
Saat ini jam istirahat tengah berlangsung. Gita dan Kiara sedang berada dikantin. Dari awal Kiara masuk memang cuma dekat dengan Gita. Dan itu membuat para warga sekolah heboh. Mereka makin tidak suka dengan Gita. Suka sok dekat dengan Dimas sekarang sok dekat dekat Kiara anak baru yang cantiknya seperti bidadari, begitulah kata-kata dari mereka yang melihat Gita.
"Git nanti pulang main yuk kerumah gue?" ajak Kiara.
Gita menoleh ke arah Kiara memandangnya cukup lama. Tak pernah terlintas di otak Gita selama ia bersekolah disini ada yang mengajaknya seperti Kiara. Jangankan mengajaknya main, hanya sekedar mengobrol cukup lama saja di sekolah tidak pernah Gita rasakan.
"ayo Git... ntr balik gue anterin lagi deh" ajak Kiara, membuat Gita semakin bingung. Di tolak gak enak, tapi kalau di turutin gimana baby di perutnya. Bisa-bisa ia kelelahan nanti.
"emm anu Ki... gue gak bisa ada urusan keluarga" tolak Gita pelan.
"yaahhh Git... kalo malem?" tawar Kiara.
"malem lagi mana boleh keluar gue malem-malem" alibi Gita. Eh tapi memang benar sih, dari dulu tinggal bersama ibunya ia tidak pernah boleh keluar malam kecuali sama Ando.
terdengar helaan nafas kecewa dari Kiara. Gita mengelus bahu Kiara "nanti deh kapan-kapan ya" ucap Gita.
"gimana kalo gue aja yang main kerumah lo pulang sekolah?" Kiara terus berusaha.
Gita gelagapan.
"eh jangan gue kan ada acara keluarga. rumah gue pasti rame" jawab Gita dengan gugup.
"yah gapapa sekalian gue dikenalin sama keluarga lo" Kiara masih aja kekeuh.
Gita diam bingung harus bagaimana. Apakah ia harus membawa Kiara kerumah ibunya? atau kerumah Dimas.
"tapi rumah gue kecil banget Kia...." lirih Gita.
"no problem" jawab Kiara semangat.
Akhirnya Gita mengangguk setuju. Gita baru tau kalau Kiara itu ternyata keras kepala.
mereka sudah selesai makan. dan akan berniat untuk kembali ke kelas. tetapi saat ingin bangkit Dimas dan kedua sahabatnya duduk dibangku mereka. Kiara yang menebarkan senyuman sedang Gita memasang wajah yang tidak bisa diartikan.
Gita tau Dimas ke mejanya hanya untuk menghampiri Kiara bukan dirinya. jadi untuk apa dirinya senang.
Hal itu membuat seisi kantin menoleh ke arah mereka,dan jangan ditanya pasti ada ghibah diantara mereka.
"udah selesai makannya?" tanya Dimas entah untuk siapa.
Gita diam sambil menatap Kiara dan Dimas bergantian. Ah pasti pertanyaan itu untuk Kiara jadi ia tidak usah menjawabnya.
"ditanya bukannya di jawab" sahut Dimas lagi.
Gita diam lagi. bingung harus apa.
"udah kok Kak.." sahut Kiara pada akhirnya.
Dimas mengangguk lalu menoleh ke arah Gita bermaksud bertanya juga ke Gita namun sayang Gita tidak ingin kegeeran jadilah dia diam saja.
"Lo?" tanya Dimas sambil menatap Gita.
Gita mengangguk.
"pulang sekolah ada acara gak?" tanya Dimas pada Kiara.
Kiara mengangguk "mau main kerumah Gita"
otomatis Dimas menoleh ke arah Gita meminta penjelasan. bagaimana mungkin Gita membawa Kiara kerumah. bisa terbongkar semuanya.
"lohh bukannya lo ada janjian sama gue ya?" ujar Dimas.
"hah? janjian? masa sih kak.. kayanya enggak deh" jawab Kiara cepat.
"wah parah lo lupa.. kan katanya lo mau nemenin gue beli Hoodie" ujar Dimas sambil terus menatap Gita dengan tatapan yang tidak tahu artinya apa.
Kiara mencoba mengingat. apakah iya memiliki janjian pada Dimas? ah bodolah iyain aja biar GC.
"tapi gue gak inget sih..tapi oke deh gue temenin.." putus Kiara dan membuat Gita meringis dalam hati.
"Git sorry ya.. mungkin next aja gue ketempat lo atau lo ketempat gue. semoga acara keluarga lo lancar" ujar Kiara sambil memegang bahu Gita.
Gita mengangguk lalu tersenyum lega. untung saja Dimas bisa menolongnya meskipun bikin hatinya sedikit nyeri. tapi tidak apa yang penting mereka tidak terbongkar.
"kita di ajak gak bos?" sahut Gilang yang dari tadi diem.
"ah lo pada ganggu banget orang mau ngedate juga" sahut Dimas dibarengi dengan kekehan mereka tidak termasuk Gita. Apa Dimas gak sadar dengan perkataannya tadi yang membuat hati Gita menangis mendengarnya.
Gita malas disini. ia ingin segera kekelas. berlama-lama disana membuatnya sakit. jadi Gita memutuskan untuk kekelas sendiri.
"kia gue balik ke kelas duluan yaa.." pamit Gita membuat mereka yang sedang tertawa terhenti.
"gih sono lagian gak cocok lo ada diantara kita" celetuk Reno.
Dimas menatap Reno tak suka dengan kata-katanya tadi pada Gita. Gita yang melihat itu langsung melangkah tanpa menunggu jawaban dari Kiara.
"Lo apaan sih ngomongnya begitu ke Gita?" sahut Dimas saat Gita sudah pergi.
"lah kok lo marah si??" tanya Reno.
"tau ah.. gue cabut" kesal Dimas.
kepergian Dimas mengundang banyak tanya bagi mereka bertiga.
"mereka punya hubungan ya?" tanya Kiara pada kedua sahabat Dimas.
mereka berdua mengangkat bahunya tidak tau.
"mana mungkin Dimas mau sama modelan kaya si Gita. mereka waktu itu pacaran sih katanya tapi kayanya itu cuma settingan karena Gita tau rahasia besar Dimas" jelas Gilang membuat Kiara bingung.
rahasia besar apa? batin Kiara.
akhirnya Kiara pamit untuk menyusul Gita. ia harus menanyakan hal ini pada Gita. karena sepertinya Kiara sudah mulai jatuh cinta pada sosok Dimas. ah secepat itu kah??
*****
bel pulang sekolah sudah berbunyi. Gita melangkahkan kakinya keluar sekolah. Kiara sudah lebih dulu pulang bersama Dimas yang katanya akan menemani Dimas mencari Hoodie. mengapa Dimas tidak memintanya untuk menemaninya? kenapa harus sama orang lain? ah sudahlah Gita tidak bisa apa-apa. Gita balik lagi mengingat, bahwa di sini Dimas bertanggung jawab hanya karena anak yang di kandung Gita, bukan karena mencintai Gita.
kali ini Gita tidak dijemput oleh pak Harto. Gita berniat mampir ke apartemen Ando. sudah lama sekali setelah kepergiannya secara mendadak waktu itu tidak pernah menghubungi Ando.
Tetapi saat sedang menunggu ojek online yang sedang ia pesan. tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya menggunakan jaket menutupi kepalanya serta masker menutupi wajahnya. Gita bingung itu siapa.
"ikut guee..." perintah orang itu. dan sepertinya itu perempuan.
Gita diam tidak berniat mengikuti orang itu. Tetapi tidak disangka perempuan itu malah memaksa Gita sambil menarik Gita kearah mobil yang sedang terparkir dekat sana.
banyak yang melihat kejadian itu tetapi mereka hanya diam tak bergerak membantu Gita. Akhirnya Gita masuk kedalam mobil dan si cewek tadi mengemudi mobilnya meninggal area sekolah.
sepanjang perjalanan Gita berteriak meminta diturunkan dan bertanya sebenarnya orang disebelahnya ini siapa.
"berhenti...." teriak Gita.
"Lo siapa?? mau bawa gue kemana??"
begitulah kira-kira teriak gita dari pertama masuk mobil hingga saat ini saat mobil itu berhenti disebuah jalan sepi. Gita tidak tau ini dimana. Gita harus apa? menghubungi Dimas kah? atau polisi? atau Ando? oh ayolah Gita berfikir.
"Lo siapaaaa??" tanya Gita kencang.
orang itu melepaskan maskernya serta tudung pada jaketnya. dan terlihatlah wajah cantik yang Gita kenal. Gita kaget mengapa perempuan ini melakukan ini padanya.
**BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA BACA CERITA KU YANG LAIN YA...
SENIOR COLD**