My Husband Badboy

My Husband Badboy
BAB 48



Kedatangan Farhan sebenernya membuat jantung Dimas sedikit gugup, entah mengapa sahabatnya terlihat sangat serius saat menatap wajahnya. Tetapi, Dimas tidak bisa menebak apa yang akan di bicarakan oleh sahabatnya.


"Ada apaan sih? Tumben juga lo gak ajak bestie lo!" ketus Dimas menutupi rasa gugupnya.


Farhan yang duduk berhadapan dengan Dimas tetap menampilkan wajah seriusnya dan membuat Dimas semakin gugup. Padahal pikirnya ia tidak berbuat salah apapun pada Farhan. Kenapa juga, Farhan terlihat menakutkan sekali.


"Sengaja gue gak ngajak dia dulu, sebelum gue tau yang sebenernya dari lo!" jawab Farhan dengan nada mengintimidasi.


Kening Dimas mengkerut tanda tak mengerti apa yang mau Farhan ketahui darinya, tanpa Gilang tau lebih dulu masalah ini.


"Lo ada hubungan sama Kiara?" tanya Farhan mulai topik pembahasan kali ini.


Dimas yang di tanya seperti itu langsung merasa lega, pertanyaan yang mudah untuknya. Kirain Dimas ada masalah besar ternyata Farhan hanya ingin mengetahui tentang hubungannya dengan Kiara.


'Sialan, udah bikin tegang ternyata cuma mau nanya ini' gerutu Dimas.


Dimas berdehem sebelum menjawab pertanyaan itu, "lo tau semuanya tentang gue sama Kiara. Menurut lo gue sama dia ada hubungan?" Dimas malah bertanya balik pada Farhan, dan membuat Farhan sedikit kesal.


"Gausah tanya balik ke gue, gue cuma butuh jawaban dari lo dengan jujur!" hentak Farhan.


Dimas menelan ludahnya, 'serem juga lihat Farhan marah kaya gini' batinnya.


"Gue sama Kiara gak ada hubungan apapun, gue cuma anggap dia sahabat perempuan aja. Lagian kalaupun gue ada hubungan sama dia, kenapa? Lo cemburu?"


"Apa Gilang yang suka sama Kiara?" lanjut Dimas.


Farhan menggeleng, masalah utamanya bukan di situ ia hanya memancing Dimas saja.


"Lo ada hubungan sama Gita?" kali ini pertanyaan Farhan membuat Dimas langsung menatap Farhan dengan tatapan datar. Pertanyaan kali ini sangat sulit untuknya, Dimas harus menjawab apa. Apa Farhan sudah tau tentang hubungannya dengan Gita, makanya ia bertemu berdua seperti ini.


"Lo gak bisa jawab pertanyaan gue yang ini?" sentak Farhan membuat Dimas tersadar.


"Dia cuma mantan gue, dan lo pasti inget itu!" jawab Dimas setenang mungkin, walau di nada suaranya ada sedikit getaran tetapi sepertinya Farhan tidak mengetahui itu.


Farhan menghela napasnya, "Gue inget alasan lo ngejadiin dia pacar, karena dia pegang rahasia besar lo!" Farhan ingat jelas tentang itu.


Dimas mengangguk, "nah itu lo inget, jadi buat apa nanyain tentang ini? Tujuan lo sebenernya itu apa? Gue masih gak ngerti arah omongan lo!" Ujar Dimas sedikit lega.


"Jujur sama gue, lo ada hubungan lebih kan sama Gita?" desak Farhan.


"Lo udah denger jawaban gue yang tadi kan?" tanya balik Dimas.


"Gue udah tau, lo itu sebenernya udah nikah sama Gita!" bentak Farhan sambil menggebrak meja membuat mereka menjadi pusat perhatian.


Dimas tidak memperdulikan itu, ia masih mencerna apa yang barusan di katakan oleh Farhan. Bagaimana mungkin Farhan bisa tau tentang ini? Dari mana Farhan tau hal ini? Siapa lagi yang mengetahui soal ini?


Wajah Dimas terlihat pucat sekarang dengan pernyataan itu, harus menjawab apa kalau sudah ketangkap basah seperti ini.


Dimas tidak mau terpancing dengan omongan Farhan tadi, ia masih berpikir positif kalau Farhan hanya menebak asal. "Kenapa lo bisa ngomong begitu? Lo ada bukti?" tanya Dimas santai.


Farhan mengeluarkan ponselnya, lalu memberikan video saat Dimas dan Gita sedangan bertengger di rumah sakit waktu itu dan berujung tidur di ranjang bersama.


"Lo ngikutin gue!" bentak Dimas tidak terima karena Farhan mengikutinya menuju rumah sakit saat itu.


Farhan mengangguk, "gue udah curiga lo, tatapan lo ke Gita itu beda. Untungnya waktu itu pintu gak tertutup rapat jadi gue bisa ambil video ini dan di jadiin bukti!" jelas Farhan.


"Jadi bener lo sama Gita udah nikah?" tanya Farhan lagi tetapi dengan nada yang tenang.


Dimas menunduk gelisah, apakah ia harus memberitahu Farhan sekarang tentang dirinya dan Gita? Lalu apakah Gita akan setuju dengan ini?


"Gue suruh Gita ke sini, biar dia yang jelasin ke lo." ujar Dimas lalu menghubungi Gita.


Farhan menggeleng, "Gak perlu, gue juga mau lo jawab pertanyaan gue tadi."


Dimas mengambil napasnya dengan berat, "iya gue sama Gita udah nikah, dan gue mohon sama lo jangan kasih tau siapapun termasuk Gilang. Gue sama Gita belum siap untuk ini." mohon Dimas.


"Kenapa lo bisa nikah sama dia?" tanya Farhan dengan nada tercekat di tenggorokan. Ternyata benar, status sahabatnya ini sudah menjadi suami.


"Gita hamil, lo inget kan kejadian di club waktu itu." Dimas menceritakan semuanya pada Farhan dengan jelas dan beruntun tanpa ada terlewat. Termasuk rahasia besar yang di maksud tadi kalau Dimas juga menghamili Yura dan berakhir Yura menusuk Gita membuat anak di dalam kandungan Gita meninggal.


Berkali-kali Farhan menampilkan wajah tercengang karena penjelasan itu, hatinya teriris mendengar itu semua. Kasian sekali hidup Gita, pikir Farhan.


"Trus kenapa lo masih selalu deketin Kiara? Bahkan di depan Gita pun lo lakuin itu. Lo gak mikir perasaan Git?" kali ini Farhan kembali emosi karena mengingat Dimas selalu bersama dengan Kiara.


"Gue bingung sama perasaan gue sendiri Han, gue gak mau ngelepas Gita tapi gue juga mau Kiara selalu deket sama gue." ujar Dimas membuat Farhan lagi-lagi menggebrak meja.


"Dim, lo gak bisa egois kaya gitu. Yang sakit itu Gita di sini, dia udah jadi korban dan sekarang harus menanggung rasa sakit lagi karena ngelihat suaminya sendiri deket sama perempuan lain." ujar Farhan dengan nada prihatin.


"Gue gak bisa bayangin sih gimana di posisi Gita saat ini." ujar nya lagi.


Dimas mengambil napasnya lalu menyenderkan punggungnya ke kursi, "menurut lo gue harus gimana?" tanya Dimas pada Farhan.


Farhan ikut menyenderkan punggungnya, "Gita itu cewek baik gak pantes ngerasain ini semua dari lo. Kalau emang lo gak bisa jaga dia seenggaknya lo biarin dia pergi jangan bikin dia tambah sakit."


"Tapi balik lagi keputusan ada di lo. Status lo sekarang bukan main-main lo bisa dosa kalau gini terus. Gue sering ke club, sering main cewek sekarang nyakitin hati istri lo sendiri. Gue gak bisa bayangin deh dosa lo segimana banyaknya!" ceramah Farhan.


Dimas terdiam mendengarkan apa yang di ucapkan Farhan, benar semua, pikirnya.


"Kalau gue boleh kasih saran, mending mulai sekarang lo jaga jarak sama Kiara. Kasian juga sama Kiara kalau lo gantungin terus kaya gini, dia juga cewek baik Dim. Lo nyakitin dua cewek baik secara bersamaan!" ujar Farhan.


"Intinya, lo harus pilih salah satu dari mereka!"