
Gita sudah berada dirumahnya setelah tadi Dimas mengantarnya pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore jadi warung ibunya sudah tutup dan dilihatlah ibunya sedang terlelap dikamarnya. Gita tidak tega untuk membangunkannya. Jadi Gita memutuskan untuk segera mandi, badannya terasa lengket serta pegal.
"mandi dulu ah,abis itu makan laper banget" gumam Gita lalu melangkah ke kamar mandi.
Setelah melakukan ritualnya dan sudah rapi dengan pakaian santai Gita melangkahkan kakinya menuju dapur apakah ada makanan yang bisa Gita makan.
ternyata tidak ada apapun.
"yah abis semua eh tapi alhamdulilah deh berarti dagangan ibu habis" gumamnya.
"gue bikin telor mata sapi aja ah" gumamnya lalu memulai acara masaknya.
Setelah matang Gita segera mengambil piring lalu mengisi nasi dan menaruh telur mata sapi setengah matang kesukaannya keatas piring dan mulai melahapnya. Sedang asik makan ponselnya berdering panjang menandakan ada panggilan masuk. Dengan malas Gita bangkit dan mengambil ponselnya yang berada dimeja belajar kamarnya.
kak Dimas
Dengan cepat Gita mengangkat panggilan itu dari pada kena semprot bos barunya.
"halo"
"...."
"dirumah kak, kenapa?"
"...."
"mau kemana kak? kita kan baru aja pulang"
"...."
"kan pekerjaan aku mulai besok kak"
bip
"Ih dapat orang kaya, bisanya seenaknya terus." Gerutu Gita.
sambungan mati sepihak dari Dimas membuat Gita mengerutu tak jelas setelah itu lalu melahap kembali makanannya. Ternyata Dimas diseberang sana juga sama mengerutu tak jelas.
"kenapa sih bawaaannya gue pengen ketemu terus sama tuh cewek" gerutu Dimas didalam mobil.
"arggh bisa banget tuh cewek bikin gue kesel kaya gini" ucapnya lalu melajukan mobilnya kerumah Gilang karena mereka sudah berada disana.
****
Pagi yang cerah. Gita melangkahkan kakinya menuju halte bus, Dimas memang mengajaknya pergi bersama tetapi ia tidak ingin terlalu berharap pada laki-laki itu. Lagian Gita juga belum percaya sepenuhnya kalau laki-laki itu mengklaimnya sebagai "pacar" ah pasti ada sesuatu tak mungkin orang kaya raya seperti itu mau sama cewek miskin yang tak punya apapun meski Gita akui wajahnya memang tergolong cantik pede dikit gapapa kan ya thor...
Gita sudah berada didepan gang dimana Dimas menurunkannya kemarin. Tetapi sepertinya itu mobil Dimas. Yaps bener sekali itu Dimas. Dimas menghubunginya cuma mengucapkan 'ayo cepet' langsung dimatiin. ah mungkin ia lagi irit pulsa. Dengan cepat Gita melangkah menuju mobil Dimas,ingat ini hanya demi kerjaan yang uangnya akan membahagiakan ibunya. Bismillah.
"sorry lama" ucap Dimas tiba-tiba.
what? Dimas minta maaf? kejadian langka harusnya tadi Gita rekam dan sebarkan keseluruh dunia bahwa Dimas pernah meminta maaf pada orang.
Gita hanya mengangguk. Tak ingin banyak bicara takut salah nanti bisa berabe.
"Lo udah sarapan?" tanya Dimas.
Dim Lo kenapa perhatian banget sih sama cewek ini. Bukan karena Lo beneran jatuh cintakan, ini cuma karena Lo takut aib lo kesebar iyakan? monolog Dimas dalam hati.
"belum kak,kakak sendiri?" tanya balik Gita.
Belum sempat Gita menolak, Dimas sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar keburu untuk sarapan lebih dulu.
Sesampainya diparkiran sekolah,warga sekolah dihebohkan dengan kedatangan idolanya bersama cewek cupu. Ternyata penuturan Dimas kemarin memang benar adanya. Yaampun Gita tak bisa bayangin jika ini benar terjadi,pasti makin banyak saja yang membullynya.
"kak aku duluan ya!" pamit Gita ingin segera kekelas,karena Gita takut dengan tatapan murid disana seperti ini membakarnya hidup-hidup.
"Lo lupa sama kerjaan lo? oke kalo gitu" Dimas tersenyum miring.
Gita berpikir tak mungkin ia nyerah ini demi masa depannya,tak usah mendengarkan apa kata orang yang penting ia sukses lagiankan ia tak minta apapun sama mereka. Betul tidak??
"oke kakak mau kemana aku temenin" pasrah Gita. Sedangkan Dimas tersenyum membuat Gita meleleh melihat senyum itu. Senyuman yang jarang ia dapatan dari orang sekitar kecuali ibunya.
"kita sarapan,lo mau makan apa?" tanya Dimas penuh kelembutan.
Bukan, ini bukan Dimas. Pasti Dimas sudah kerasukan setan. Bisa-bisanya Dimas bersikap baik bahkan lembut terhadap cewek cupu yang jauh dari kriterianya.
"apa aja terserah kakak, atau aku aja yang pesen kakak duduk disini?" tawar Gita.
"enggak lo tunggu sini biar gue yang antri" ucap Dimas lalu melangkah meninggalkan Gita. Sangat langka, sungguh. Sejak kapan Dimas mau repot-repot antri untuk membeli makanan, biasanya kan Gilang atau Reno. Itu juga keduanya bisa menyuruh murid lain lagi.
ini mah kaya bukan gue yang kerja sama dia,tapi kebalikan aneh tuh orang batin Gita.
Tak lama Dimas kembali membawa dua piring nasi goreng dan air mineral. Kok Dimas cepat sekali padahal itu ngantri,ah ya Gita lupa Dimas itu jagoan disekolah tak ada yang berani dengannya.
"nih makan" Dimas menaruh sepiring nasi goreng dan air mineral didepan Gita.
"makasih kak" ucap Gita sembari tersenyum manis.
astaga cantik banget batin Dimas.
Dimas mulai melahap begitu juga Gita,tetapi tiba-tiba Gita berhenti melahap karena keselak. Batuk keluar dari mulut Gita dan membuat Dimas dengan sigap memberikan air kepada Gita lalu diteguk oleh Gita.
"pelan-pelan gue gak akan minta" ketus Dimas.
"bukan kak,ini pedes" lirih Gita.
"masa sih? engga ah ini punya gue aja engga sama sekali" ujar Dimas sambil mencicipi punya Gita. Padahal ia memang pesan dengan kepedesan tingkat sedang.
"aku gak bisa makan pedes kak" mata Gita sudah berkaca-kaca.
"kenapa lo gak bilang! tunggu sini gue beli baru lagi" ucap Dimas lalu pergi begitu saja,Gita ingin protes tapi mau bagaimana lagi. Orang kaya mah bebassss....
Tak lama Dimas sudah kembali lagi membawa sepiring nasi goreng tanpa cabe sedikitpun. Gita mulai melahap lagi dengan nikmat. Sedangkan Dimas hanya memperhatikan Gita dari samping.
Setelah sarapan selesai keduanya melangkah menuju kelas masing-masing. Gita mengikuti Dimas kemanapun cowok itu pergi. eh kenapa Dimas malah membelokan kakinya ke arah koridor kelas 11.
"kak kelas kakak kan masih satu lantai lagi kenapa jalan ke arah kelas aku?" tanya Gita.
Dimas hanya diam sambil melanjutkan jalannya ke arah kelas Gita. Dimas sudah tau Gita kelas berapa dari kedua sahabatnya yang mencari tahu. Dimas berhenti melangkah saat mereka sudah sampai didepan kelas Gita.
"masuk gih,kalo ada yang macem-macem sama Lo bilang gue" ucap Dimas teduh sambil mengacak rambut Gita sayang. eh sayang.
Gita hanya diam kaku bibirnya terasa kaku. Sedangkan yang melihat kejadian itu pada menganga lebar. Dimas seromantis ini? padahal dulu saat pacaran dengan Yura,Dimas tak se romantis ini.
ternyata efek Gita memang dahsyat yaaa...