
* * *
''Tuh kan Nara bohong.....''
''Bohong apaan sih kak?? Udah ah Nara mau istirahat dulu....'' ucapku kesal.
''Kamu kenapa sih,kok kayaknya kesal banget sama kakak?? Bilang sama kakak....'' ucapnya pelan.
''Ya kakak pikir aja sendiri....'' ucapku sambil beranjak pergi meninggalkannya.
Namun selang beberapa langkah,tangan kak Faiz menarik tanganku dan membawaku ke arah berlawanan.
''Kakak lepasin.....''
''Kakak lepasin,Aku mau di bawa kemana?? Aku mau istirahat.....'' lanjut Ku.
''Kakak......''
''Haruskah kakak,mencium Nara di sini. Supaya Nara diam....'' tuturnya.
Aku pun langsung terdiam dan pasrah mengikuti arah jalan kak Faiz.Ternyata kak Faiz membawaku ke loteng yang terletak di atas kelas XII.
Di sana hanya ada beberapa kursi dan bangku,sepertinya sering di pakai sama siswa lain juga. Karena kondisinya yang bersih dan rapi.
Kak Faiz pun mendudukkan Aku di atas meja dan dia langsung menciumi Ku tanpa bicara apa-apa. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
Setelah beberapa saat kemudian dia melepaskan ciumannya.
''Ini hukuman karena Nara tidak bicara jujur sama kakak.....'' ucapnya lembut sambil menyeka bibirku.
Aku hanya bisa terdiam beberapa saat,karena perlakuannya yang spontan barusan.
''Coba sekarang Nara bicara jujur sama kakak....''
Aku langsung menceritakan semuanya,kenapa Aku bisa kesal sama kak Faiz.
''Itu salah kak. Makannya kakak menghampiri Nara ke kelas,kakak mau jelasin kenapa tadi pagi kakak tidak jemput Nara.....'' tuturnya pelan.
''Kenapa....?'' ucapku penasaran.
''Itu karena Helen.....'' tuturnya.
Aku pun kaget mendengar ucapan kak Faiz.
"Bisa-bisanya dia melupakan janji untuk menjemput Aku,karena kak Helen.Yang benar saja,padahal baru kemarin kakak yang ajak Aku pacaran....."bisik Ku dalam hati.
''Oh gitu. Ya udah....'' ucapku kesal.
Aku pun langsung turun dari meja dan beranjak pergi meninggalkan kak Faiz.Namun dia langsung memeluk Ku dari belakang.
''Kakak belum menjelaskannya Nara.Kenapa Kamu langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan kakak....?''bisik kak Faiz.
''Ya terus apa?? Kakak kan udah bilang kenapa kakak terlambat menjemput Ku.Itu karena kakak sama kak Helen kan....'' ucapku sambil berbalik menghadap kak Faiz.
''Bukan itu maksud kakak Nara,dengarkan dulu apa yang terjadi sebenarnya....'' ucapnya pelan sambil mengelus pipiku.
''Apa.....?''
''Tadi sewaktu kakak mau menjemput Nara,tidak sengaja di jalan kakak melihat Helen.....''
''Terus...?''
''Kakak berniat langsung memberi dia peringatan supaya tidak mengganggu Nara lagi.Dan bilang kalau sekarang kakak sama Nara sudah jadian. Kakak bilang kalau dia masih berani gangguin Nara,dia berurusan langsung sama kakak.Dan kakak bisa saja mengeluarkan dia dari sekolah....''jelas kak Faiz.
''Sebenarnya kakak tahu,kejelekan apa yang dia lakukan di sekolah. Banyak sekali aduan sama kakak,namun kakak coba untuk tidak menggubrisnya. Tapi sekarang ceritanya berbeda,orang yang di ganggu itu Kamu. Kakak nggak bisa diam saja,karena sekarang Nara itu milik kakak dan kakak harus menjaga Nara dari gangguan siapa pun.....'' lanjutnya.
Aku hanya bisa terdiam mendengar penjelasan kak Faiz.Ternyata dia begitu peduli terhadap Aku.
'' Sudah jelaskan. Sekarang apa Nara masih marah sama kakak...?''
''Terus kenapa Nara teleponin kakak tidak di angkat?? Nara kan jadi berpikiran yang tidak-tidak....'' tutur Ku.
'' Kakak tidak bawa handphone. Kakak sengaja tidak membawanya,karena buat apa?? Sekarangkan ada Nara.....'' ucapnya pelan.
''Tapi tetap aja kakak harus membawanya,bagaimana kalau ada sesuatu yang mendesak.....''
'' Iya nanti kakak bawa. Maaf yah kakak buat Nara khawatir....''
''Iya.....''
''Kakak suka lihat wajah Nara yang marah....''
Kak Faiz pun kembali memberikan beberapa kecupan di bibirku.
''Kakak udah,nanti di lihat orang....'' ucapku malu.
''Kamu cantik saat marah.....''tuturnya.
''Kenapa?? Mau cium Nara lagi?? Udah dong kak,Kita sudah melakukannya beberapa kali hari ini.....''
''Tidak.....'' ucapnya sambil mengelus rambutku.
''Nara tau,kakak sangat sayang sama Nara. Kakak tidak mau kehilangan Nara,apapun yang terjadi kakak akan berusaha menjaga Nara dan terus di samping Nara.....''lanjutnya.
''Iya Nara tau.Nara juga bisa merasakannya,karena Nara juga sayang sama kakak....'' timpal Ku.
'' Ya sudah sekarang ayo Kita makan,keburu jam istirahat selesai.....''
''Oh iya kebetulan hari ini Nara bawa bekal. Nasi goreng seafood buatan bunda,Kita makan bareng yah....''
''Baiklah...! Kedengarannya enak.....''
Aku pun duduk berhadapan dengan kak Faiz dan mulai membuka kotak bekal yang di siapkan bunda.
''Wah kelihatannya enak.....!'' seru kak Faiz.
''Nara suapin kakak yah....''
''Boleh....''
Aku pun menghabiskan jam istirahatku bersama kak Faiz.Rasanya senang sekali,karena Aku sudah tidak salah paham lagi sama kak Faiz.
''Maafin Nara ya kak,udah salah paham sama kakak.....''
''Iya kakak ngerti kok. Salah kakak juga tidak kasih tahu Nara lebih awal.....''
Kami pun sangat menikmati bekal yang di buatkan bunda dan tanpa terasa sudah menghabiskannya.
''Nara mau minum...?''
''Iya haus nih kak....''
''Sebentar yah.....'' ucap kak Faiz sambil beranjak dari duduknya.
Dia pun membuka sebuah lemari dan ternyata di dalam lemari itu ada kulkas mini.
''Wah kak kok bisa ada kulkas mini di sana??'' tanyaku penasaran.
''Iya ini milik kakak. Kakak sengaja membelinya buat di simpan di sini,karena di sini tempat kakak dan teman-teman kakak menghabiskan waktu di sela-sela jam istirahat....'' jelasnya.
''Memangnya tidak takut hilang kak....?''
''Tidak..... Karena yang boleh ke sini hanya kakak,teman-teman kakak dan beberapa staf OSIS saja. Yang lainnya tidak ada yang berani ke sini......''jelasnya.
''Oh gitu.Tapi Nara kan....?''
''Nara kan pacar kakak,jadi boleh.....'' ucapnya sambil memberikan sebotol air mineral dingin.
''Makasih.....'' Aku pun langsung meminumnya.
''Ya sudah ayo balik lagi ke kelas,kakak antar....''ajaknya.
''Tidak usah kak,Nara bisa kembali ke kelas sendiri kok.Enggak apa-apa.....''
''Nara....! Apa Kamu mau kakak kasih hukuman lagi??''
''Iya deh......'' Aku pun pasrah.
Aku pun kembali ke kelas dengan di dampingi kak Faiz. Jujur saja sepanjang perjalanan banyak sekali pasang mata yang melihat ke arah Aku dan kak Faiz.Wajar saja karena untuk pertama kalinya Aku dan kak Faiz mempublish hubungan kami di depan siswa lain.
''Ya sudah,nanti pulang sekolah kakak tunggu di depan kelas kakak. Kita pulang bareng....'' tuturnya.
''Iya......'' ucapku sambil tersenyum.
''Ya sudah. Sana masuk....'' perintahnya sambil tersenyum.
Aku pun langsung masuk ke dalam kelas.Setibanya di dalam kelas Aku langsung mendapatkan tatapan tajam dari teman-temanku.
''Nara.....!'' seru Angga.
''Bisa Kamu jelaskan kenapa kalian bisa istirahat bareng dan kak Faiz sampai menggandeng tangan Kamu seperti itu.....?'' bentak Angga,mengagetkanku.