My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 37



Dimas baru sadar kalau di sini ada Kiara lalu menoleh kearah ketiga perempuan di sana secara bergantian. Terutama pada Gita, Dimas menatap Gita sedikit lama. Lalu ke bi Asih dan terakhir ke Kiara. Gita dan bi Asih paham akan tatapan itu keduanya sama-sama mengangkat bahu. Tidak tau harus menjawab apa kalau Kiara bertanya nanti.


"Kok bibi kenal sama kak Dimas? Dan kayanya akrab banget." ujar Gita lebih dulu sebelum Kiara yang menanyakan itu. Biar Kiara tidak semakin curiga.


Bi Asih menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terus mencari jawaban yang tepat, "hem, ini den Dimas yang waktu bibi ceritain ke non Gita loh. Masa non lupa?" jawab bi Asih yang entah apa yang di maksud.


Gita jadi ikut berfikir harus jawab apa lagi, belum Gita menjawab suara Kiara terdengar.


"Kalian berdua sebenernya saling deket ya?" tanya Kiara yang entah pada siapa. Bisa untuk Gita dan Dimas atau untuk bi Asih dan Dimas.


"Iya deket non, den Dimas ini waktu bayi di asuhnya sama adiknya bibi terus adiknya bibi sakit di gantilah sama bibi. Tapi cuma sampai umur 10 tahun setelah itu bibi gak ngurusin lagi dan sekarang bibi kerjanya sama non Gita." jelas bi Asih mengarang cerita.


"Kok bibi masih ngenalin wajah kak Dimas? Terus kok bisa kebetulan banget ketemu di sini dan langsung akrab gitu kaya udah sering ketemu?" tanya Kiara lagi.


Ketiganya pusing mencari jawaban. Bawel juga ya Kiara pikir ketiganya sama.


Bi Asih diam sambil melirik Dimas dan Gita berganti meminta bantuan untuk menjawab itu. Ah salah Dimas dan bi Asih sendiri lupa kalau di sini ada Kiara.


"Iya karena nyokap gue sama nyokap Gita itu temenan. Jadi lebih sering ketemu entah di rumah gue atau di rumah Gita. Dan selalu ada bi Asih." jawab Dimas sesantai mungkin.


"Jadi sebenernya kak Dimas sama Gita itu deket?" tanya Kiara dengan nada sedikit cemburu.


Gita dan Dimas langsung menggeleng bersamaan. Bi Asih yang melihat itu hanya bisa menatap sendu Gita, pasti hatinya sakit melihat suami sendiri bawa perempuan lain di hadapannya.


"Emang lo pernah lihat gue deketan sama Gita waktu di sekolah?" tanya Dimas pada Kiara.


Kiara yang kali ini menggeleng, "tapi gue pernah denger katanya lo sama Gita dulu pernah pacaran. Kalian mantanan?"


Astaga bawel banget ini cewek batin Dimas.


"Lo lebih percaya gosip apa percaya gue?" tegas Dimas membuat Kiara ciut.


"Iya percaya sama lo kak." jawab Kiara pelan.


Ada yang gak beres deh kayanya, gue mau cari tau sendiri batin Kiara.


Tak lama pintu di buka kembali, dan untungnya kali ini tidak ada korban karena Dimas dan bi Asih sudah menjauh dari pintu mendekat ke ranjang Gita. Keempatnya menoleh ke arah pintu dan di lihatlah Ratih di sana.


Ratih yang bingung karena ruang rawat anaknya sudah ramai tidak seperti yang sebelum ia tinggal tadi.


"Itu nyokap lo?" tanya Kiara sedikit berbisik. Gita menjawab dengan anggukan. Lalu Kiara bangkit dan mendekat ke arah Ratih. Kiara menarik tangan Ratih lalu menciumnya dan membuat Ratih terkejut karena baru kali ini ada seseorang yang menciun tangannya selain Gita dan Ando.


"Kenalin bu sama Kiara, teman satu kelasnya Gita." Kiara memperkenalkan diri pada Ratih dan membuat Ratih tersenyum.


Kiara menjawab dengan anggukkan dan senyum. Sebenernya masih banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi mungkin tidak sekarang menanyakan itu pada Gita maupun Dimas.


"Trus kapan kata dokter lo bisa pulang Git?" tanya Kiara.


"Kemungkinan sih lusa,"


"Setelah lo pulang dari rumah sakit gue main ya ke rumah lo? Boleh kan bu?" tanya Kiara pada Ratih.


Ratih diam lalu menoleh ke arah Gita, harus menjawab apa kalau udah begini pikirnya.


"Iya boleh nak, ibu seneng banget kalau ada temannya Gita yang main ke rumah." sahut Ratih sesantai mungkin. Biarlah jawab seperti itu dulu, urusan nanti kalau benar Kiara mau ke rumah Gita.


Kiara melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya, lalu ia menepuk jidatnya sendiri. "Aduh Git sorry banget ya, gue harus balik. Gue udah ada janji sama orang." ujar Kiara lirih.


Gita melirik Dimas yang hanya duduk di sofa sambil bermain ponsel. Apakah Kiara janjian lagi dengan Dimas setelah ini? Pikir Gita.


"Janjian sama siapa?" tanya Gita memberanikan dirinya.


"Adalah sama someone." nyengir Kiara membuat Gita lebih negatif thinking.


"Hm yaudah gapapa Ra, gue makasih banget karena lo udah mau jengukin gue di sini. Lo hati-hati ya." ujar Gita sambil tersenyum getir.


Kiara bangkit ingin memeluk Gita, tetapi Gita menolak karena takut lukanya ke senggol oleh Kiara. "Jangan peluk Ra, gue udah berapa hari ini gak mandi tar lo jadi bau. Kan lo mau ketemu someone special mungkin?" tawa Gita.


Kiara ikut tertawa mendengar itu. Setelah berpamitan sama semuanya Kiara menel Dimas mengajaknya untuk pulang dan itu menambah pikiran negatif lagi pada Gita.


Yatuhan sakit banget ngeliat suami sama perempuan lain batin Gita.


"Kak ayo balik, lo kayanya betah banget di sini. Apa mau di sini aja jagain Gita? Kan kalian lumayan akrab."


Dimas yang seakan di tampar dengan omongan Kiara hanya bisa menghela nafas kasar, "gue balik lah sama lo, ini nyokap gue nyariin juga." dusta Dimas.


Nyokap dari hongkong, orang mamah lagi keluar kota sama papa nyariin gimana batin Gita.


"Yaudah pamit dulu buruan." suruh Kiara.


Dimas berpamitan pada semuanya termasuk Gita, dan Gita melihat jelas lirikan mata tajam Dimas untuknya. Mungkin Gita salah karena memberi tahu Kiara di mana Gita di rawat saat ini. Dan mungkin juga karena kejadian tadi bisa saja mereka ketakutan. Tetapi Gita tidak ada pilihan lain, selain Kiara yang cerewet dan hanya Kiara lah teman Gita saat ini. Gita tidak bisa bayangin bagaimana kalau Kiara tau Gita dan Dimas itu sudah menikah? Apakah Kiara akan tetap menjadi teman Gita atau malah pergi dengan rasa benci pada Gita? Karena Gita tau, kalau Kiara itu mulai suka pada Dimas. Dan lalu bagaimana dengan dirinya kalau benar itu terjadi. Apakah Dimas akan meninggalkan Gita demi Kiara? Atau tetap dengan Gita tanpa Kiara? Ah yaa pemilihan yang rumit sepertinya. Dan atau malah Dimas tidak memilih keduanya, karena kalian tau kan bagaimana sifat dan kelakukan Dimas..


Jadi siapa yang bisa tebak bagaimana kelanjutan cerita mereka? Yok komen.....