My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 60



Mungkin di hari libur seperti ini banyak orang memanfaatkan untuk beristirahat atau juga ada orang yang memanfaatkan untuk liburan. Kalian tim mana yang kalau weekend tiduran aja seharian di rumah atau pergi jalan-jalan?


Sepertinya Gita dan Kiara memanfaatkan hari libur ini untuk berjalan-jalan. Eh salah lebih tepatnya hanya Kiara, kan kalian tahu sendiri Gita sebenarnya hanya ingin di rumah bersama dengan Dimas tetapi Kiara mengajaknya.


Keduanya sudah sampai di sebuah mall ternama di kota ini. Seperti biasa, setiap weekend pasti mall atau tempat wisata akan ramai. Sebenarnya Gita malas berada di keramaian kaya gini, tetapi ia tidak mau membuat Kiara kecewa karena di tolak juga olehnya.


"Ra, ke gramedia yuk?" ajak Gita pada Kiara.


Kiara mengangguk lalu melangkahkan kaki menuju gramedia yang berada di dalam gedung mall tersebut.


Keduanya sama-sama memilih buku yang akan mereka beli, Kiara membeli sebuah komik sedangkan Gita membeli sebuah novel remaja. Setelah mendapatkan apa yang mereka beli, keduanya kembali berjalan mengitarin mall besar tersebut.


"Lo mau beli apa lagi Ra?" tanya Gita pada Kiara.


"Gak tau gue juga bingung." ujar Kiara sambil menyengir kuda.


Gita hanya menggeleng melihat tingkah Kiara. Mengajaknya kesini, tapi tidak tau tujuannya apa. Ah mending tadi gue di rumah aja pikir Gita.


"Makan dulu yuk Git, sekalian ada yang mau gue omongin sama lo!" ucap Kiara membuat Gita sedikit panik.


Apa Kiara udah tau yang sebenarnya batin Gita. 


"Mau ngomongin apa?" tanya Gita sedikit gugup.


Kiara menatap Gita dengan seksama, "Nanti aja di tempat makan, sambil duduk." ujarnya.


Gita semakin panik karena di tatap Kiara seakan sedang mengintimidasi dirinya. YaAllah kalau memang ini akhir dari rahasia ini aku ikhlas doa Gita dalam hati.


"Makan apa ya yang enak Git?" tanya Kiara pada Gita yang masih terus berjalan berdampingan.


"Ramen gimana?" usul Gita dan Kiara mengangguk antusias.


Akhirnya keduanya memasukin restoran yang tersedia menu Ramen. Kiara memanggil pelayan untuk meminta buku menunya. Setelah memesan makanan, keduanya nampak mengeluarkan ponselnya masing-masing.


Gita mengetik sesuatu di kolam chat dirinya dengan Dimas.


Kayanya Kiara udah mulai curiga deh kak. 


Send. 


Hal yang sama pula di lakukan oleh Kiara, mengetik sesuatu di kolam chat dengan Dimas.


Kak Dimas, lagi apa? Nanti malem mau pergi dinner gak?


Send. 


Kalau seperti ini bagaimana tanggapan kalian?


Gita lebih dulu menaruh ponselnya kembali di dalam tasnya, melihat itu Kiara pun ikut melakukan hal yang sama. Kali ini keduanya terlibat dengan obrolan santai ala-ala anak sekolah dan wanita.


"Eh iya, katanya tadi lo mau ngomong, ngomong apa?" tanya Gita menanyakan hal yang tadi. Seharusnya tidak usah bertanya lagi, kalau Kiara benar sudah tau semuanya gimana? Siapa yang akan membantu Gita untuk menjelaskan semuanya pada Kiara.


Kiara menepuk jidatnya pelan, ia lupa dengan hal itu. Sebelum berbicara Kiara membenarkan posisi duduknya lebih dulu.


"Minggu depan gue ulang tahun Git, rencananya gue mau bikin pesta. Menurut lo gimana?" tanya Kiara meminta saran pada Gita.


Gita menarik napasnya lega, ia kira Kiara akan membicarakan soal Dimas.


"Wah serius? Pasti sweet seventeen ya?" tebak Gita.


Kiara mengangguk, "Iya, menurut lo kalau gue bikin pesta kaya anak kecil gak sih?"


Gita menggeleng cepat, "Engga, malah banyak kok yang lebih tua dari pada lo masih ngadain pesta ulang tahun."


"Bener sih, tapi kan gue anak baru di sekolah. Gue takut gak pada mau dateng ke pesta gue." ujar Kiara khawatir dengan hal ini.


"Kalau dari yang gue lihat selama lo masuk ke sekolah, lo udah banyak di kenal kok sama mereka, gue yakin mereka pasti dateng ke pesta lo." ucap Gita sesuai fakta yang ada.


Kiara mengangguk setuju, "Oke deh, nanti pulang dari sini gue mau bicarain ini sama ortu. Lo mau kan bantu gue?"


Gita mengangguk antusias, belum pernah ia di libatkan apapun oleh siapapun. Dan ini pertama kalinya, semoga saja bantuan Gita tidak mengecewakan Kiara.


"Sebisa apa yang gue bisa pasti gue bantu Ra, karena cuma lo yang mau temenan sama gue di sekolah."


"Makasih banyak ya Ra," lanjut Gita sambil menggenggam tangan Kiara.


Kiara mengangguk sambil mengusap punggung tangan Gita yang sedang menggenggam tangannya.


Tak lama pesanan mereka datang, dan keduanya makan dengan diam walau sekali-sekali bersuara. Sedang asik dengan makanannya, keduanya di kagetkan dengan datangnya seseorang yang menghampiri mereka.


"Gita?" ujar Ando.


Gita yang melihat Ando di sana langsung bangkit dan bersalaman, tanpa di duga Ando malah menarik Gita hingga masuk ke dalam pelukannya. Bukan Gita tidak mau menghindar tetapi Gita tidak mau ada kekecewaan lagi dari Ando karena di tolak.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Ando setelah melepaskan pelukan itu.


Gita melirik ke arah Kiara yang sejak tadi melihat Ando dan Gita secara bergantian.


"Lagi belajar, yah lagi makanlah kak. Pertanyaan kamu aneh." ucap Gita sambil terkekeh pelan lalu memukul bahu milik Ando.


"Eh iya, kenalin kak ini temen sekolah aku namanya Kiara. Kiara ini kak Ando." ujar Gita sambil memperkenalkan mereka berdua.


Keduanya berjabat tangan sambil menyebutkan nama mereka masing-masing. Kiara tersenyum kikuk saat Ando menatapnya.


"Aku boleh gabung di sini gak ya sama kalian?" tanya Ando sambil melirik ke arah Gita dan Kiara bergantian.


Gita menatap Kiara meminta pendapatnya, Gita takut Kiara tidak nyaman kalau ada orang asing di dekatnya. Ah ya Gita lupa Kiara kan anaknya mudah bergaul.


"Boleh aja sih kak, tapi makanan kita udah habis." ucap Kiara.


Tuh kan bener apa yang Gita bilang, buktinya Kiara dengan mudahnya mengatakan itu pada Ando. Terlihatkan bagaimana Kiara dengan mudah menerima orang asing dalam waktu singkat. Mungkin seperti kedekatan Kiara dengan Dimas, singkat dan mudah.


"Kalau mau pesen lagi silahkan, nanti biar aku yang bayar." ucap Ando.


Gita menggeleng cepat sedangkan Kiara mengangguk, "Rezeki gak boleh di tolak Gita." ujar Kiara segera memanggil pelayan lagi.


"Kamu gak mau mesen makanan lagi?" tanya Ando.


"Engga kak, aku udah kenyang kok."


"Pesenin buat ibu ya, udah lama banget aku gak bawain ibu makanan sejak.."


Gita mengangguk cepat sambil matanya berkedip beberapa kali dan melirik Kiara seperti sedang memberi kode pada Ando, untung saja Ando mengerti dengan kode itu.


"Sejak aku sibuk kuliah dan gak pernah lagi mampir ke rumah kamu." lanjut Ando.


Kiara memperhatikan Gita dan Ando, penasaran siapakah sebenernya Ando? Ada hubungan apa keduanya? Kalau yang Kiara lihat keduanya tampak sangat dekat, apa ini pacar Gita yang waktu itu menelepon dengan nama kontak "Mas".


Kiara tidak bertanya sekarang pada Gita karena posisi duduk keduanya bersebrangan, sedangkan sekarang Gita duduk berdampingan dengan Ando.


"Kak Ando, kuliah?" tanya Kiara basa-basi.


Ando mengangguk, "Iya Kiara, kamu satu kelas sama Gita?"


"Semester? iya kak, aku anak baru." jelas Kiara.


"Baru semester 5, oh anak baru pantesan Gita belum pernah cerita tentang kamu."


Kiara mengangguk, "oh sama kaya abang aku berarti kak, setelah ini pasti dia bakal ceritain tentang aku."


"Git, ceritain yang baik-baik aja ya jangan yang buruk," lanjut Kiara pada Gita.


Ketiganya terkekeh. Akhirnya pesanan Ando dan Kiara datang sedangkan Gita hanya terus berceloteh memberikan pesan pada Ando agar jangan ini dan itu.


Setelah acara makan selesai, ketiganya kembali terlibat dalam sebuah obrolan lagi sebelum akhirnya benar-benar keluar dari sana.


"Eh iya kak, minggu depan dateng ya ke pesta ulang tahun aku sama Gita." undang Kiara.


Ucapan Kiara membuat Gita terdiam, sedangkan Ando mengangguk sambil tersenyum.


"Siap deh, bawa kado jangan nih?" goda Ando.


Kiara terkekeh sambil mengangguk, sedangkan Gita masih terdiam melihat keduanya. Haruskah Ando ikut datang bersama dengannya ke pesta Kiara? Pasti hal ini akan menjadi masalah nantinya.


Setelah selesai semua ketiganya keluar dari sana dengan Gita yang membawa bungkusan untuk di berikan kepada ibunya, amanat dari Ando.


"Setelah ini kalian mau kemana lagi?" tanya Ando pada keduanya.


Gita dan Kiara sama-sama mengangkat bahunya tidak tahu.


"Gimana kalau kita mampir dulu ke timezone?" usul Ando dan di anggukin keduanya dengan semangat.


Siapa sih yang nolak bermain di tempat itu, author aja seneng kalau di ajak pak suami ke sana.


Bersambung......


Maaf banget aku harus nulis ini di sini, biar kalian baca ini...


Maaf bukannya gak profesional dan bukan gak niat buat nulis cerita ini, tapi waktu aku gak tentu kapan luangnya untuk nulis cerita. Aku udah usahain sesempet aku, tapi balik lagi aku banyak kegiatan juga di real life. Dan sekarang anakku lagi sakit, aku harus rawat dia dulu. Jadi mohon pengertiannya buat kalian semua yang sedang baca cerita ini, makasih banyak juga untuk support nya.


Semoga kalian sehat selalu