
* * *
Sore harinya Kami pun pulang dan Aku ikut mobil keluarga Hina,karena rumah dia yang jaraknya lumayan dekat dari rumahku.Sepanjang perjalanan Aku hanya terdiam dan melihat keluar jendela mobil melihat suasana yang ada di luar sana.
''Hemz......!!!'' Ku menghembuskan nafasku berat rasanya.
''Nara...Apa yang kamu pikirkan?? Dari tadi Kamu hanya diam saja dan melihat keluar jendela. Apa Kamu masih kepikiran Azka,,,???'' tanya Hina padaku khawatir.
''Ya.....sedikit,,,,!!'' jawabku singkat saja.
''Yang sabar yah Nara. Kita pasti punya kesempatan buat bertemu dengan Azka kedepannya...'' Hina mencoba menenangkan ku.
''Ya...Semoga.''
Kami pun Sampai dengan selamat di rumah. Dan benar saja saat Aku melewati rumahnya,, terlihat sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Biasanya kalau ada Azka di rumahnya gorden kamar dia pasti terbuka.Aku pun langsung turun dan berpisah dengan Hina.
''Bye,,,,,makasih ya tumpangan nya.Terima kasih juga om, tante tumpangannya....!''
''Sama-sama Nara. Mari Kita langsung saja ya meneruskan perjalanan.
''Sampai ketemu minggu depan di Sekolah Kita yang baru oke..!!'' ucap Hina riang.
''Iya... Baiklah hati-hati yah...''
Aku pun langsung memasuki rumah dan langsung menuju kamarku dan membanting kan tubuhku di atas kasur.Hampa rasanya,,,entah seperti apa kehidupanku kedepannya tanpa kehadiran Azka di hari-hari Ku sekarang. Yang biasanya ku lihat dia di setiap hari Ku. Ya meskipun sikap dia cuek dan dingin padaku tapi itu yang buat Aku suka padanya.Dan perasaan ini entahlah apakah Aku harus tetap menyimpannya atau mencoba untuk membuka hati untuk yang lain.Lagi pula tidak ada kejelasan untuk perasaanku ini.
Seminggu Kemudian........!!
''Baiklah...Perhatian bagi calon siswa tahun ajaran baru harap untuk berkumpul di Aula yang terletak di sebelah utara dan mengikuti MOS dengan bimbingan dari kakak-kakak OSIS. Bagi calon siswa berbaris di bagian depan,dan bagi calon siswi di bagian belakang.Harap tenang dan patuhi apa yang di katakan oleh atau di arahkan oleh kakak-kakak OSIS nanti. Terima asih atas perhatiannya....'' Ucap salah satu guru yang kulihat berada tepat di bawah tiang bendera.
''Dalam hitungan 1,2,3...Silahkan memasuki aula sekolah dengan tertib..'' lanjutnya.
Kami pun memasuki ruangan aula di tempat sekolah kami yang baru. Ternyata seru juga yah suasana baru sebagai siswa SMA banyak teman-teman baru juga,,mereka juga sama polosnya.
'' Selamat pagi semuanya.......Perkenalkan nama kakak Edo Elrando,,,kakak disini menjabat sebagai ketua OSIS sekaligus penanggung jawab sebagai wakil ketua penyelenggaraan MOS tahun ini.Kalian bisa panggil kakak Edo saja...Mengerti..!!''
Dia terlihat baik dan sopan berwibawa cara dia memperkenalkan diri begitu sopan.
''Dan ini,,,kalian bisa lihat kakak-kakak yang ada di depan kalian mereka adalah kakak OSIS yang akan membantu kakak untuk menyelenggarakan MOS pada tahun ajaran tahun ini.'' lanjutnya menjelaskan secara jelas.
Dan mereka secara bergiliran memperkenalkan diri masing-masing dan menjelaskan posisi mereka di Struktur OSIS.
''Baiklah kita mulai acara MOS ini dengan mengucapkan ''Bismillahirrahmanirrahim,,,,bersama-sama.'' perintah kak Edo.
Dan kami pun serentak mengucapkan Bismillah secara serentak. Kemudian Ku lihat salah satu dari mereka maju dan sepertinya akan menyampaikan sesuatu dan benar saja apa yang Aku pikirkan.
Dia menunjuk 2 meja yang tepat berada di depan kami.
''Siapa yang paling banyak mendapatkan tanda tangan akan mendapatkan hadiah spesial dari kak Edo nanti. Apalagi kalau misalkan salah satu dari kalian mendapatkan tanda tangan dari Ketua MPK sekolah ini. Meskipun kalian hanya mendapatkan sedikit tanda tangan dari kakak OSIS,,tapi kalian dapat tanda tangan dari Ketua MPK ,,itu akan menjadi keuntungan buat kalian. Tentu saja bukan hanya hadiah yang akan kalian dapatkan nilai lebih dari masing-masing kakak panitia OSIS yang ada disini.'' Lanjutnya.
''Kak Erika,,,bisa lanjutkan bagaimana peraturan permainannya....!!!'' ucap kak Edo sambil memberikan mic nya pada salah satu panitia OSIS.
''Peraturannya kalian meminta tanda tangan sebanyak-banyaknya selama waktu satu jam dan kalian harus menerima dan melakukan apa yang di minta oleh kakak OSIS yang di mintai tanda tangan apa pun itu. Dan dilarang untuk melawan yaah. Kalian hanya melihat sebagian kecil dari jumlah OSIS di sekolah ini karena tidak semua pengurus ada disini,sebagian lagi ada di luar sana.Mengerti apa yang kakak maksud...???.'' tanya kak Erika ramah.
''Paham Kak......'' jawab kami serentak.
''Bagaimana kita bisa tau kakak-kakak OSIS yang mana saja. Kita kan hanya tau sebagiannya yang ada di dalam Aula sini saja.'' rengek Hina.
''Iya itu sulit juga....Gimana cara Kita mengenali mereka apa mereka memakai atribut yang berbeda dari siswa yang lain....??'' timpal Ku.
''Udah lah....ayo Kita jalankan misinya semakin cepat Kita bergerak,,semakin banyak peluang buat Kita dapatkan tanda tangannya....'' jawab Kia semangat.
''Kia bagai mana Kita mendapatkannya?? Kita kan nggak tau siapa saja kakak-kakak OSIS disini...'' Hina kesal.
''Udah lah ayo.....Kita kan bisa tanya sama siswa yang ada disini,,kalau tidak Kita lihat saja siswa baru yang lain pasti kelihatan jelas kalau OSIS pasti di kerumunin siswa baru. Gimana sih kalian....!!'' timpal Kia.
''Ouh iya juga ya....Ayo lah kalau begitu lets go..''ucap Hina semangat.
''Tunggu....!'' tiba-tiba Kia menghentikan langkahku dengan Hina.
''Kenap lagi Kia...??'' tanya Ku heran.
''Alangkah lebih bagus Kita bisa menemukan ketua MPK itu,,tak harus lah Kita capek minta tanda tangan kakak OSIS banyak-banyak sedikit saja akan buat misi kita selesai...''ucap Kia penuh semangat.
''Bagaimana Kita tau Kia. Kita kan belum pernah lihat dia....'' rengek Ku.
''Iya Kia...Kamu aneh...'' lanjut Hina.
''Ya di cari aneh. Pasti ada sesuatu yang menonjol pada Ketua MPK itu,,yang membedakan nya dengan anggota OSIS...'' jelas Kia.
''Baiklah ayo Kita cari saja.Cepat,,,,!'' ajak Hina.
Kami pun memulai misi ini. Ya meskipun awal-awalnya Kita malu-malu,,tapi kami akhirnya mendapatkan beberapa tanda tangan dari kakak OSIS.Ya.....meskipun kami mendapatkan tanda tangan itu tidak mudah, kami harus menerima hukuman dari mereka. Misalnya nyanyi-nyanyi atau enggak loncat-loncat katak,menghapal kan Pancasila dan bahkan lari mengitari lapangan sekolah. Barulah kami mendapatkan tanda tangan mereka.
Selepas Aku mendapatkan hukuman lari mengelilingi lapangan,,tali sepatu Ku terlepas,,otomatis Aku langsung saja membenarkannya kembali,namun saat Aku kembali berdiri,,Aku kehilangan kedua temanku.
''Kemana mereka bisa-bisanya mereka meninggalkan Ku sendirian. Tega sekali nggak nungguin..'' gerutu Ku pelan.
Aku pun langsung mencari mereka ,,ya meskipun sulit dengan banyaknya siswa baru,sekarang Aku akan kesulitan mencari mereka.Dan saat Aku mencari mereka tiba-tiba Aku tidak sengaja menabrak seseorang dan itu buat Aku terkejut,,langsung melihat siapa orang yang tidak sengaja Aku tabrak itu. Untuk langsung minta maaf,,karena tidak hati-hati menabraknya.