
Keduanya sudah sampai dirumah setelah pulang dari rumah sakit memang mereka langsung pulang kerumah. Dimas rasa Gita memang harus banyak istirahat,ia takut calon bayinya kenapa-napa. ibunya juga gak ya?sedikit khawatir juga sih.
Setelah sampai dirumah Gita tidak langsung ke kamarnya, ia malah mendudukkan bokongnya diruang keluarga sambil menonton televisi.
sedangkan Dimas sudah pergi ke kamarnya,tetapi tak lama Dimas kembali kebawah dengan pakaian sudah diganti. Bisa dipastikan Dimas telah mandi. Gita melirik sebentar ke arah Dimas berusaha tidak bertanya karena sepertinya Dimas akan pergi.
Dimas yang melihat Gita melirik ke arahnya hanya tersenyum tipis, istrinya itu kadang menggemaskan membuat Dimas tersenyum hanya karena melihat tingkahnya.
"gue mau keluar sebentar,lo istirahat aja" ucap Dimas membuat Gita menoleh ke arah Dimas seakan bertanya akan kemana,untung saja Dimas peka.
"mau ketemu sama Gilang sama Reno doang,gak lama. Lo harus istirahat" terang Dimas. Dimas tau sebenarnya Gita ingin bertanya, tapi karena Gita jadi jangan heran. Eh ngerti gak sih?
Gita hanya mengangguk,padahal ingin sekali Gita melarang Dimas. tapi Gita berfikir lagi,emangnya Gita siapa bisa melarang Dimas begitu,Gita harus sadar mereka menikah karena sebuah kesalahan jadi bersikaplah dengan wajar.
Sebelum Dimas pergi,Dimas menghampiri Gita lebih dulu lalu menundukkan kepalanya,wajahnya tepat didepan wajah Gita membuat Gita gugup.
"daddy pergi dulu ya,kamu istirahat ya jangan kecapean ajak sekalian mommy kamu tuh suka bandel kalo Daddy bilangin soalnya" ucap Dimas sambil mengelus perut rata Gita.
Dengan refleks Gita memukul lengan Dimas,membuat Dimas menatap Gita,tetapi bukan tatapan tajam seperti biasanya. Tatapan teduh kali ini yang di tampakan di depan Gita.
"maaf kan gak sengaja,abisnya kakak ngomongnya begitu" ujar Gita gugup.
"ada yang salah emang sama perkataan aku?" Dimas menggunakan aku-kamu untuk pertama kalinya. Hati Gita menghangat mendengar itu. Sebuah kemajuan.
Gita diam lalu menggeleng,lebih baik mengalah dari pada jadi masalah.
"yaudah sana istirahat ke kamar,kasihan dianya capek juga butuh tidur" suruh Dimas.
Gita mengangguk lalu bangkit dari sana ingin segera pergi kekamar,tetapi baru dua langkah tangannya dicekal oleh Dimas membuat Gita mau tidak mau berbalik badan menghadap ke Dimas.
"ada apa kak?"
cup
sebuah kecupan mendarat dikening Gita. detik itu juga Gita merasakan ada kupu-kupu terbang diperutnya. ini terlalu spontan membuat Gita tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya memandang Dimas dengan tatapan bodoh.
"aku jalan,nanti pulang aku bawain makanan. kalo perlu apa-apa panggil Bi asih aja" ucap Dimas lalu mulai melangkah meninggalkan Gita.
Dirasa Dimas sudah menghilang dari sana barulah Gita berteriak kencang sambil memegang kening yang tadi bekas dicium oleh Dimas. tanpa sadar teriakan Gita terlalu kencang membuat bi asih serta yang lain menghampirinya panik.
"non Gita kenapa non?" tanya bi asih panik.
Gita hanya menampilkan cengiran tak berdosanya.
"hehe gapapa kok bi,aku cuma terlalu senang jadi reflek deh teriak eh kekencangan jadi malu aku"
"oalah bibi kira kenapa,pasti karena den Dimas ya?" goda bi asih.
Gita mengangguk malu.
"wajar dong namanya suami bikin seneng istrinya" terang bi asih
Gita mengangguk kembali lalu pamit ingin kekamar " hehe iya bi,kalo gitu Gita permisi ya mau kekamar dulu"
"oke non hati-hati ya,non Gita mau bibi bikinin susu gak?"
"gak bisa bi,nanti aja nunggu kak dimas pulang"
Bi asih mengangkat jempolnya tanda 'oke'pada Gita lalu melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda bersama yang lain.
untung non Gita gak kenapa-napa kalo sampe lecet sedikit bisa ngamuk den Dimas batin Bi asih.
Dimas sudah berada dicafe biasa bersama dengan Gilang dan Reno. mereka bertiga ngobrol dan bercanda tanpa memperdulikan sekitar. yang penting bahagia. sedang asik bercanda tiba-tiba ada seorang perempuan entah dari mana datang dengan jalan terburu-buru hingga meja mereka disenggol begitu kencang membuat minuman mereka bergerak.
"woi pelan-pelan dong" ucap Gilang pada cewek tadi.
tetapi cewek tadi entah sengaja atau tidak sengaja tidak merespon gerutuan Gilang tadi,dan malah duduk dibangku kosong sebelah Dimas. Ketiganya menyerengit bingung.
"eh ngapain Lo duduk disini?" tanya Dimas.
"please kak tolongin gue,gue dikejar orang jahat diluar pasti sebentar lagi orang itu akan masuk,jadi tolong kak pura-pura jadi pacar gue ya" ucap cewek itu melas dengan muka panik mengarah ke pintu masuk.
"ogah!" sahut Dimas ketus.
"please kak,ntr gue yang bayar deh makanan kalian"
"boleh tuh Dim,jadi hari ini lo gak usah ngeluarin duit" sahut Reno.
"ogah lo aja Sono"
"jangan mereka kak,kakak aja soalnya orang jahat itu lebih ganteng dari mereka,tapi kalah kalo sama Kaka. jadi kakak aja yaa"
"udah sih dim orang cuma pura-pura doang"
"oke-oke! inget Lo harus bayarin ini semua dan gue akan bungkus beberapa makanan buat gue bawa pulang"
"deal" ucap cewek itu.
tak lama setelah kesepakatan itu,orang yang dimaksud cewek itu masuk kedalam cafe mencari keberadaan cewek itu dengan mata elangnya.
dapat.
dengan cepat orang itu menghampiri meja Dimas denga wajah marah. Tanpa aba-aba orang itu menggebrak meja Dimas hingga mengeluarkan bunyi yang keras. semua mata pelanggan disana menoleh kearah mereka.
"siapa lo?" tanya cowok itu.
"Lo yang siapa datang-datang main gebrak meja,kalo ini meja hancur emangnya Lo mau ganti?" cerocos Dimas.
"gak usah banyak bacot! jawab Lo siapa?"
"Lo yang siapa?"
dengan cepat lelaki itu menarik perempuan yang dari tadi nunduk seperti tidak terusik dengan perdebatan Dimas tadi.
"ikut gue!" ucap cowok itu sambil menarik lengan cewek tadi.
"lepasin tangan lo dari cewek gue" ucap Dimas tegas membuat cowok tadi memandang Dimas marah.
"gue gak ada urusan sama lo,jadi lo diem" ucap cowok itu tajam.
"jelas ada urusannya sama gue! yang lo tarik itu cewek gue jadi sekarang gue minta lepasin dia sebelum Lo gue abisin disini" Ujar Dimas.
"bangsat" umpat cowok itu lalu dengan cepat meninju wajah dimas. Dimas yang tidak siap tersungkur kebelakang dengan sudut bibir mengeluarkan darah.
"bangun lo anjing" ucap cowok itu kasar.
awalnya Dimas malas berantem kaya gini,tapi cowok itu memancing emosinya. dengan cepat Dimas membalas pukulan cowok itu dengan emosi hingga Gilang dan Reno harus melerainya jika tidak bisa dipastikan cowok itu akan mati ditangan Dimas.
"gue peringatin sama lo,jangan pernah ganggu dia lagi kalo gak mati ditangan gue" ucap Dimas lalu menarik tangan cewek tadi yang Dimas tidak tau namanya
tetapi sebelum itu ia menaruh beberapa lembar uang diatas mejanya dan berkata pada karyawan cafe disana "buat ganti kerugian disini,gue rasa itu cukup" ucap Dimas lalu pergi.