My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 41



Kiara yang sedang memoles wajahnya dengan make up tipis langsung terhenti karena mendapatkan notifikasi dengan nada khusus. Dengan cepat ia membuka pesan itu dengan senyum yang mengembang. Tanpa membalas pesan itu, Kiara buru-buru melanjutkan aktivitasnya dan langsung turun ke bawah menunggu Dimas dan kedua temannya.


Memang Kiara mengajak Farhan dan Gilang untuk makan malam bersama. Orangtuanya sedang berada di Indonesia dan Kiara akan mengenalkan mereka pada orang tuanya, tadinya ingin mengajak Gita sekalian tetapi Kiara ingat Gita sedang di rumah sakit.


Tak lama bi Ratna datang dengan dua orang di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan duo curut yaitu Gilang dan Farhan.


"Neng, ada temennya katanya di undang makan malam sama neng." beritahu bi Ratna.


Kiara mengangguk, "iya bi, aku yang undang mereka, kak sini." panggil Kiara pada keduanya. Bi Ratna pamit undur diri untuk menyelesaikan tugasnya di dapur.


"Halo Ra, tumben ngajak makan malem kita. Ada acara apa nih?" tanya Gilang.


"Engga ada apa-apa kok, gue cuma mau ngenalin kalian sama orangtua gue mumpung mereka ada di sini." jelas Kiara membuat keduanya mengangguk paham.


Farhan teringat sesuatu, kan yang dekat dengan Kiara itu Dimas lalu kenapa Dimas tidak ada di sini?


"Eh tapi Ra, Dimas gak lo undang? Kan akhir-akhir ini lo berdua deket." tanya Farhan pada Kiara dan di anggukin oleh Gilang tanda setuju dengan pertanyaan Farhan.


"Di undang kok, katanya sih lagi di jalan paling sebentar lagi sampai."


"Tapi tadi tuh anak gak ngomong sama kita kalau ada janjian sama lo." sahut Gilang.


"Oh ya? Emang tadi kalian ketemu kak Dimas?"


Farhan mengangguk, "Iya kita dari rumahnya dia, terus langsung ke sini. Kita juga gak ngomong sih di ajak makan malem sama lo ke dia." Jelas Farhan.


"Yaudah biarin aja paling dia kaget karena ada kalian, lagian gue gak bilang sama dia mau dinner di sini."


Tak lama ponsel Kiara berbunyi dengan cepat ia mengangkat panggilan itu.


"Iya kak?"


"... "


"Oke aku keluar sekarang."


Setelah panggilan tersebut mati, Kiara izin sebentar pada Gilang dan Farhan untuk menemui Dimas di depan. Dan terlihatlah Dimas sedang berdiri di samping mobilnya di depan gerbang rumah Kiara.


Dimas terpukau dengan penampilan Kiara begitu juga sebaliknya. Berusaha menampilkan yang terbaik untuk malam ini. Entah apa yang membuat special pada malam hari ini.


"Kamu cantik banget Kia." ujar Dimas tidak kedip memandang Kiara begitu dalam.


Kiara yang di puji seperti itu hanya bisa mengulum senyum, mau mengatakan kalau Dimas pun tampan sekali malam ini tetapi tak bisa karena ia sudah salah tingkah lebih dulu.


Setelah sadar dari pandangannya pada Kiara, Dimas melihat jam di tangannya. "Udah jam 7, gimana kalau kita berangkat sekarang?" ajak Dimas.


"Kita makan malem di rumah aku aja gimana kak? Sekalian aku mau ngenalin ortu aku sama kamu!" jelas Kiara.


Ternyata Dimas tidak kecewa karena tidak jadi makan malam di luar berdua bersama Kiara, meskipun ia sudah membooking tempatnya. Biarlah, yang penting sekarang ia akan di kenalkan pada orang tua gadis itu. Semoga jadi langkah yang baik nantinya buat mereka ke depan.


Oh my god, tolong guys ingatkan lagi pada Dimas kalau dia itu sudah punya istri. Dan sekarang berharap di beri restu pada orang Tia gadis lain. Apa kata orang tua Kiara kalau tau status Dimas yang asli?


Setelah mobilnya di parkiran, keduanya masuk beriringan. Dengan senyum yang tak pudar sedikit pun di wajah keduannya. Akankah jadi malam yang indah hari ini?


Saat sampai di ruang tamu, Dimas memicingkan matanya untuk memastikan siapa yang ia lihat di depan sana sedang duduk dan mengobrol dengan seseorang. Dan ternyata dugaan dia benar, kalau itu Farhan dan Gilang.


"Loh kok kalian ada di sini juga?" tanya Dimas kaget sampai lupa seseorang yang tadi sedang berbincang pada kedua sahabatnya.


"Loh kok lo juga ada di sini?" ujar Farhan juga pura-pura kaget.


Dimas menatap Kiara, seolah bertanya kok bisa ada di sini. Kiara yang paham dengan kebingungan Dimas menjawab dengan anggukan dan cengiran.


"Iya aku juga undang kak Farhan sama kak Gilang ke sini, tadi nya mau sekalian ajak Gita tapi kan dia masih di rumah sakit." jelas Kiara.


"Eh iya, kak kenalin ini abang aku namanya Keydra." ujar Kiara memperkenalkan abangnya pada Dimas.


"Keydra." abangnya Kiara menjulurkan tangannya.


Sambut menjulurkan tangan juga, "Dimas"


Keduanya saling tersenyum kaku. Dimas masih bingung, kenapa kedua sahabatnya seperti sudah kenal lama dengan abangnya Kiara. Soalnya waktu Dimas pertama melihat mereka seperti orang yang sangat akrab.


"Hallo semuanya, kok masih pada di sini? Ayo kita ke meja makan." sapa seorang wanita cantik yang di lihat umurnya sudah tidak muda lagi tetapi aura cantiknya masih terpancar.


"Ini bunda aku, kenalin namanya Bunga. Cantik kan seperti anaknya." ujar Kiara dan langsung di hadiahin elusan halus di kepalanya dari sang bunda.


Ketiganya bergantian mencium punggung tangan bunda Kiara, sambil memperkenalkan diri masing-masing.


"Yaudah ayo kita ke ruang makan, ayah sudah nungguin kalian di sana." Ajak Bunga pada semua yang ada di ruang tamu itu. Semuanya mengangguk dan melangkah mengikuti Bunga menuju ruang makan. Dan ternyata benar di sana ada seorang laki-laki dengan wajah tampan meskipun sudah tidak muda lagi. Jadi sekarang kalian tau kan dari mana cantiknya Kiara.. Orang tuanya saja bibit unggul seperti itu. Ya pasti anaknya ikut unggul. Bener apa bener guys???


"Ayah, kenalin ini temen-temennya Kiara di sekolah baru." ucap Kiara tersenyum gembira.


Frans melihat wajah asing di sana dengan senyum hangat, "Halo semuanya." sapa Frans pada ketiganya. Dan di ulangi lah kegiatannya seperti tadi bertemu dengan Bunga di depan.


"Ayo ayo makan, bunda udah masak banyak. Soalnya kata Kiara mau ngundang kalian makan di sini sebagai perkenalan kita." jelas sang bunda.


Ketiganya ikut duduk di meja makan dan mulai mengambil makanan dari sana. Tidak ada perbincangan panjang mereka hanya makan saja. Setelah selesai makan mereka tidak langsung pulang karena ayahnya Kiara mengajak berbincang.


"Kia, kata kamu ada teman perempuan. Kemana, kok tidak ikut?" tanya Bunga.


"Iya bun, dia lagi sakit dan sekarang di rawat di rumah sakit." sahut Kiara


"Loh sakit apa? Kamu udah jengukin?"


"Katanya sih cuma tidak enak badan gitu bun, udah kok tadi pulang sekolah sebelum jemput bunda sama ayah di bandara."


Bunga mengangguk, "Kapan-kapan ajak dia ya kesini, bunda mau kenalan juga sama temen kamu itu." Kiara mengacungkan jempolnya.


"Dimas, kayanya kita pernah bertemu sebelumnya." suara Frans membuat Dimas dan yang lain menyerengit bingung.


"Ketemu om? Kapan ya hehe Dimas lupa soalnya." ujar Dimas sedikit gugup.