di temenin Gita, biar gue tau semua fasilitas disini" jawab Kiara.
Dimas hanya mengangguk lalu menatap Gita yang juga sedang meliriknya. Dimas menoleh ke arah perut Gita seakan memberi kode yang mungkin Gita juga mengerti.
"gue aja yang temenin lo, biarin temenin lo suruh balik kekelas. Gue lebih tau semuanya" ucap Dimas membuat Galang, Reno,dan Gita terkejut.
Gita bingung harus merasakan sakit atau malah senang. Sakit karena Dimas lebih memilih menemani Kiara atau senang karena dengan ucapan Dimas dan kode Dimas tadi itu merupakan kekhawatiran yang dia rasakan. Ah Gita pusing dengan kode-kode begitu.
Gita mengangguk "yaudah gue duluan kekelas ya" pamit Gita pada Kiara.
Kiara hanya mengangguk lalu tersenyum pada Gita. Lalu Kiara mulai berjalan bersama dengan Dimas dan kedua sahabatnya. Mereka rela tidak jadi ke kantin hanya ingin menemani bidadari nyasar di sekolahnya.
*itu kak Dimas sama siapa?
kok mereka cocok si? kayanya itu cewek anak baru deh.
cantik banget sih ngelebihin kak Yura
sialan siapa lagi tuh cewek*
begitu kira-kira teriakan mereka yang melihat Dimas dan Kiara jalan berdampingan sedangkan kedua sahabatnya berada dibelakang mereka.
Kiara mengangguk "iya,dunia sempit banget ya ternyata hahah"
"Ra gimana tawaran gue semalem? mau gak?" tanya Dimas perihal dengan ajakannya pada Kiara.
Kiara menimbang apa jawaban yang tepat. Setelah dipikir-pikir boleh juga.
"oke"
"ntr malem gue jemput lo dirumah ya" putus Dimas.
Kiara mengangguk. Lalu mereka melanjutkan kembali langkahnya berkeliling disekolah ini. Banyak hal yang sudah Kiara ketahui tentang sekolah ini hingga guru-guru yang harus Kiara hindari.
****
Bel pulang sekolah berbunyi.
Gita sedang merapikan alat tulisnya sebelum keluar dari kelas,begitu juga Kiara. Gita merasa nyaman dekat dengan Kiara. padahal awalnya Gita kira Kiara itu sombong karena memiliki wajah cantik ternyata tidak. anak itu sangat asik sekali di ajak bicaranya. Sesempurna itu ya Kiara.
"Ta lo pulang sama siapa?" tanya Kiara.
"hm naik ojek online kok,kenapa?" jawab Gita.
"gapapa sih,gue kira lo bawa kendaraan tadinya gue mau nebeng soalnya hari ini gue belum bawa mobil karena tadi dianter supir" terang Kiara.
boro-boro bawa kendaraan punya aja enggak batin Gita.
"yah terus gimana dong?"
"gapapa santai aja,gue tinggal telepon supir buat jemput"
Gita mengangguk sambil tersenyum. Tak lama ponsel Kiara berdering menandakan ada chat dengan segera ia membuka chat tersebut.
Kak Dimas
gue anterin balik mau gak?
Dengan cepat Kiara membalas pesan itu. Rezeki anak Sholehah gak boleh ditolak batin Kiara.
Kiara
mau, kebetulan gak bawa mobil
Dimas
oke gue tunggu di parkiran
setelah mendapatkan balasan dari Dimas Kiara segera memasukkan kembali ponsel ke saku dan dengan cepat membereskan semua barangnya. Gita yang melihat Kiara tersenyum sendiri tadi jadi kepo.
"chat dari siapa tuh? kayanya seneng banget sampe senyum sendiri" sindir Gita membuat Kiara menoleh dan langsung tertawa renyah.
"kak Dimas,nawarin pulang bareng. hahaha rejeki gak boleh ditolakkan?"
Seperti di hantam pisau. Sakit. Dimas mau mengantar Kiara pulang? lalu dirinya?
"Taaa wehhh kok lo jadi bengong sih? ayo mau bareng gak keluar,gue mau ke parkiran nih kak Dimas udah nunggu" Kiara membuyarkan lamunan Gita.
"eh iya bareng bentar" ucap Gita lalu dengan cepat membereskan semuanya.
Diperjalanan menuju gerbang sekolah ponsel Gita berdering. dengan cepat ia membuka pesan dari suaminya itu.
kak Dimas
gue gak bisa pulang bareng karena ada urusan,tapi pak Harto udah dijalan jemput Lo
urusan nganterin Kiara maksudnya? batin Gita.